February 26, 2021
Boleh Music
Music Review Musicology What's New

Kayu Eksotis, Sebuah Keajaiban Lukisan Alam Pada Gitar

West Brass – Kita mungkin akan melihat satu atau beberapa gitar dan bas dengan corak kayu dan nishing seperti seperti pada gambar. Buat sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya mengapa sebuah gitar bisa bercorak seperti itu? Kayu apa gerangan yang digunakannya? Apakah itu merupakan hasil proses pengecat- an? Apa keistimewaannya? Setiap kayu memiliki warna, corak dan serat tersendiri. Kayu alder, poplar, basswood, agathis dan kayu lain yang tidak memiliki serat yang istimewa, sehingga lebih sering dicat dengan warna solid, warna yang menutup seluruh permukaan kayu. Dengan begitu, serat-serat kayunya tidak terlihat.

Kita bisa menikmati estetika keindahan instrumen dengan warna-warni cat solid yang beragam. Dapat juga di- nish custom graphic airbrush atau tempelan gambar di bodi. Apapun cara dan warna nishing, yang ditonjolkan disini adalah warna, bukan serat kayu. Sementara mahogany dan ash memiliki pori-pori kecil yang membentuk pola serat, terkadang tebal dan membentuk urat kayu yang menarik sehingga lebih banyak di nish natural atau lapisan clear yang berwarna transparan.

Lalu ada kategori yang disebut kayu eksotis, kayu yang memiliki serat mengagumkan, didapat dari pelosok negara tertentu, jarang ada dipasaran, dengan ketersediaan cukup terbatas. Misalnya saja kayu koa yang hanya tumbuh di Hawaii, zebrawood, bubinga, korina, wenge, limba, cocobolo, sapele, dan beberapa jenis kayu yang sudah cukup akrab dengan pembuatan alat musik namun dari spesies tertentu seperti spalted maple, gured walnut, gured mahogany, redwood, lacewood dan lain sebagainya.

Finishing pada kayu kayu eksotis bisa dipastikan hanya di cat clear natural, atau sedikit cat warna transparan.Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk memamerkan keindahan kayunya. Kayu yang diguna- kan pada gambar diatas dan dibawah ini termasuk salah satu kayu eksotis. Kayu yang memiliki serat dan gur sangat menawan dan indah bila di nishing clear atau warna transparan.

Tidak heran, sepanjang seperempat abad terakhir pasaran instrument musik banyak dibanjiri oleh produk gitar elektrik, akustik dan bass dengan kayu ber- gur sebagai salah satu produk kelas Hi-End. Instrumen dengan kayu seperti ini adalah spesial, cantik, lain dari yang biasa dan lebih menarik perhatian pan- dangan mata dibanding instrumen yang sama dengan gur serat tidak menonjol, dan dicat warna solid.

Di antara sekian banyak kayu eksotis yang dapat digunakan untuk gitar dan bass, yang paling sering dipakai adalah jenis dari Maple, Quilted maple dan Flame maple. Selain dari segi keindahan estetika, kedua gur maple ini mem- bantu untuk menambah karakter tight dan bright dari keseluruhan body bila ketebalan kayu yang digunakan lebih dari 1⁄4 inci.

Quilted memiliki penampilan seperti riak air. Sedangkan ame, seperti namanya, menggambarkan corak seperti lidah api, terkadang disebut juga curly maple atau tiger stripe.

Produsen gitar kelas high end custom boutique builder seperti, Dean, Tom An- derson, Framus, Terry McInturff, Briggs, Suhr banyak menggunakan kedua jenis maple ini di salah satu tipe produknya. Jangan lupakan Gibson Les Paul, yang sejak standard series ’58 dan ‘59 sudah menggunakan ame maple di atas kayu mahogany, hingga keluarlah gitar PRS yang dengan teknik pengecatan yang membuat estetika penampilan gitar lebih dari sekedar alat musik bersenar.

Metode Konstruksi

Konstruksi kayu eksotis tersebut biasanya hanya sebagai laminate top, artinya menjadi sebuah lapisan yang ditumpuk di atas kayu jenis lain. Sebuah instrumen yang mengguna- kan kayu gur dan eksotis untuk full body bisa dibilang jarang karena kayu ber gur terbilang mahal harganya, walaupun nilainya juga tergantung pada grade yang dimiliki.

