July 2, 2020
Boleh Music
Musicology What's New

Industri Musik Galang Solidaritas Atas Kematian George Floyd Lewat ‘Blackout Tuesday’

South Jakarta – Di tengah merebaknya pandemi COVID-19, Amerika Serikat yang menjadi negara dengan kasus penularan virus COVID-19 terbesar di dunia saat ini, sedang diramaikan dengan isu rasialisme yang merebak di negara bagian. Hal ini bermula dari meninggalnya George Floyd, seorang Afrika-Amerika, warga Minneapolis, Amerika Serikat , oleh seorang polisi bernama Derek Chauvin. Kematian George Floyd membuat kemarahan dan keprihatinan seluruh warga Amerika dan membuat gelombang unjuk rasa bahkan sampai kekecauan di kota-kota seluruh Amerika Serikat.

Meninggalnya George Floyd tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah label besar yang bergerak di industri musik Amerika Serikat. Sejumlah label rekaman dan anggota industri musik lainnya bergabung untuk menjadikan tanggal  2 Juni sebagai “Black Out Tuesday” sebagai tanggapan atas pembunuhan George Floyd dan protes nasional. Beredar juga hashtag #Theshowmustbepaused sebagai bentuk dukungan untuk aksi protes tersebut,

#Theshowmustbepaused adalah sebuah inisiatif yang dibuat oleh dua wanita kulit hitam dalam musik untuk menghormati rasisme yang sudah berlangsung lama dan ketidaksetaraan yang ada dari ruang rapat ke boulevard, ”tulis duo itu. “Misi kami adalah untuk menahan industri ini secara luas, termasuk perusahaan-perusahaan besar dan mitra-mitranya yang mendapatkan manfaat dari upaya, perjuangan, dan keberhasilan akuntabilitas orang kulit hitam. Untuk itu, adalah kewajiban entitas-entitas ini untuk melindungi dan memberdayakan komunitas kulit hitam yang menjadikan mereka kaya secara tidak proporsional dengan cara yang terukur dan transparan. ”

Warner Records, Universal, Sony, Interscope Geffen, dan Columbia adalah beberapa label yang telah membangun suatu solidaritas. Dalam keterangannya, label-label besar tersebut membuat pernyataan bersama,

“Karena peristiwa baru-baru ini, silakan bergabung dengan kami karena kami mengambil langkah segera untuk memprovokasi pertanggungjawaban dan perubahan.Sebagai penjaga gerbang budaya, adalah tanggung jawab kita untuk tidak hanya datang bersama untuk merayakan kemenangan, tetapi juga saling mendukung selama kekalahan.”

Sementara dalam keterangannya di media sosial, Universal Music Group berbicara menentang pembunuhan atas Geroge Floyd”Dalam kata-kata Dr. King, ‘Ada saatnya ketika keheningan dikhianati.’ Ketika Anda memiliki tanggung jawab untuk mengangkat suara Anda untuk perubahan, saatnya telah tiba.

“Tidak ada tempat di dunia ini untuk kebencian dan kekerasan. Dalam menghadapi kefanatikan dan prasangka, kami bangga dengan cara seniman, penulis lagu dan karyawan kami berbicara. Di UMG, kami berkomitmen untuk menjadi kekuatan untuk membangun. perubahan.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Warner Records dan Insterscope dalam akun media sosial mereka,

View this post on Instagram

#blacklivesmatter #theshowmustbepaused

A post shared by Warner Records (@warnerrecords) on

Related posts

Kembali Digelar Inilah Line Up Fase Pertama ‘We The Fest 2020’

Boleh Music

Iron Maiden Resmi Batalkan Semua Jadwal Konser Di Tahun 2020

Qenny Alyano

Loudness Band Metal Legendaris Jepang Sambangi Indonesia November 2019

Qenny Alyano