March 31, 2020
Boleh Music
New Comers

Bagustik dan Komunitas Musik Proggresive Ramaikan ‘Live Music Jauhi Narkoba’

South Jakarta – Gelaran event “Live Music Jauhi Narkoba” kembali berlangsung pada hari Sabtu, 22 Februari 2020 di Grandkemang Hotel, Kemang, Jakarta. Acara yang digagas Deteksi Production tersebut telah memasuki minggu keenam dan terus menyerukan bahaya dari penyalagunaan narkoba ( narkotika dan obat/bahan berbahaya ) di berbagai kalangan terutama para musisi.

Dalam acara kali tampi duo Bagus dan Astrid yang tergabung dalam grup Bagustik. Malam itu Bagustik, tampil menghibur dengan membawakan lagu-lagu lintas generasi dan juga lintas genre. Dengan format duet, Bagustik sukses menghibur para pengunjung Grandkemang dengan lagu-lagu seperti “Heaven” – Bryan Adams, “A Thousand Years” – Christina Perri, “You Are the Reason” – Calum Scott sampai lagu “Cendol Dawet” – Didi Kempot yang dibawakan dengan versi Bagustik.

Bagustik Live

Dalam keterangannya, Bagus menjelaskan tentang konsep dari Bagustik, “Tadinyan namanya pake c tapi akhirnya pakai k aja deh lebih gampang, Bagustik, Bagus Akustik, ternyata main berdua doang atau bertiga doang enak nih, seru-seruan bisa ngulik banyak lagu. Bikin Bagustik tuh 2017, sebenarnya sih sederhana banget bikin duo gini biar gampang dapat gig. Jadi saya suara satu dia suara dua. Ketemu sama Astrid dari komunitas nama Smule, Smulenesian. Di aplikasi itu udah bikin beberapa lagu sendiri cuma belum dirilis.”

Sementara mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan musisi, Bagus memberi komentar, “Kalau di angkatan gue, nineties, harusnya udah lewat ya, kecuali yang emang niat, nyari ‘mood’, menurut mood nyari sendiri, ‘you become your own drugs’ kalau menurut gue, jadi lo mau happy yah happy, mau ceria ya ceria, rugi kayaknya, hidup sehat aja, kalau mau drugs no drugs, your mind is your own drugs.”

Selain Bagustik juga hadir musisi Fadil dari band Discuss yang juga bagian dari komunitas musik progresif  hadir malam itu memberikan komentar, “Produk musik progresif sudah diakuin baik dunia musik internasional maupun disini, tetapi tetap dianggap minor kita juga susah ngembangin sayap. Dulu ada satu wadah namanya Indonesian Progressive Society yang dipimpin almarhun Andi Julias. Dari situ kita membuktikan secara produk sejumlah album, ternyata banyak peminatnya. Kemudian kita bikin kompilasi Indonesian Mahardhika, rilis tahun 2015. Sejak 2015 karena masih euphoria tugas kita sama-sama jualin. Secara konsep musikal mengapresiasi karya lagu-lagu baru tapi secara tema masih banyak ragam. Indonesia Mahardhika didukung Indra Lesmana, Rick Wakeman dari YES. Akhirnya 2019 kita bikin konser.”

Fadil juga menuturkan akan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang punya hubungan baik dengan Dinas Pariwisata  isu untuk memajukan semua kesenian yang dianggap minor termasuk musik progressive, “Malam ini sejumlah teman ikut mensupport ‘jauhi narkoba’ paling tidak hari ini Februari 22, menjelang Juni 22, ada gerakan ‘Jakarta 22’ apa yang mau dicari ? Bisa Jakarta bebas narkoba 100 persen, isunya musik progresif satu mendukung anti narkoba, dua merangsang pemuda untuk berkarya, tiga butuh bantuan termasuk media, promotor dan pemerintah.”

Komunitas Musik Progressive mengajak pengunjun ber-Instastory dukung gerakan ‘Jakarta 22’

Related posts

Gelar Jumpa Fans Nominator AMI Awards Ratu Meta Siap Rilis Single Bareng Suami

Qenny Alyano

Musisi Jason Ranti Hadir Di Film Dokumenter ‘Sesudah Pergaulan Blues’

Qenny Alyano

Band Alt Pop Asal Amerika COIN Rilis Album Dreamland Dengan Single “Into My Arms”

Qenny Alyano