June 4, 2023
Boleh Music
What's New

Anti-Flag Lepas MV Single Kolaborasi “A Dying Plea Vol. 1”

South Jakarta – Band punk rock asal  Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, Anti-Flag, kembali merilis single kolaborasi bersama sejumlah musisi   DE’WAYNE, Marcia Richards, Julise Della Gary dan Tom Morello yang berjudul “A Dying Plea Vol. 1”. Bersamaan dengan rilis single tersebut juga hadir video musiknya yang disutradarai dan diproduksi oleh Keith Ray dan INDECLINE.

Single “A Dying Plea Vol. 1” dirilis  selama masa salah satu minggu pemilihan presiden paling penting dalam sejarah modern. “A Dying Plea Vol. 1 ” menjadi seruan kepada orang-orang untuk bersatu dan berjuang untuk perubahan. Dalam sebuah pernyataan tentang single tersebut, Anti-Squad mengungkapkan,

“Pemilu 2020 telah menyoroti kesenjangan yang meningkat di antara begitu banyak orang Amerika. Ini juga dengan jelas mendefinisikan persatuan di antara kelas-kelas penguasa, yang memilih dan menghadirkan kandidat politik yang tidak berniat menantang struktur kekuasaan yang tidak adil yang melindungi dan memperkaya elit ekonomi bangsa.

Keengganan mereka untuk goyah atas marjinalisasi, penganiayaan dan pembunuhan BIPOC baik oleh isolasi ekonomi, bencana lingkungan atau pasukan polisi militer dan rasisme. Ketidakmampuan mereka untuk melepaskan diri dari perusahaan yang membeli, menjual, dan memperdagangkan kebijakan dan platform mereka yang memungkinkan mereka melahap planet kita, membuat kita sakit, dan menciptakan perang tanpa akhir demi ekonomi mereka.

Dengan tugas sebagai warga negara untuk memberikan suara di belakang kita dan sementara dunia menunggu untuk melihat hasil pemilu, kita harus mengalihkan perhatian kita ke tahap berikutnya dari pekerjaan yang perlu kita lakukan. Bekerja untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang ini, memerangi rasisme, seksisme, homofobia, transfobia, kemampuan, dan semua kefanatikan. Perubahan yang kami cari tidak datang dari presiden, perdana menteri, atau paus. Secara historis dan akan selalu datang dari The People.

Harapan kami adalah A Dying Plea Vol. 1 & 2 berfungsi sebagai pengingat untuk tetap fokus pada tujuan ini.

Pilih. Menyerang. Memboikot. Protes. Menang”

Semua hasil keuntungan dari single “A Dying Plea” akan diberikan kepada  sisTers Pittsburgh, SARI, Justice LA Now dan My Block, My City, My Hood Chicago. Anti-Flag yang pada awal tahun 2020 lalu meluncurkan album studio keduabelas mereka, ’20/20 Vision’ dibawah label Spinefarm. Dalam keteragannya sang bassist, Chris #2 atau Chris Barker, mengungkapkan,

“Kami secara aktif memilih untuk tidak menyerang Presiden secara langsung, baik dengan seni album atau lagu tentang waktu tertentu dalam sejarah, karena kami menyadari bahwa masalah yang kami hadapi bersifat sinis. Tapi khususnya rekaman ini, kami semacam berkata, ‘ya ampun, kami harus berada dalam rekaman yang bertentangan dengan kebijakan Donald Trump dan Mike Pence. Kami berharap bahwa ketika seseorang tersandung dengan rekaman ini di pasir pasca kiamat, mereka akan tahu bahwa ada orang yang pernah menentang semua ini.”

Anti-Flag saat ini mempunyai formasi Justin Sane (vokal/gitar), Chris#2 (bass),  Chris Head (gitar) dan Pat Thetic (drums), terkenal karena lirik dan aktivismenya yang bermuatan politik, dengan fokus pada hak asasi manusia dan berbagai gerakan sayap kiri.

Related posts

Umumkan Jadwal Tur John Mayer Lepas MV “Shot In The Dark”

Qenny Alyano

The Ataris Umumkan Batal Tampil di Soundrenaline 2022

Qenny Alyano

Dream Theater Sukses Tutup Rangkaian Tur Asia di Jakarta

Qenny Alyano