April 9, 2020
Boleh Music
What's New

Tashoora Luncurkan “Sintas” Kolaborasi Dengan Narasi Untuk The Invisible Heroes

South Jakarta – Peristiwa konflik apapun bentuknya pasti meninggalkan luka. Beberapa tenggelam dalam gelap, beberapa berhasil keluar dari kegelapan dan menuju cahaya menjadi sinar untuk sekitarnya. Belajar dari peristiwa ini, Tashoora (Danang Joedodarmo, Dita Permatas, Gusti Arirang, dan Ikhwan Hastanto) merilis single bertajuk “Sintas”, lagu yang menangkap kisah bangkitnya para penyintas konflik yang juga berkontribusi langsung pada kemanusiaan di sekitarnya.

“Sintas” adalah hasil kerjasama Tashoora dan Narasi. Lagu ini dicipta untuk dipergunakan sebagai soundtrack resmi ‘The Invisible Heroes’, sebuah serial dokumenter oleh Narasi dan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Paramadina. Serial ini sudah bisa ditonton daring sejak 11 Maret 2020. The Invisible Heroes adalah rekam jejak perjuangan para penyintas konflik dalam menjalani hidup sehari-hari sembari berusaha melupakan bayangan kepahitan masa lalu. Penyintas yang diangkat serial ini tidak terbatas hanya pada konflik perang saja, namun juga diskriminasi rasial, konflik berbasis gender dan kelas, bencana alam, body-shaming, hingga perundungan.

Bekerja sama di dua rilisan sebelum ini, Antonius Dian kembali dipercaya untuk mengerjakan artwork single Tashoora. Dalam merespons cerita lagu, Antonius melakukan interpretasi “Sintas” lewat dua individu, satu berjubah kalender dan satu bertopeng lilin, yang sedang beradu panco di dalam sebuah kerangka kubus. Lilin melambangkan harapan bagi penyintas, kalender melambangkan momen-momen traumatis yang telah dilalui, dan adu panco melambangkan perjuangan dan pertahanan. Kerangka kubus diartikan sebagai batas ruang gerak yang dimiliki para penyintas.

“Sintas” adalah lagu pertama yang dirilis Tashoora pada 2020 sekaligus jadi penanda atas bergabungnya Ikhwan Hastanto di grup musik ini. Awan, panggilan akrabnya, resmi melengkapi Tashoora yang sudah tujuh kali berganti formasi. “’Sintas’ secara harfiah berarti bisa dan terus bertahan. Kata ini selain memang didapuk sebagai judul untuk menjelaskan peristiwa yang dialami penyintas konflik, juga kurang lebih menjelaskan perjalanan Tashoora dalam empat tahun terakhir,” tutup Awan.

“This is the perfect song for the movie. Mudah-mudahan bisa membantu kita, siapapun yang punya luka, mendengarkan lagu ini bisa jadi mantra kita saling menguatkan.”

-Najwa Shihab

“Kami senang sekali bisa bergerak bersama Narasi dan PUSAD untuk mengawal isu-isu yang memang perlu diperjuangkan,” ujar Gusti Arirang. Durasi pengerjaan karya ini memakan waktu satu bulan. Lagunya sendiri ditulis secara kolektif oleh seluruh personil Tashoora. “Sintas” berupaya membawa perspektif penyintas konflik dalam perjuangannya keluar dari bayang-bayang masa lalu. Menolak “mati” dan menguatkan sesama menjadi pesan yang dibawa.

“Harapan saya semoga lagu ini bisa menjadi soundtrack untuk menguatkan para penyintas konflik, dan bisa menjadi pengingat untuk saling menguatkan.”

-Adryanto Pratono, CEO Juni Records

 

(SPR)

Related posts

Kolaborasi Ebiet G Ade Dan Adera Di Versi Baru “Untuk Kita Renungkan”

Qenny Alyano

Westlife Siap Gelar Konser Selama 2 Hari Agustus 2019

Qenny Alyano

Orkes PHB Rilis Album Keempat Dalam Bentuk Kemasan Kopi

Qenny Alyano