January 19, 2021
Boleh Music
Musicology

Kepedulian Industri Musik Nasional Melalui “Indonesia Music Movement 2021′

South Jakarta – Sudah hampir setahun pandemi COVID-19 melanda berbagai negara di dunia. Berbagai sektor kehidupan dan perekonomian terdampak akibat pandemi yang membuat semua orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Salah satu sektor yang terdampak adalah sektor dunia hiburan terutama industri musik. Banyak pelaku musik mulai dari artis, musisi, kru yang tidak bisa bekerja karena berhentinya bisnis pertunjukan karena pengetatan yang harus dilakukan untuk menghentikan pandemi.

Atas dasar itulah sejumlah tokoh di bidang musik yang peduli dengan keadaan saat ini memprakarsai digagasnya ‘Indonesia Music Movement (IMM) 2021’ melalui webinar lewat saluran YouTube yang berlangsung pada hari Senin, 21 Desember 2021. Mengangkat tema ‘Karya Cipta Anak Bangsa’ dalam webinar kali ini dihadiri oleh DR. Hari Sungkari selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Republik Indonesia, Hari ‘Koko’ Santoso dari Deteksi Production selaku enterpreneur dan juga founder IMM 2021, Ajo Zein selaku enterpreneur dan  founder IMM 2021, Harry Murti selaku enterpreneur dan  founder IMM 2021 yang juga CEO Jakarta Drums School. Selain itu juga hadir Drs. Helmi Fauzi, mantan duta besar Indonesia untuk Mesir tahun 2016-2020 dan juga musisi Barry Likumahua dan Yuke Sampurna.

Dalam kesempatan tersebut, Hari Sungkari mengungkapkan pentingnya hak cipta dalam setiap karya di Indonesia. “Ciptaan buku dan/atau semua karya tulis lainnya lagu dan/atau musik dengan atau/tanpa teks yang dialihkan dalam perjanjian jual putus dari/atau pengalihan tanpa batas waktu, Hak Ciptanya beralih kembali kepada Pencipta pada saat perjanjian tersebut mencapai jangka waktu 25 tahun.” Selain itu Hari juga mengungkapkan hak musisi untuk mendapatkan performing rights jika lagunya dibawakan oleh artis atau musisi lain. Untuk itu pentingnya untuk ada Sistem Informasi Terpadu Ekonomi Kreatif Sub-Sektor Musik.

Indonesia Music Movement 2021 Karya Cipta Anak Bangsa’ ( foto : YouTube )

Sementara Hary ‘Koko’ Santoso mengungkapkan tentang keadaan musik Indonesia saat ini, “Ada tiga hal yang paling menonjol, masyarakat kita bisa dikatakan sangat menjadi bagian dari musik. Dari 34 provinsi pasti punya grup band, artinya Indonesia musiknya itu seperti sebuah negara untuk musik. Sebetulnya kita punya negara untuk musik di dalam negara ini. Belom lagi industri turunannya. Jadi music movement ini semoga bisa dari Sabang sampai Merauke, sama-sama bangkit, sama-sama bangun, sama-sama semangat, bisa menjadi bagian dari kemajuan Indonesia. Negara yang bahagia itu musiknya harus maju. Ke depan ekonominya kreatifnya diperhatikan dan kita siap menjadi bagian dari itu.”

Ajo Zein juga mengungkapkan tentang road map ekosistem pengambangan industri musik nasional : “Yang kita akan rencanakan jangan artisnya tok, tapi bagaimana orang-orang yang di belakang layar yang jumlahnya sangat banyak. Siapa yang saat ini memperhatikan, sudah saatnya kita melihat dalam satu ekosistem dalam satu kesatuan. Jadi satu jalan semua jalan, untuk itu perlu ada road mapnya. Harus suatu rumah yang mengatur dan memonitor itu semua. Visinya menjadikan industri musik nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Menjadikan musik nasional dikenal di dalam dan luar negeri. Misinya membuat industri musik nasional sebagai salah satu kontributor devisa nasional. Kalau ini bisa berjalan, ini bagus sekali buat masyarakat, buat negara.”

Selain pelaku industri musik, yang tak kalah penting untuk diperhatikan industri alat musik seperti yang dipaparkan oleh Harry Murti. “Industri alat musik terdiri dari dua, instrumen alat musik modern dan tradisional. Alat musik tertua itu adalah tetabuhan. Indonesia kaya sekali dengan unsur perkusi. Tetabuhan di seluruh dunia ada. Fundamental dari musik dunia tidak lepas dari alat musik itu sendiri.”

“Bangsa kita talentanya sangat tinggi, cuman kita kita belum terintegrasi sehingga riset mereka parsial itu yang menyebabkan kita belum mampu di industri internasional. Di luar pengembangan alat musiknya terintegrasi. Sebenarnya kita perlu semacam training centre di industri kecil. Jadi nantinya kita bisa menentukan pasar sendiri.” tambah Harry Murti.

Semoga dengan hadirnya ‘Indonesia Music Forum 2021’ bisa memberikan pencerahan dan juga solusi untuk pengembangan industri musik Indonesia.

Related posts

‘Bandcamp Live’ Layanan Livestreaming Musisi Di Kala Pandemi

Qenny Alyano

Inilah 10 Band Metal Terjahat Sepanjang Masa

Angga Foster

Ini Royalti Dalam Karya Cipta

Angga Foster