March 4, 2021
Boleh Music
Musicology What's New

Irfan Sembiring Pendiri Band Rotor Tutup Usia

South Jakarta – Berita duka datang dari dunia musik Indonesia. Legenda musik metal tanah air, Muhammad Irvan Sembiring atau dikenal dengan nama Irvan ‘Rotor’ meninggal dunia pada hari Selasa, 16 Februari 2021 di usia 50 tahun di kediamannya di daerah Cinere. Kabar duka tersebut disampaikan di akun Twitter jurnalis dan pengamat musik Adib Hidayat dan juga akun Facebook drummer band Rotor, Bakar Bufthaim.

Innalillahi wa inna innalillahi rojiun. Telah meninggal dunia IRFAN SEMBIRING Rotor.. Mudah2an Husnul Khotimah.🙏🙏🙏

Posted by Bakar Bufthaim on Monday, 15 February 2021

Musisi kelahiran 2 Maret 1970 tersebut rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Yayasan Bina Pusara, Cilandak, Jakarta. Almarhum Irfan Sembiring merupakan pendiri dari band metal Rotor di tahun 1991 setelah hengkang dari band sebelumnya, Suckerhead. Saat itu Irfan merasa berbeda visi bermusik dimana Suckerhead masih menjadi band cover lagu-lagu thrash metal dunia namun ia lebih ingin membentuk band yang membawakan karya sendiri.

Irfan kemudian membentuk Rotor dengan formasi Irfan Sembiring (vokal/gitar), Juda Pranyoto (bass) dan Bakar Bufthaim (drums). Semangat untuk memproduksi lagu sendiri kemudian mempertemukan Rotor dengan  AIRO yang kemudian memproduksi debut album mereka ‘Behind The 8th Ball’. Di tengah penggarapan debut album tersebut, Rotor kemudian diperkuat oleh vokalis Jodie Gondokusumo yang saat itu adalah suami dari artis Ayu Azhari.

Dengan formasi baru berempat, Rotor kemudian mendapat tawaran untuk mengikuti audisi menjadi pembuka konser band Metallica pada bulan April 1993. Sayangnya karena alasan keluarga, posisi Bakar kemudian digantikan oleh Arief Aziz. Dari mengikuti audisi  tersebut, Rotor kemudian terpilih untuk membuka konser Metallica pada 10 dan 11 April 1993 di ex-Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Seusai menjadi pembuka konser Metallica, nama Rotor semakin dikenal di blantika musik Indonesia tetapi mereka kemudian justru memutuskan untuk mengadu nasib di Amerika Serikat.

Formasi Rotor saat membuka konser Metallica di tahun 1993 kika : Irfan Sembiring, Arief Aziz, Jodie Gondokusumo dan Judapran (foto : Instagram.com)

Sepulang dari Amerika, Irfan kemudian memutuskan untuk membentuk label  bernama Rotorcop dengan tujuan mencari band-band undeground berpotensi di tanah air. Irfan kemudian mengajak almarhum Khrisna J. Sadrach untuk membantu di label tersebut. Bekerja sama dengan Musica Studio sebagai distributor, Rotorcorp kemudian memproduksi rekaman kompilasi Metalik Klinik  I yang mendapat sambutan baik.  Rotorcorp kemudian juga memproduksi beberapa rekaman seperti Metalik Klinik 2 sampai 9, Gitar Klinik dan Indienesia.

Memasuki tahun 2000-an, Irfan kemudian memutuskan untuk lebih mendalami agama Islam dan menjadi pendakwah di berbagai negara. Belakangan Irfan kemudian mengumpulkan kembali materi lagu-lagu Rotor dan  merilis dalam bentuk digital serta merrilis ulang album ‘Behind The 8th Ball’ dirilis dalam format vinyl oleh Elevation Records. Kini almarhum telah menyusul rekan lamanya  di Rotor, Judapran dan Jodie. Satu keinginan almarhum Irfan Sembiring yang belum terlaksana adalah merekam ulang album ‘Behind The 8th Ball’ seperti yang diungkapkan dalam akun Facebooknya.

Selamat jalan Irfan ‘Rotor’ Sembiring

Ada yang ingat gw pernah bilang bahwa ROTOR mau rekam ulang album Behind The 8th Ball ??? Nampaknya bakal terealisasi...

Posted by IrfanSembiring Rotor on Sunday, 7 February 2021
>

Related posts

Once Mekel Rilis Ulang “Sabda Alam” Mengenang Junaedi Salat

Boleh Music

Trio Metal Raven Lepas Album dan Video Musik Baru ‘Metal City’

Qenny Alyano

Simak 10 Band Thrash Metal Terbaik

Angga Foster