October 20, 2019
Boleh Music
What's New

Danilla Luncurkan Mini Album (EP) ‘Fingers’ Di ‘Synchronize Festival 2019’

South Jakarta – Pada 30 September 2019 dini hari, musisi Danilla Riyadi memberi kejutan. Tanpa banyak pemberitahuan sebelumnya, tiba-tiba penyanyi dan pencipta lagu asal Jakarta ini melepas sebuah mini-album berjudul ‘Fingers’ di berbagai platform digital. “Lebih enak yang langsung,” kata Danilla sambil tertawa. “Sengaja diluncurkan tanpa woro-wiri karena tujuannya adalah berbagi.”

Lewat  ‘Fingers’  – yang juga akan mulai dijual dalam format CD di festival musik ‘Synchronize Festival 2019’  pada 4 Oktober nanti, lalu diedarkan oleh Demajors ke seluruh Indonesia, Danilla ingin  menuangkan keresahannya terhadap isu sosial dan kemanusiaan. “Kebetulan saat itu keadaan di sekitar sedang panas, dan keresahan aku terhadap beberapa isu tersebut membuat aku melahirkan ‘Fingers’ ,” katanya.

Mini-album ini diberi judul  ‘Fingers’  karena, menurut Danilla, “aku pribadi suka sekali dengan jari tangan, dan entah apa yang terjadi dengan karya-karyaku kalau jari-jariku bermasalah.” Nama-nama jari juga dijadikan judul dari kelima lagu yang terdapat di  ‘Fingers’ . Danilla menjelaskan, “Semua lagu itu mewakili jari-jari tersebut. Misalnya, ‘Thumb’ dan ‘Pinky’ yang memiliki durasi lebih pendek dari lima lagu ini. ‘Index’ mewakili lambang telunjuk yang konon memiliki konotasi mengatur atau penguasa. ‘Middle’ adalah lambang jari tengah, di mana kita sudah seperti diperkosa oleh kehidupan. Lalu ‘Ring’ tak lain dan tak bukan tentang isu kebersamaan di negara kita.” Semua lirik di  ‘Fingers’  berbahasa Inggris, karena “entah mengapa saat membuat lagunya seolah-olah memang enakan dinyanyikan pakai bahasa Inggris,” kata Danilla.

‘Fingers’ juga menandakan pertama kalinya Danilla berperan sebagai pencipta lagu dan produser tunggal untuk sebuah kumpulan karyanya, serta memainkan semua instrumen. Ini disebabkan Lafa Pratomo, mitra andalan dalam perjalanan bermusik Danilla selama ini, tak bisa banyak terlibat seperti biasanya karena sedang sibuk dengan proyek rekaman lain. Maka Lafa menganjurkan Danilla untuk bekerja sendiri kali ini, dengan keterlibatan Lafa sebatas memberi bantuan teknis di studio, mengisi sedikit gitar di akhir lagu “Middle”, serta mengerjakan mixing. Proses rekaman pun berlangsung di Ruang Waktu Music Lab, studio rekaman yang dikelola Lafa. “Ruang Waktu itu seperti rumah saja. Yang utama adalah energi yang ada di sana sudah menyatu dengan badan,” kata Danilla.

Danilla

Alhasil, Danilla mendapat kesempatan untuk berkreasi dengan lebih leluasa, namun tetap dalam lingkungan yang nyaman dan familier. “Ego terpenuhi semua. Untuk teknis aku percayakan sama Lafa dan Ruang Waktu Music Lab karena digarap di sana, namun dari segi kreatif aku bebas sekali bisa berbuat sesuka hati. Membuat album sendiri itu menyenangkan,” katanya.

Dengan demikian, tak dapat dipungkiri jika  ‘Fingers’  akan terdengar sedikit berbeda dibanding  album ‘Telisik’ dan ‘Lintasan Waktu’. Tapi bagi yang sudi mencicipi suguhan ini, Danilla berharap, “Semoga yang mendengarkan mendapat siraman musik baru dan segar dari  ‘Fingers’. Lahir di Jakarta, 12 februari 1990, pemilik nama Danilla Riyadi atau biasa dikenal dengan nama Danilla melakukan kegiatan bermusik secara profesionalnya sejak tahun 2012.  Pertemuan dengan Lafa Pratomo di tahun tersebut merupakan langkah awal menjalani proses rekaman untuk melahirkan sebuah album perdananya berjudul Telisik yang rilis di tahun 2014 bekerja sama dengan demajors.

Danilla Promotional Photo

Lewat album ‘Telisik’, Danilla disemat apresiasi oleh berbagai media saat itu seperti Rolling Stone yang di tahun pertama perilisan albumnya memberikan penghargaan sebagai ‘Best New Comer’ serta memasukan album ‘Telisik’ ke dalam salah satu dari 14 rilisan album terbaik di tahun tersebut.

Tiga tahun berselang dan berproses, di tahun 2017, bersama produser yang sama, Lafa Pratomo, Danilla menyelesaikan album keduanya berjudul ‘Lintasan Waktu’. Di dalam ‘Lintasan Waktu’ itu sendiri, dibuatlah video musik yang diunggah lewat platform Youtube single seperti Aaa, Dari Sebuah Mimpi Buruk dan Laguland.

‘Lintasan Waktu’ oleh Danilla disebut sebagai album yang lebih menunjukkan karakter musik dan penulisan lagu yang “sangat Danilla”, mengingat porsi andilnya yang lebih besar dalam produksi, penulisan lagu dan sejumlah pengerjaan aransemen. Tidak seperti album sebelumnya yang cenderung lebih berwarna Lafa Pratomo di dalamnya. (SPR)

Related posts

Merajut Kembali Persatuan Indonesia Lewat Konser ‘Indonesia Bersatu’

Qenny Alyano

Marcello Tahitoe Rilis Album ‘Antistatis’ Dengan Single “Hanyut”

Boleh Music

Siap Rilis Album Baru Korn Luncurkan Single “You’ll Never Find Me”

Qenny Alyano