December 5, 2021
Boleh Music
New Comers

Matter Halo Rilis Album ‘Nightvision’ Lepas Single “Red Light”

South Jakarta – Walau masih berada di tengah pandemi sekarang ini, Matter Halo, duo Indie-rock asal Jakarta yang terdiri dari Ibnu Dian (gitar, vokal) dan Ganindra Rai (bass, vokal) tetap dapat merilis album kedua mereka yang telah lama ditunggu para penggemarnya, ‘Nightvision’. Album berisi 6 track dan 1 track ambient (berdurasi 24 menit) ini berisi kumpulan cerita tentang dinamika kaum urban di era disrupsi digital belakangan ini yang disajikan melalui beberapa genre musik yg sesuai dengan topik dari tiap lagunya. “Runway Lights” yang mengedepankan elemen rockabilly, “In The Room (feat. Elly Kasim)” dengan sentuhan khas Pop Minang lalu single ketiga “Red Light’ yang berbicara melalui soft-pop ala band California di era 60’-70’an.  Mendengarkan semua track di album ini sambil menikmati setiap musik video yang sudah dirilis pastinya juga menghasilkan pengalaman cinematic yang menyenangkan, plus ada keterkaitan cerita di tiap video musik tersebut.

 “Album ini terbentuk berdasarkan keinginan kami untuk membuat musik yang benar-benar kami dengarkan, mungkin sekitar tahun 2018-2019, ketika banyak musik baru muncul, kami benar-benar kagum dan terinspirasi oleh musik-musik itu karena berkesan begitu deep, sinematik dan berbicara tentang isu dan masalah yang kita hadapi dalam hidup, sungguh luar biasa sampai mengingatkan kami pada konsep album debut kami ‘Aerotiva’ pada tahun 2015. Sebelum kita memulai produksi album kedua ‘Nightvision’, kami sampai pada titik dimana kami agak merindukan pengalaman musik yang benar-benar kami dengarkan ketika masih muda, mendengarkan musik ‘klasik’ dari tahun 60-an hingga 2000-an, ketika ada sejentik nada yang bisa membuat kami berdansa. Itu sebabnya kami membuat album ini, untuk memenuhi keinginan kami saat ini, karena entah bagaimana pengalaman itu yang membuat kami terus bisa menjalani hidup.” ujar Ibnu sang vokalis dan salah satu founder Matter Halo.

Matter Halo -‘Nightvision’Album Artwork ( foto : istimewa )

“Dalam proses pembuatan album ini, saya dan Ibnu banyak berdiskusi dan bertukar pikiran tentang diri kita saat ini. Ini dimulai dengan pertanyaan “When the screen is turning black, are we still seeing the light?”. Pada dasarnya kita berbicara tentang segala hal tentang diri kita sebagai manusia saat ini, masalah yang kita hadapi secara pribadi dan bagaimana kita masih memiliki rasa harapan terhadap diri sendiri, kehidupan, dunia dan situasi saat ini terlepas dari semua konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.” ujar Gani.

 Selain mengenai visi yang ingin mereka tuangkan pada album ini, produksi album ini pun dipersiapkan dengan matang, hingga pada akhirnya memakan waktu kurang lebih 2 tahun untuk merampungkan album ini. Beberapa nama besar yang sudah malang melintang di industri musik Internasional pun terlibat dalam tahap akhir penyelesaian dari album ini. Reuben Wu, personil dari grup electronic asal UK, Ladytron, turut menyumbangkan karyanya dan dijadikan artwork dari album, Greg Calbi, seorang Mastering Engineer dari Sterling Sound asal New Jersey dengan daftar klien terdahulu seperti Talking Heads, John Mayer, Bon Iver, Tame Impala, hingga John Lennon yang ditahbiskan sebagai raja terakhir, untuk memastikan semua karya dari album ‘Nightvision’ ini sesuai dengan standar produksi musik kancah mancanegara.

Sebagai nomor penghantar rilisnya album, single “Red Light” dipilih Matter Halo untuk memperkenalkan benang merah dari semua karya yang ada dalam ‘’Nightvision’. Matter Halo juga mengajak para pendengar untuk menikmati bersama album ini lewat kanal Youtube mereka pada hari Minggu, 30 Agustus 2020, pukul 4PM (GMT+7). (SPR)

Related posts

Band Punk Camestay Siap Panaskan Festival Musik ‘Kriminal Fest’ Di Argentina

Qenny Alyano

SEBY Luncurkan Single “Berubah” Tentang Toxic Relationship

Qenny Alyano

Penyanyi Denmark Jake Lee Rilis Debut “Better”

Qenny Alyano