January 28, 2021
Boleh Music
What's New

Kelompok Penerbang Roket Kembali Berputar Lewat “Roda Gila”

South Jakarta – Trio rock asal Jakarta, Kelompok Penerbang Roket (KPR),  meluncurkan kembali roketnya melalui single terbaru mereka, “Roda Gila”. Lagu milik band yang diperkuat oleh Viki Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar), dan John Paul Patton (bass) tersebut telah disebarkan pada Jumat (27/11) di berbagai layanan musik streaming.

Lagu yang liriknya diciptakan oleh Rey dan musiknya digarap oleh John ini bercerita tentang kehidupan yang berjalan seperti roda berputar: kadang di atas, kadang di bawah. Untuk musiknya, band yang sudah merilis album penuh ‘Teriakan Bocah, Haai, dan album mini ‘Galaksi Palapa’ ini terpengaruh dari lagu rock era ‘70-an dan kemudian disuntikkan rasa rock ‘80-an.

“Tapi ini rodanya gila, bukan seperti roda biasa. Kenapa rodanya gila? Karena ini lagunya Kelompok Penerbang Roket,” ucap Rey.

Artwork single “Roda Gila” – Kelompok Penerbang Roket ( foto : istimewa )

Di lagu “Roda Gila”, Kelompok Penerbang Roket melakukan hal yang belum pernah dilakukan oleh mereka sebelumnya: melakukan proses mastering lagu di luar negeri, tepatnya di Abbey Road Studio, London, Inggris. Menurut Viki, alasan dilakukannya proses mastering di studio legendaris tersebut karena ia merasa musik Kelompok Penerbang Roket selalu berkembang dalam segala sisi–produksi, komposisi, maupun penulisan lagu–sehingga harus didukung juga dengan kualitas sound yang bagus. Untuk “Roda Gila”, proses mastering dilakukan oleh Sean Magee, sosok yang pernah bekerja sama dengan Deep Purple, John Lennon, Ramones, The Sex Pistols and Public Image Limited.

“Akhirnya gue memilih Abbey Road Studio untuk mastering ‘Roda Gila’. Karena gue nggak mau nanggung aja sih sebenernya, gue mau Kelompok Penerbang Roket jadi patokan ‘top notch’ untuk sound rock indonesia generasi ini,” ungkap Viki.

Untuk mendukung single “Roda Gila”, Kelompok Penerbang Roket juga merilis video musik bagi lagu tersebut di akun YouTube milik Berita Angkasa. Video musik yang disutradarai oleh Aditya Muhara tersebut bercerita tentang ketiga personel Kelompok Penerbang Roket yang dikejar-kejar oleh pihak berwajib karena sering menciptakan kericuhan di Jakarta. Dalam video musik tersebut, mereka juga mengajak kawan-kawan  sebagai cameo, yaitu Iga Massardi, Kallula, Bam Mastro dari Elephant Kind, hingga fotografer Rendha Rais. 

Perjalanan ke angkasa Kelompok Penerbang Roket dimulai pada 2011. Diperkuat oleh Viki Vikranta (drum), Rey Marshall (gitar), dan John Paul Patton (bass), band yang berada di bawah naungan label rekaman Berita Angkasa ini dikenal sebagai trio yang selalu meluapkan energi tinggi di atas maupun di bawah panggung. Untuk meramu musiknya, Kelompok Penerbang Roket mengambil inspirasi dari band-band rockIndonesia era ‘70-an seperti Duo Kribo, AKA, hingga Panbers. Kelompok Penerbang Roket hingga kini telah merilis dua album penuh dan satu album mini, yaitu ‘Teriakan Bocah’ (2015), ‘Haai’ (2015), dan ‘Galaksi Palapa’ (2018). Di samping itu, band yang pernah melakukan tur konser di Australia bersama Mooner ini juga telahmerilis single “Jimi Hendrikoes” dalam format kaset dan piringan hitam, serta “Berita Angkasa” dalam format piringan hitam.

Kelompok-Penerbang-Roket-Photo-by-Randi-Emon

Tahun 2020 dibuka oleh Kelompok Penerbang Roket dengan merilis single terbarumereka yang berjudul “Dikejar Setan” pada Februari. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman masa kecil para personel yang menceritakan bahwa mereka kerap ditakuti-takuti oleh orang tua jika bermain hingga larut malam akan dikejar oleh setan-setan. Saat ini Viki, Rey, dan John tengah menyiapkan perilisan album mini terbaru mereka yang akan dirilis pada 2021. Untuk memulai peluncurannya, Kelompok Penerbang Roket merilis “Roda Gila” sebagai single perdana dari album mini tersebut pada akhir November 2020. Di single ini Kelompok Penerbang Roket melakukan hal yang belum pernah dilakukan oleh mereka sebelumnya, yaitu melakukan proses mastering lagu di luar negeri, tepatnya di Abbey Road Studio, London, Inggris. Proses mastering dilakukan oleh Sean Magee, sosok yang pernah bekerja sama dengan Deep Purple,John Lennon, Ramones, The Sex Pistols and Public Image Limited.

Related posts

Pertama Kali Pearl Jam Mainkan Single “Dance of the Clairvoyants” Secara Livestreaming

Qenny Alyano

Hengkang Dari The Titans Andika Bentuk Mikhaila Rilis Single “You’ll Be Mine”

Angga Foster

Ajak Cinta Indonesia Kahitna Daur Ulang Karya Guruh Sukarno Putra “Cinta Indonesia”

Qenny Alyano