July 2, 2020
Boleh Music
New Comers

Dead Bachelors Luncurkan Single “Miss The Memories Bersama Juni Records

South Jakarta –  Tepat satu minggu setelah resmi bergabung dengan Juni Records, Dead Bachelors hari ini melepas single baru berjudul “Miss The Memories”. Sebelumnya Dead Bachelors mengunggah sebuah video berdurasi kurang lebih 6 menit pada akun YouTube dan juga Instagramnya. Dead Bachelors merupakan duo yang terdiri dari Narendra Pawaka (Eda) dan Mario Pratama sebelum ini merilis sebuah single berjudul “A Kiss You Can’t Take Back” dibulan Maret lalu.

Lagu “Miss The Memories” bercerita tentang, konteks lagunya menunjukkan perspektif sepasang anak muda tentang bagaimana cara mereka menghadapi sebuah fase “putus hubungan”. Secara konteks lagunya, ide awal lagu ini datang dari pecakapan antara Eda, Mario dan Andreas Arianto (produser) melalui sebuah pesan singkat di WhatsAppt entang bagaimana mereka ingin membuat lirik mengenai ingin merasakan rasa kangen. 

“And in my head, this is what we are waiting for” menurut Eda ini adalah 1 kalimat yang mendeskripsikan perasaan dia ketika bertemu Juni Records. Eda juga menambahkan “Setelah 1 tahun gue dan Mario kirim demo ke Juni Records kurang lebih satu tahun yang lalu, akhirnya kita diajak ketemuan dengan Juni Records. Kita cukup excited karena untuk band startup akhirnya kita gak akan sendirian lagi ngerjain ini semua.”

Official Artwork Dead Bachelors – Miss The Memories oleh tertandawisnu

 

(kiri ke kanan: Mario, Adryanto, Eda – dok: Juni Records)

“Pertama ketemu Mario Eda waktu saya diundang shooting podcast Duo Budjang. Saya langsung merasa mereka pasti seru untuk diajak bekerja sama. Kebetulan mereka pernah kirim demo ke Juni, tapi sempet bingung ini apa subject cuman truth or dare? Gak ada tulisan di body emailnya. Saya dan tim A&R kira kita lagi dikerjain, makanya tidak kita tanggapi serius,” terang CEO JUNI Records, Adryanto Pratono.

“Miss The Memories” akan menjadi track pembuka dalam EP Part II Dead Bachelors, secara Lagu ini ditulis oleh Narendra Pawaka, Mario Pratama sekaligus Andreas Arianto. Secara genre, Dead Bachelors menggabungkan berbagai genre ‘electronic music’ seperti house, EDM dan juga memadukannya dengan elemen musik pop tahun 2000-an. Dekat diakhir lagu mereka juga dengan berani menambahkan elemen yang tidak terduga, mereka merubah alur musiknya ke arah hip hop dengan Eda memamerkan kebolehannya ngerap. Walaupun sedikit abstrak, Dead Bachelors berhasil menjaga konsistensi kualitas dan warna musiknya.

Duo penyiar terbaik hari ini, Narendra Pawaka dan Mario Pratama membentuk sebuah band dengan nama Dead Bachelors. Dalam duo ini, Narendra atau yang akrab dipanggil Eda bernyanyi, menulis lagu sekaligus bermain ukulele. Mario sebagai drummer. Kombinasi yang dikenal juga sebagai Duo Budjang ini memadukan banyak referensi musik dari lintas generasi dan juga genre, dari mulai Synth pop tahun 80, Old school rock tahun 90-an sampai dengan pop terbaik era 2000an.

Beberapa referensi musik mereka ada BLEACHERS (Jack Antonoff), The Weeknd, Rex Orange County, Tears for Fears. Sekilas Dead Bachelors membuat musik yang terdengar komedik namun tujuan mereka sebenarnya adalah membuat sesuatu yang dapat dimengerti dan juga mudah dirasakan pendengarnya. Bagi Dead Bachelors yang terpenting dalam bermusik adalah bisa menghibur orang-orang dalam masa gelapnya. “ We want to shed some light  during the darkest of days of someone to remind them there is always a light at the end of everything.” (SPR)

Related posts

Boy In Space Rilis Ulang Single Lawas Alphaville “Forever Young”

Qenny Alyano

Bernyanyi Sejak Kecil Jessica Xaviera Produseri Single Baru “Could’ve Been”

Qenny Alyano

Pengalaman Pribadi Rheno Poetiray Rilis Debut Single “Mengincarmu”

Qenny Alyano