September 22, 2020
Boleh Music
Musicology

Google Play Music Bergabung Dengan YouTube Music Mulai Akhir Tahun Ini

South Jakarta – Google Play Music akan berhenti beroperasi pada akhir tahun ini dan bergabung dengan YouTube Music. Hal tersebut diumumkan dalam  postingan blog terbaru YouTube yang bisa disimak di https://blog.youtube/news-and-events/youtube-music-will-replace-google-play-music-end-2020/. Diumumkan pada Selasa (4 Agustus), Google mengungkapkan,  pengguna Google Play Music yang sekarang masih aktif perlu mentransfer musik pustaka  mereka ke YouTube Music sebelum aplikasi sebelum mereka menutup layanan streaming untuk musik baru pada bulan September (untuk Selandia Baru dan Afrika Selatan) atau Oktober (seluruh dunia).

Meskipun demikian, Google Play Music akan tetap menyimpan playlist pengguna, mengunggah (upload), purchase dan likes hingga bulan Desember untuk memberi mereka cukup waktu untuk mentransfer. Untuk mendorong pengguna melakukan swap, YouTube Music telah meningkatkan fitur-fiturnya dalam beberapa bulan terakhir, dengan fokus pada fungsi-fungsi pembuatan daftar putar dan tab ‘penjelajahan’ baru. Dalam keterangannya YouTube Music mengungkapkan,

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah menyambut pendengar Google Play Music ke YouTube Music karena mereka dengan mudah mentransfer pustaka musik mereka, preferensi selera pribadi, dan daftar putar ke YouTube Music. Hari ini kami mengumumkan dua pembaruan penting. Pertama, YouTube Music akan menggantikan Google Play Music pada Desember 2020. Pengguna akan memiliki kesempatan untuk mentransfer perpustakaan musik mereka dari Google Play Music ke YouTube Music dalam jangka waktu tersebut. Kedua, dalam beberapa bulan mendatang, pengguna Google Play Music tidak lagi dapat melakukan streaming dari atau menggunakan aplikasi Google Play Music. Selain itu, kami membuat perubahan pada Google Play store dan Music Manager.”

“Dimulai pada September 2020 di Selandia Baru dan Afrika Selatan – dan pada Oktober untuk semua pasar global lainnya – pengguna tidak lagi dapat melakukan streaming dari atau menggunakan aplikasi Google Play Music. Tapi jangan khawatir, kami akan menyimpan hal-hal seperti daftar putar, unggahan, pembelian, suka, dan lainnya hingga Desember 2020 untuk mempermudah transfer anda ke YouTube Music. Pengguna yang ingin mentransfer perpustakaan musik mereka dari Google Play Music ke YouTube Music, dapat melakukannya hingga Desember 2020, setelah itu perpustakaan Google Play Music mereka tidak lagi tersedia.” tambah keterangan tersebut.

Sebelumnya seperti dilaporkan Billboard pada tahun 2017, merger Google Play Music dan YouTube Music telah menjadi bahan diskusi selama bertahun-tahun. Head of Music global YouTube, Lyor Cohen mengatakan menyisir dua layanan streaming premium Google, Google Play dan YouTube Red (sekarang YouTube Premium), penting untuk membangun jumlah pelanggan.

“Yang pertama dan paling penting adalah menggabungkan YouTube Red dan Google Play Music dan memiliki satu penawaran,” kata Cohen.“Dan kemudian keluar dan bersuara keras dan bangga tentang apa yang mereka bangun, kemudian mendapatkan kredibilitas dari mitra kami dan pemegang hak musik [dan menunjukkan] bahwa kami benar-benar peduli membangun bisnis berlangganan.” tambah Cohen.

Related posts

Masa Pandemi Tik Tok Luncurkan Stiker Donasi Amal Untuk Para Pengguna

Qenny Alyano

M Bloc Tempat Baru Aktivitas Kreatif Milenial Di Selatan Jakarta

Qenny Alyano

Peduli Pekerja Musik Lapangan Sejumlah Artis Kumpulkan Dana Lewat Live Nation Charity Fund

Boleh Music