October 28, 2020
Boleh Music
Event & Community

JAKTV Hadirkan Program Musik Untuk Musisi Terdampak COVID-19

South Jakarta – Ditengah keprihatinan akibat pandemi Covid 19, JAKTV terus berupaya menyajikan program-program terbaiknya kepada pemirsa. Menyambut hari jadi yang ke-15, JAKTV memberi kejutan dengan merilis program-program terbaru yang menjadi andalan mulai bulan September 2020 ini. Sebagai bentuk kepedulian JAKTV terhadap para musisi kafe yang terdampak pandemik Covid, kami menyajikan program “POSe MUSICAFE FESTIVAL 2020”.

Program acara musik yang bekerjasama dengan POS Entertainment ini merupakan bentuk charity kepada musisi kafe untuk bisa tetap eksis. Memberi ruang panggung untuk mereka bisa tetap beraktifitas dan berkarya ditengah kondisi pandemi saat ini. Bernuansa kompetisi dan tematis, para musisi kafe melakukan audisi untuk membawakan musik legendaris dari band internasional dan lokal seperti The Beatles, Queen, U2, Slank, Dewa19.

Dalam setiap episode “POSe MUSICAFE FESTIVAL 2020” juga menghadirkan bintang-bintang tamu artis-artis ternama seperti; Andra Ramadhan, Andy/rif, Ridho Slank, Ivanka Slank, Ipang Lazuardi, Deddy Lisan (Andra & The Backbone), Oppie Andaresta. Pose Music Cafe tayang setiap: Minggu, pkl. 22.00-23.30 WIB.

Tak pernah terbayangkan dalam benak Ady Mulyadi (34), vokalis grup band D’Martyns, bahwa pandemi Covid-19 bisa meluluhlantakkan mata pencarian utamanya sebagai musisi kafe. Cowok yang karakter suaranya mirip OnceMekel tersebut kini terpaksa harus melakukan pekerjaan yang jauh dari keahliannya. Dari tempat tinggalnya di kawasan Jatibening ia banting menjadi seorang pengantar galon air mineral. Menggunakan sepeda motor,
setiap hari Ady keliling mengantar pesanan tanpa rasa gengsi.

“Saking parahnya saya sampai harus pinjam uang sama teman buat beli makan” Kisah miris seperti ini bukan hanya milik Ady Mulyadi seorang. Musisi kafe lainnya banyak yang beralih profesi. Entah sampai kapan. Ada yang menjadi pedagang parfum, pengemudi Ojek Online, berdagang ikan Cupang, berjualan kuliner online atau mengajar musik secara private.

( foto : istimewa )

Terhitung enam bulan setelah diberlakukan PSBB, praktis kafe-kafe tempat mereka mencari nafkah tidak lagi beroperasi. Artinya ada sekitar 1400 musisi kafe di Jakarta harus terenggut pekerjaannya. Mereka seolah tidak punya pilihan karena kehidupan harus terus bejalan. Beberapa band tetap berupaya kreatif dengan membuat penampilan di sosial media. Namun dengan dengan segala keterbatasan yang ada peminatnya semakin hari semakin berkurang. Alhasil, kegelisahan para musisi kafe menemukan puncaknya dalam bentuk gugatan kepada Pemda DKI. Mereka berunjuk rasa agar Pemda ikut memperhatikan nasib para pekerja seni seperti mereka. Merasa prihatin oleh kondisi yang ada, maka POS Entertaiment bersama JAKTV berinisiatif menggelar “POSe Musicafe Festival 2020”. Program ini merupakan bentuk kepedulian kongkrit kepada para musisi kafe untuk bisa tetap eksis.

“Ini sebagai kepedulian kami serta ingin memfasilitasi musisi kafe agar tetap berkarya dan mempertahankan eksistensinya di dunia musik. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya dapat membantu mereka untuk mendapat penghasilan tambahan,” ujar Dhani Pette Widjanarko dari POS Entertainment di sela-sela acara penjurian audisi. Dhani berharap dengan gelaran ini pemerintah dapat turut memberikan respons serta dukungan untuk nasib musis kafe di Indonesia

Direktur Utama JAKTV Rama Mugiharto menambahkan, “Kami memberikan slot siaran khusus untuk program POSe Musicafe Festival 2020, setidaknya ini bisa memberi kesempatan pada teman-teman musisi kafe untuk tampil dan bisa dikenal di ruang publik yang lebih luas”.

Pelaksanaan POSe Musicafe Festival 2020 ini berlangsung sejak pertengahan bulan Agustus. Melalui mekanisme audisi para peserta mendaftarkan diri dengan mengirimkan data dan video penampilan mereka secara online. Salah satu keunikan dari event ini adalah bernuansa kompetisi dan tematis. Para musisi kafe mengikuti audisi dengan membawakan karya-karya para musisi legendaris nasional mau pun internasional seperti Slank, Dewa, The Beatles, Queen dan U2.

Sedikitnya 30 band mengikuti audisi bertempat di Kopi Andergron, Cilandak, Jakarta Selatan. Penampilan mereka diseleksi secara ketat oleh 2 orang juri yaitu Dhani Pette dan Denny MR. Proses audisi ini disiarkan secara live streaming dengan tetap menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Babak berikutnya terpilih 7 band yang akan tampil dalam spesial program POSe Musicafe Festival 2020 di posentertainment.id dan JAKTV.   (SPR)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Related posts

‘We Are Connected’ Festival EDM Interaktif Hadirkan DJ Ternama Dunia Di Bali April 2020

Qenny Alyano

Konser Jikustik Reunian Jakarta 2019 Siap Digelar Jumat Ini Di Balai Sarbini

Qenny Alyano

Sempat Diguyur Hujan ‘JogjaROCKarta Festival #4 2020” Sukses Hadirkan Belasan Ribu Penonton

Qenny Alyano