Velodrome – Hadirnya varian Calya dan Sigra besutan Toyota serta Daihatsu membuat cekot-cekot penjualan mobil Datsun. Padahal di awal kehadirannya, mobil Datsun digadang-gadang bakal laku keras di segmen low cost green car (LCGC) yang saat ini angka penjualannya merosot cukup tajam.
Tercatat pada November 2016 berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), barang dagangan bagian dari Nissan grup ini hanya terjual sedikitnya 820 mobil.
Jika dilihat pada kuartal pertama 2016 Datsun telah berhasil memikat pasar dengan mencatatkan angka penjualan di atas 2.000 unit mobil.
“Di kuartal ketiga memang ada penurunan penjualan. Dibandingkan dengan kuartal kedua, penurunannya sampai 40 persen. Kompetisinya memang semakin ketat, ditambah lagi dengan adanya pemain baru di segmen LCGC yang membuat performa (penjualan) Datsun tidak sesuai harapan,” ujar Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja, yang dikutip dari Berita Satu
Tapi Datsun tetap optimis bahwa pasar LCGC punya masa depan dan akan semakin berkembang dimana bakal punya pengaruh positif pada penjualan mobil Datsun.
“Kami masih optimistis dengan pasar LCGC, masih banyak yang belum tergarap. Kita tahu bahwa pasar otomotif sebenarnya tidak berkembang, segitu-gitu aja. Masih banyak konsumen yang belum bisa memenuhi keinginannya untuk memilki kendaraan yang terjangkau seperti Datsun,” tutur Indriani.
Sementara di pasar LCGC, sepanjang November 2016 Toyota Calya membuat angka fantastis dengan penjualan 10.118 unit mobil dengan diikuti saudara tirinya Daihatsu Sigra sebanyak 6.511 unit mobil.