March 31, 2020
Boleh Music
New Comers

Sajama Cut Rilis Single “Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea” Dalam Bentuk Cassingle

South Jakarta – Lima tahun setelah merilis album terakhir mereka ‘Hobgoblin’, Sajama Cut kembali dengan single terbaru mereka “Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea”. Band yang dikenal sebagai salah-satu pelopor skena indie 2000-an ini akan merilis lagu baru tersebut dalam format kaset-single alias cassingle pada tanggal 1 Maret 2020 di bawah naungan label independen Lamunai Records.

Lagu yang berjudul unik tersebut adalah simbol dari kembalinya Sajama Cut ke skena musik lokal  setelah hiatus dari panggung live selama 3 tahun.  “Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea” adalah lagu bernuansa enerjik dengan melodi yang emosional dan mudah dicerna, serta lirik yang abstrak namun menggugah – sebuah ciri yang mengingatkan fans pada album ‘The Osaka Journals’ (2005), album kedua Sajama Cut yang banyak dipuja khalayak musik lokal.

Vokalis dan multiinstrumentalist band Marcel Thee menjelaskan, “Cassingle series ini mengingatkan gue pada kaset pertama yang gue beli dengan uang sendiri di tahun 1990 – single Iron Maiden yang berjudul “Holy Smoke”. Gue hanya mampu membeli itu saat itu, namun oleh sebab keterbatasaan itu, dua lagu di dalam single tersebut sangat spesial nilainya. Gue putar berulang-ulang. Kita ingin memberikan pengalaman itu kepada Sajama Kids; sebuah keindahan dalam keterbatasan di era dimana berjuta-juta musik begitu gampang didapat.“

Cassingle tersebut juga akan menampilkan lagu baru lainnya, yang berjudul Lukisan “Plaza Selamanya, Leslie Cheung“ Melukisku Melukisnya. Lagu ini diramaikan dengan aransemen strings dan koir dari komponis yang sedang banyak di-appresiasi asal Pontianak, Nursalim Yadi Anugerah. Cover kaset tersebut di-desain oleh design house Table Six dengan fokus visual skulptur wajah Marcel Proses preproduksi untuk lagu-lagu baru ini berlangsung cukup intens.

“Selama 5 tahun setelah ‘Hobgoblin’, kita melakukan preproduksi untuk materi-materi baru ini. Terinspirasi khususnya dari panggung-panggung enerjik yang kita mainkan selama promo album itu, kita mulai menggubah karya-karya ini dari 2016, dengan cara paling konvensional yang pernah kita lakukan – yaitu meng-aransemen lagu di studio latihan,“ jelas Marcel.

“Album-album kita sejak Osaka semuanya adalah materi yang banyak dikerjakan di studio rekaman. Kompleks dan cukup menantang. Kali ini, kita ingin menerjemahkan energi panggung secara lebih sederhana dan tanpa filter, langsung ke pita rekaman,“ sambungnya.

Lirik yang selalu menjadi salah satu ciri Sajama Cut yang paling banyak dibahas pun tetap menawarkan ketajaman yang unik. Khususnya karena bentuk yang jauh dari klise-klise lirikal. Kedua lagu ini adalah lirik bahasa Indonesia Sajama Cut pertama setelah album pertama mereka ‘Apologia’ di tahun 2002.

Jelas Marcel, “Lirik bahasa Indonesia mungkin dipertanyakan orang, tapi gue pribadi tidak pernah berencana secara intelektual. Semuanya organik. Lirik di lagu ini pun muncul secara alami ketika gue mulai menulisnya. Seperti biasa, banyak hal yang ingin gue tumpahkan, namun ada fokus tematik ke realita kedewasaan – Bahwa semakin kita berumur, kita semakin pintar. Dan dengan kepintaran itu, penderitaan duniawi semakin akrab. Manusia berevolusi pelan menuju duka kehidupan.“

Penggemar mereka yang disebut Sajama Kids sudah lama mengelukan kembalinya band yang beranggotakan Marcel Thee, Dion Panlima Reza, Hans Citra Patria, Arta Kurnia, dan R Banu Satrio ini ke panggung, dan harapan tersebut akan menjadi kenyataan pada hari peluncuran cassingle tersebut.

Pada hari yang sama Sajama Cut akan mengadakan sebuah surprise appearance di acara bertajuk ‘Sunday Pop’ di venue Panhead di Radio Dalam, bersama dengan band-band seperti Logic Lost, Ballads of the Cliche, Dam-Dam Pop dan Gascoigne. Di acara tersebut Sajama Cut akan memainkan Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea serta beberapa lagu baru lainnya. Acara tersebut dimulai pada jam 7 malam dan fans yang membeli kaset otomatis mendapatkan akses masuk gratis.

Tentang Sajama Cut

Sajama Cut terbentuk pada tahun 1999 di Jakarta, Indonesia dan dikenal sebagai salah satu band yang meledak pada era musik independen awal 2000-an. Mereka telah merilis 4 album, sejumlah  mini album yang banyak mendapatkan pujian dari khalayak dan kritisi musik dalam dan luar  negeri, serta berpartisipasi di beberapa soundtrack dan album kompilasi, termasuk di antaranya  film “Janji Joni” dan juga “JKT: SKRG” yang legendaris. Single mereka. “Less Afraid,” “Fallen Japanese,” “Alibi,” “Painting/Paintings”, dan “Fatamorgana” menembus posisi pertama di beberapa chart di radio.
Sajama Cut telah menerima banyak liputan dan apresiasi dari publikasi seperti Rolling Stone, HAI, Nylon, Esquire, Trax, FHM, The Jakarta Post, etc. Mereka juga telah tampil di beberapa siaran  langsung di TV seperti Indonesian Morning Show, beberapa acara di MTV Indonesia, Radio Show, etc.

Sajama Cut telah bekerja dengan beberapa musisi dan videografer dari Amerika Serikat, Inggris, Luxembourg, Jerman, Singapura, Jepang, Norwegia, Swedia, Belanda dan sebagainya. Sajama Cut telah tampil di banyak konser, di antara dengan band-band kelas dunia seperti Asobi Seksu, MGMT, The Whitest Boy Alive, Ruins Alone, Ken Stringfellow, The Radio Dept., Sore, White Shoes and the Couples Company dan The Brandals.

Band ini terkenal karena keaktifannya dalam berkolaborasi dengan artis artis kontemporer baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk di antaranya Broken Machine Films, Ika Vantiani, Anggun Priambodo, Katherine Karnadi, dan banyak lagi. Album terakhir mereka ‘Hobgoblin’yang dirilis pada Juni 2015 secara kilat menjual habis cetakan pertamanya sebanyak 1000 kopi. Album tersebut dirilis di bawah naungan label Elevation Records dalam format CD dan kaset. Dalam album ini, Sajama Cut berkolaborasi dengan 20 pelukis, ilustrator, penulis puisi, videografer dan sutradara sebagai bentuk kampanye promosinya.

http://facebook.com/sajamacut

http://twitter.com/sajama_cut

http://instagram.com/sajama_cut

http://sajama-cut.com

(SPR)

Related posts

Ikuti Jejak Sang Kakak Neona Rilis Debut Album ‘With Love’

Qenny Alyano

Prihatin Perubahan Iklim dan Cuaca Scared Of Bums Rilis Video Musik “Rise To The End”

Qenny Alyano

Nagaswara Promosikan Single “Lamar Aku” – Wali Lewat Nseries

Qenny Alyano