October 27, 2020
Boleh Music
Gearsician

Gitaris Cokelat Edwin Marshal Bernyanyi Di Single Solo “Demi Nafasmu”

South Jakarta – Gitaris band Cokelat, Edwin Marshall, melepas single solo terbarunya yang berjudul “Demi Nafasmu”. Kehidupan keseharian yang realistis dan apa adanya, tanpa embel-embel tuturan puitis yang terkadang terjebak ke pengingkaran kenyataan, kembali menjadi tema sentral di single “Demi Nafasmu” tersebut. Lagu “Demi Nafasmu”,  terinpirasi dari peran sebagai kepala keluarga. Sementara sebelumnya, pada tahun 2016 lalu, musisi kelahiran Plaju, Sumatera Selatan yang juga dikenal sebagai penulis lagu tersebut telah merilis single debut berjudul “Sore” yang menggambarkan kedamaian suasana sore hari di alam luas Indonesia.

Lagu “Demi Nafasmu”, juga menandai pertama kalinya Edwin mengedepankan suara vokalnya sendiri dalam sebuah lagu rekaman. Beda dibanding “Sore” yang sepenuhnya dirajut dalam format instrumental.

Dalam keterangannya, musisi kelahiran 19 Maret 1975 tersebut mengungkapkan, “Ini pertama kalinya saya menampilkan diri bernyanyi dalam sebuah karya rekaman. Sekaligus sebagai gitaris, bassis, pencipta lagu dan produser. Saya dibantu oleh Axel Andaviar pada drum, yang juga merupakan personel Cokelat saat ini,” tutur Edwin meyakinkan.

Tentang tema lagu, lirik “Demi Nafasmu” menuangkan isi hati Edwin tentang bagaimana ia menghargai, menjalani dan menjaga kehidupan dengan sebaik-baiknya. Memberikan semua hal terbaik kepada orang-orang yang sangat berharga dalam hidupnya.

“Liriknya terinspirasi dari peran saya sebagai ayah dari dua anak. Selalu melindungi mereka sebaik-baiknya, selamanya. Anak-anakku, pasangan hidupku, dan keluargaku tercinta. ‘Demi Nafasmu’ juga dirilis persis di momen hari ulang tahun ketujuh anak saya, Askhi.”

“Demi Nafasmu” sendiri sebenarnya merupakan lagu lama yang ditulis Edwin sejak 10 tahun lalu. Namun pada Agustus 2019 lalu, ia menghembuskan nafas baru ke lagu tersebut. Penggarapannya berjalan kurang lebih setahun, terhitung sejak proses perekaman musik, kemudian mixing dan mastering, sampai ke penggarapan video musiknya. Keseluruhan track direkam di Sine Studio.

Karakteristik musik band-band luar seperti Incubus dan Smashing Pumpkins, ungkap Edwin, adalah sebagian inspirasi yang terserap ke godokan aransemen “Demi Nafasmu”. Mengandalkan beat statis dengan dinamika nuansa yang turun naik, dengan hembusan emosi yang sangat terjaga.

“Menggarap lagu ini tidak mengandalkan sound distorsi yang ‘keras’. Beda dengan cara saya menggarap (lagu-lagu) Cokelat yang kental akan karakter distorsi gitar, tempo cepat dan beat yang lebih atraktif,” cetus Edwin mempertegas.

Lewat “Demi Nafasmu”, Edwin berharap semoga lagu ini bisa memberikan inspirasi untuk menjauhkan diri dari segala bentuk kebencian, agar mampu senantiasa memberikan kebaikan dalam kehidupan, terutama kepada orang-orang yang dicintai.

 

Song & Lyrics: Edwin Marshal Syarif

Video Directed & Edited By Axel Andaviar

DOP by Rifky Priyadi

Recorded by Frans Fernando at Sine Studio

Mixing & overdub by Frans Fernando & Ekry Kusnadi at Sine Studio

Mastered by Solideo Kevin at Sine Studio

Produced by Edwin Marshal Syarif for Sine Production

 Executive Producer by Frans Fernando for Sine Production

Related posts

Gitaris Iron Maiden Adrian Smith Jelaskan Pembaharuan Jackson Signature Miliknya

Qenny Alyano

Musisi Legendaris Indonesia Oding Nasution Meninggal Dunia

Qenny Alyano

Red Hot Chili Peppers Umumkan Kembalinya John Frusciante Untuk Kedua Kalinya

Qenny Alyano