Semakin tinggi tingkatan gradenya, semakin tebal atau kompleks gurenya dan semakin mahal harga dipasaran. Sewaktu kayu tersebut belum di- nish, serat gurnya tidak terlalu kelihatan dan biasanya dilap dengan kain basah atau disemprot mineral spirit untuk melihat pola gurnya seperti apa jika telah di- nish. Figur sifatnya mere eksi cahaya dari arah yang berbeda mis- alnya ame maple dapat terlihat dari sudut pandang tertentu.

Adalah cat clear nishing atau cat stain transparan yang menonjolkan gur seratnya dan membuatnya seperti ‘melompat’ keluar.

 Ketika melihat gitar di atas dengan kayu eksotis, kebanyakan pola gur terpisah/ terputus ditengah body. Menapa demikian? Karena untuk membuat satu gitar dengan gur tanpa putus di seluruh bagian atas bodi akan membutuhkan satu piece kayu gure yang lebar. Jarang ada potongan kayu yang tersedia, kalaupun ada, harganya sudah tentu mahal.

Biasanya, untuk membuat konstruksi instrumen seperti ini bermula dari dua buah kayu dengan pola gur yang sama dan diatur gur serat yang pal- ing sesuai ketika akan ditempatkan berdampingan. Kedua potongan tadi disatukan, lalu dipotong/ dibentuk sehingga siap untuk ditempel di atas kayu dasar.

Bookmatch

Ada juga istilah bookmatch, yaitu memotong satu buah lembaran kayu secara horisontal dan ketika dibuka seperti sebuah buku, akan menjadi dua bagian dengan serat gur yang sama. Jika kedua lembaran ini digunakan sebagai lapisan atas pada gitar, akan menghasilkan efek yang dramatis, karena di sisi bass dan trebel memiliki pola serat gur yang sama.

Karakter suara

Kayu gur untuk lapisan top memiliki ketebalan yang beragam, tergantung pada pabrikan atau luthier yang mem- buatnya, atau tergantung juga pada permintaan dari pelanggan bila akan membuat gitar custom.

Biasanya mulai dari 3 mm, 6 mm hingga 20 mm atau 3⁄4” yang umumnya di- gunakan pada gitar model carved top seperti PRS ataupun Les Paul. Ketebalan dibawah 6 mm tidak terlalu mempen- garuhi karakter suara, tone gitar tetap berdasar pada kayu inti yang berada dibawahnya. Jika menggunakan kayu alder dengan ketebalan top maple 1/8” , soundnya akan tetap seperti alder, bukan maple. Semakin tebal kayu top, maka semakin mahal pula harganya.

Dan jika kamu melihat instrumen gitar atau bass dengan kayu gur tetapi harganya cukup murah di toko musik, dengan kisa- ran harga dibawah 8 juta, kemungkinan kayu yang digunakan adalah veneer. Veneer adalah helai kayu yang sangat tipis, seperti kertas. Banyak juga

kayu eksotis yang tersedia dalam bentuk veneer. Untuk tujuan menekan/mengurangi
biaya produksi tanpa menghilangkan nilai estetika keindahan, banyak pabrikan yang memilih menggunakan veneer, terutama untuk gitar-gitar yang di produksi di Asia. Hanya saja, keindahan dari efek dramatis serat gur tidaklah terlalu dapat dihasilkan pada veneer, jika dibandingkan dengan efek yang dihasilkan dari kayu gur solid. Mengingat untuk menonjolkan seratnya tersebut dibutuhkan teknik pengecatan dan proses pengamplasan berulang kali, dan veneer terlalu tipis untuk di terapkan pada metode tersebut.

Memang, nilai sebuah instrumen dan kayu adalah masalah selera saja, namun kamu bisa ber- bangga hati apabila memiliki gitar atau bass dengan kayu gur/ eksotis yang di nish natural. Apalagi, alam tidak akan membuat lagi serat kayu yang sama persis antara serat yang satu dengan lainnya, dan cuma kamu yang memiliki instrumen dengan serat kayu seperti yang kamu miliki. Bukankah sesuatu yang hanya ada satu di dunia bisa menjadi begitu berharga dan tentu- nya sudah pasti bernilai bukan ??

Related posts

Hari Musik Nasional PRISINDO Umumkan Distribusi Royalti Tahunan dan Pengurus Baru

Qenny Alyano

“Tunjukkan” Kolaborasi Terbaru Afgan Dan Raisa

Boleh Music

Refleksi Perbedaan Pendapat Mikha Angelo Dengan Sang Ibu Lewat “Middle Ground”

Boleh Music