January 26, 2021
Boleh Music
Event & Community What's New

Lepas Single “Breaking Point” Getah Gelar Release Party

South Jakarta – Setelah merilis single “Coma” beberapa waktu lalu, kini band rock asal Jakarta, Getah, kembali melepas single baru berjudul “Breaking Point”. Getah yang terbentuk pada tahun 1995 dan pada awal terbentuknya identik musik gothic, menampilkan sesuatu yang berbeda di single baru mereka tersebut. Getah yang saat ini diperkuat oleh Phil Vezard (vokal), Peter Mekel (gitar), Alfa Putra (gitar), Marcell (bass) dan Leo (drums) menampilkan sisi yang lebih melankolis mereka meskipun tidak meninggalkan karakter dari band. Bersamaan dengan rilis single “Breaking Point”, Getah juga menggelar single release party yang berlangsung pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 di Star Kemang, Jakarta Selatan.

Dalam sesi wawancara menjelang acara release party, vokalis Getah, Phil, menjelaskan tentang single baru mereka, “Jadi dibanding lagu ‘Coma’ yang lebih ‘straight to the point’, lebih macho, ‘Breaking Point’ lebih menampilkan perasaan, lebih mellow, sisi kewanitaan.Kalau lagu-lagu kita sebelumnya ada sequenser yah, ‘Breaking Point’ juga tetapi beda, ada piano, ada biola juga, dengan ending yang balik lebih strong dengan sequenser synthensizer yang tebal, jadi secara musik memang itu bedanya.”

Gerah rilis single “Breaking Point” (foto : bolehmusic.com)

Mengenai perbedaan dengan single Getah sebelumnya, Marcell sang bassist menambahkan, “Kita disini memakai sequenser lebih buat mendorong emosi, Karena kita pake sequenser industrial beberapa kali. Getah bebas-bebas aja, karena kita memang enggak pernah mikir musti kayak gini atau kayak gitu.Kita enggak pernah ngomong kita terpatok satu musik tertentu. Jadi musik kita rock lah rock and roll,, goth rock juga boleh”.

Sementara mengenai pemilihan waktu rilis “Breaking Point” pada saat pandemic dan menjelang akhir tahun, Marcell menjelaskan, “Sebenarnya siapnya udah lama, tapi sekali lagi kita kan cuek, bodo amat, jadi yang penting bisa keluar, jadi lagunya enggak dipaksa buat pandemi, tapi pas saja. kita kasih something new. Prosesnya enggak lama, baru sekitar tiga minggu lalu”

“Coma pun kan liriknya sesuai pandemi, tapi ‘when we create the song’ tuh enggak sengaja kita buat lagu yang buat lagu suasana pandemic tapi kebetulan aja, tapi temanya ya post apocaliptic, dystopia gitu ya, “tambah Phil.

Malam itu Getah membawakan tujuh lagu yaitu, “Seribu Tahun”, “Small Man”, “Scared Of You”, “Coma”, Unavoidable”, “Breaking Point” dan “Parasit Hati”.

Related posts

Festival Musik Metal Dunia “Wacken Open Air” 2020 Resmi Dibatalkan

Qenny Alyano

Blackpink Bocorkan Film Dokumenter ‘Light Up The Sky’

Qenny Alyano

Konser ‘DR PM Reunion’ Bawa Canda Dan Kenangan Di Hard Rock Jakarta

Qenny Alyano