November 24, 2020
Boleh Music
What's New

Demi Lovato Kritik Presiden Amerika Lewat “Commander In Chief”

South Jakarta – Penyanyi Demi Lovato kembali meluncurkan single dan video baru berjudul “Commander in Chief”. Dalam lagu “Commander in Chief” ikut terlibat dalam penulisan Justin Tranter, Julia Michaels, dan diproduseri oleh  Finneas dan Eren Cannata dan dirilis dibawah label  Island Records pada 14 Oktober 2020. Lagu tersebut liriknya ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan merupakan tanggapan terhadap pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Sebelumnya artis kelahiran 22 Agustus 1992 tersebut memposting dalam akun Instagramnya untuk menanggapi kritik terhadap pandangan politiknya bahwa dia lebih tertarik untuk menyuarakan keyakinannya sebagai orang Amerika daripada untuk menyenangkan penggemarnya.

“Saya benar-benar tidak peduli jika ini menghancurkan karir saya,” Ini bukan tentang itu. Karier saya bukan tentang itu. Saya membuat karya seni yang mewakili sesuatu yang saya yakini. Dan saya memadamkannya bahkan dengan risiko kehilangan penggemar. Saya akan mengambil integritas. dalam pekerjaan saya atas penjualan kapan saja.”

Untuk video musiknya menampilkan beragam masyarakat Amerika dari berbagai jenis kelamin, ras, orientasi seksual, dan kelompok lainnya yang tampi dengan sinkronisasi bibir menyanyikan lagu tersebut sebelum Demi Lovato muncul dan tampil pada saat-saat terakhir dari lagu tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Demi Lovato menegaskan bahwa dia menulis lirik lagu tersebut kepada Presiden Trump, secara khusus menyebut “kesalahan penanganan” atas ketidakadilan rasial, supremasi kulit putih, pandemi COVID-19, dan pembongkaran hak LGBTQ. Demi Lovato juga mengatakan lagu itu dimulai dengan keinginan yang berulang agar dia menulis surat kepada Presiden atau mengatur pertemuan dengannya untuk menanyakan pertanyaan yang diajukan oleh lagu itu, tetapi dia akhirnya memutuskan untuk menulis lagu sebagai gantinya dan merilisnya sehingga semua orang akan bisa berbagi konfrontasi dan menuntut “jawaban”.

Lincoln Project, sebuah kelompok yang sebagian besar terdiri dari anggota Partai Republik berseberangan dengan Donald Trump, bekerja sama dengan Demi  Lovato untuk merilis video musik alternatif yang menampilkan potongan gambar orang yang menderita, dengan gambar orang-orang yang ditahan di pusat penahanan perbatasan, keadaaan rawat inap COVID-19, dan protes Black Lives Matter.

Related posts

Bon Jovi Bawakan “It’s My Life” Untuk Korban Dampak COVID-19 Saat Tampil Di ‘Rise Up New York!’

Qenny Alyano

Siapkan Album Baru Rinni Wulandari Rilis Single Anyar “Feel Good”

Qenny Alyano

Band Jogja Tashoora Rilis Single Baru “Hitam”

Qenny Alyano