January 31, 2023
Boleh Music
Event & Community

Penantian 7 Tahun Calvin Harris Sukses Panaskan DWP 2019 Hari Ketiga

South Jakarta – Perayaan dekade terbaru Djakarta Warehouse Project (DWP) sejak 13 Desember lalu berakhir Senin dini hari bersama ribuan pencinta musik dari berbagai belahan bumi dan keragaman genre musik elektronik yang ditampilkan musisi-musisi terbesar dunia.

Harus diakui bahwa salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu di edisi ke-11 DWP adalah kembalinya Calvin Harris ke Indonesia. DJ dan produser asal Skotlandia tersebut akhirnya kembali ke DWP, lengkap dengan stage production khasnya yaitu sebuah podium khusus tempat Ia tampil yang diapit dua menara kecil di kedua sisinya.

Penantian 7 tahun penggemarnya terbayarkan saat hit demi hit Ia bawakan termasuk “Summer”, “We Found Love”, “One Kiss”, hingga “Sweet Nothing”. Penonton yang memenuhi area penonton Garuda Land hingga jauh ke belakang dengan antusias menyanyikan lagu-lagu yang Ia bawakan. “Jakarta! Thank you for having me here,” ujar Calvin.

Calvin Harris Sukses Panaskan DWP hari ketiga foto : NRN )

 

Calvin Harris foro : NRN )

Di panggung Neon Jungle, untuk pertama kalinya di Indonesia, David “Dave 1” Macklovitch dan Patrick “P-Thugg” Gemayel yang tergabung dalam Chromeo, membawa nuansa synth-pop dan funk ke DWP. Mereka tampil tepat setelah Kallula x Pon Your Tone Soundsystem di mana debut single Kallula, “This Love”, serta lagu “Skin to Skin” milik Monica Karina dan “Woosha” dari Matter Mos secara bergantian dibawakan oleh masing-masing penyanyi seraya Dipha BarusJnaroKayman, dan Jidho bermain di deck DJ.

Meskipun tampil di jam yang sama dengan Calvin Harris, Tinashe mempersembahkan sebuah set yang prima dan enerjik di panggung Neon Jungle yang merupakan panggung perdananya di Indonesia. Selain Calvin Harris, DJ dan produser asal Perancis, Martin Solveig, akhirnya kembali ke panggung DWP sejak 2013. Lagu terbarunya, “Juliet & Romeo”, turut ditampilkan di antara hit-hit miliknya seperti “Hello” dan “Intoxicated”.

Keberagaman genre di DWP disajikan hingga akhir acara. Lagu “Rise” milik Jonas Blue menutup set tropical house/EDM khasnya, lengkap dengan pesta kembang api yang menghiasi langit JIEXPO Kemayoran. Sementara itu, sound hardstyle dari Brennan Heart menggema di antara ribuan penonton di Neon Jungle yang masih memadati panggung indoor tersebut hingga akhir set Brennan. Sementara itu di panggung D’Empire, set Motez yang sarat dengan beat techno dan house ciri khas DJ asal Australia tersebut menutup panggung D’Empire.

Tinashe

Kembang api saat penampilan Jonas Blue

Perjalanan Djakarta Warehouse Project (DWP) dimulai di tahun 2008 saat edisi pertamanya diadakan di klub Blowfish Jakarta dan masih bernama Blowfish Warehouse Project. Sebanyak lebih dari 5,000 orang hadir di edisi pertama festival gelaran Ismaya Live tersebut yang dari tahun ke tahun berinovasi dan tumbuh secara konsisten hingga hari ini, menjadikan DWP sebagai salah satu festival musik terbesar di Asia.

Keragaman merupakan nilai utama DWP yang menampilkan berbagai sub-genre dari payung musik dance tiap tahunnya. Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” dari Garuda Pancasila merupakan inspirasi dari panggung utama DWP, Garuda Land, yang dirancang dengan megah. Mulai dari 2010, DWP digelar tiap tahunnya selama satu hari sampai dengan tahun 2014 dimana DWP untuk pertama kalinya diadakan selama dua hari sampai edisi kesembilannya di tahun 2017.

Selama 10 tahun perjalanannya, DWP telah menyatukan ribuan pencinta musik dari seluruh dunia dan ratusan musisi mancanegara dan Indonesia, termasuk nama-nama besar seperti Calvin Harris, Steve Aoki, Carl Cox, The Weeknd, Skrillex, Tiesto, Diplo, Major Lazer, Martin Garrix, David Guetta, Armin van Buuren, Zedd, Kaskade, Axwell x Ingrosso, DJ Snake, dan Marshmello. (SPR)

crowd

Martin Solveig foto : NRN)

Related posts

‘Synchronize Festival 2020’ Disiarkan SCTV Hadirkan Musisi Ternama

Qenny Alyano

Collabonation Tour Hadir Menyapa Solo Hadirkan Nadin Amizah dan Kunto Aji

Qenny Alyano

Dari Upacara Bendera Sampai Live Band Ramaikan ‘Festival Mesin Waktu 2019’

Qenny Alyano