January 28, 2021
Boleh Music
What's New

Kerinduan Tahun 90-an Lingua Lewat Single “Temani Malamku”

South Jakarta – Satu tahun sejak merilis remake single hit mereka di tahun 1997, “Bila Kuingat” yang berkolaborasi dengan Nagita Slavina, kini Lingua kembali mempersembahkan karya terbaru mereka, “Temani Malamku” di penghujung tahun 2020 ini. “Temani Malamku” (TM), ditulis oleh salah satu personilnya, Amara di masa pandemi Covid-19, yang memang memaksa kebanyakan orang harus tinggal di rumah. Di malam hari, Amara merasa ditemani oleh lagu-lagu slow jam era tahun 90-an, antara lain yang bergenre soul dan R & B. Lagu-lagu tersebut diakuinya pernah dan masih menjadi bagian dari cerita hidupnya.

“Ngga tau kenapa, kok aku kangen banget sama lagu-lagu 90-an. Di jaman itu banyak lagu yang mewakili rasa kita. Rasa itu terwakili lewat lirik dan progress kord dari part ke part setiap lagu, semua beda dari mulai intro, verses, pre chorus, chorus, bridge, interlude dan outro, tapi kok bisa dapat rasanya. Makanya aku pingin banget bikin lagu yang rasanya begitu” kata pemilik nama lengkap Tuwuhadijatitesih Amaranggana.

Dan dibuatlah lagu TM dalam waktu 2 jam. Inspirasi itu akhirnya melahirkan lirik yang manis dan romantis yang menggambarkan bagaimana susahnya di saat seseorang harus berpaling dari orang yang pernah berarti dalam hidupnya. Lalu yang menarik, sebenarnya lirik tersebut adalah konotasi Amara dalam kerinduannya akan era 90-an. Karena di sana banyak momen seru dan tak terlupakan, termasuk saat Lingua pertama kali berkarir.

Artwork single “Temani Malamku” – Lingua ( foto : istimewa )

Di lini produksi, Amara mempercayakan Stefanus a.k.a Efan, gitaris band pengiring Lingua, sebagai produser musiknya begitu pula personil Lingua lainnya, Frans Mohede sebagai produser dari TM. Proses produksi single TM ini menjadi tantangan bagi Amara dan Frans untuk menterjemahkan desain TM pada Efan. Selain tantangan untuk memberikan referensi teknis, yang dalam hal ini, Efan sudah tidak perlu diragukan lagi Tetapi bagaimana mengirimkan pesan rasa dan nuansa lagu-lagu tahun 90an pada Efan yang saat era itu masih berusia anak-anak.

“Di proyek TM aku terpacu untuk menggali instrumen yang banyak dipakai para pemusik di era 90an sambil menjaga agar tetap enak harmoninya. Aku diminta Lingua untuk buat musik R&B dan asik banget waktu musik yang aku buat diterima, setelah beberapa revisi. Di situ aku banyak belajar.” cerita gitaris yang tahun ini genap berusia 26 tahun. Dalam hal aransemen vokal, Lingua tidak keluar dari karakteristik dan warnanya.

“Intinya kita menikmati banget lagu TM dengan mengeksplorasi ruang musik yang ada tanpa meninggalkan karakter Lingua. Dari dulu kami selalu mementingkan enaknya bernyanyi dan bisa nyaman di telinga pendengar musik”, kata
Frans.

Credits :
Song Title : Temani Malamku
Label : Lingua Musik
Producer : François Mohede
Song Composer : Amaranggana
Song Writer : Amaranggana
Music Producer : Stefanus LJ
Music Programmer & Accoustic Guitar : Stefanus LJ
Vocal Director : Yandi Gunawan
Choir : Yandi Gunawan
Vocal Recording Engineer : Ogi Lugas at Bros Studio Jakarta
Mix & Master Engineer : Dimas Aditya Pradipta at Sum It ! Production

(SPR)

Related posts

Demi Penggemar Good Charlotte Rilis Single Liburan “Last December”

Qenny Alyano

Virus Corona Merebak Di Inggris Glastonbury Festival Tahun Ini Dibatalkan

Qenny Alyano

Sambut Musim Gugur Goo Goo Dolls Lepas MV “Autumm Leaves”

Qenny Alyano