February 26, 2021
Boleh Music
New Comers

Kolaborasi Mea Shahira & Matter Mos Hadirkan Smart Bucin Anthem “Apple of My Eyes”

South Jakarta – Jarak ribuan kilometer tidak menjadi halangan untuk dua musisi berkolaborasi dan melahirkan sebuah karya bersama. Kira – kira hal inilah yang tepat menggambarkan kerjasama singer/ song writer Mea Shahira bersama rapper Matter Mos. Mea yang saat itu berada di Amsterdam, Belanda karena memang mengambil kuliah disana mendapati dirinya mendapatkan pesan langsung di social media dari Matter Mos yang mengirimkan serangkaian beat dari music producer bernama Mamatt dan memintanya menulis dan bernyanyi dengan beat tersebut. Dalam waktu sekitar 30 – 40 menit Mea mengirim balik kepada Matter Mos dalam format sebuah lagu yang telah berisikan beat, melodi dan lirik lengkap untuk bagian verse dan bridge, lagu itu yang akhirnya kita kenal dengan judul “Apple of My Eyes” dan menjadi single kedua Mea Shahira menyusul lagu “Kissin’ Mirrors” yang dirilis di awal tahun 2020 lalu.

Mattermos rapper dwi bahasa yang sering dipuji untuk gaya penulisannya dan dikenal handal dalam meramu rima dan telah berhasil mendapatkan 2 penghargaan AMI Awards mengaku sangat puas bekerja sama dengan Mea Shahira. “Menurut gue Mea adalah artist yang sangat berbakat dan profesional, she’sreally a good singer, she can sing, she can rap pretty well and I think she is evolving to be something bigger than we think she would be”. Sebelum “Apple of My Eyes” bersama Mea Shahira, Matter Mos telah berkolaborasi dengan Rendy Pandugo, Hindia, Dipha Barus dan beberapa project lainnya.

Tidak hanya berbakat Mea juga hadir sebagai sosok yang percaya diri, hal ini bisa terlihat dari apa yang dia tumpahkan pada lirik “Apple of My Eyes”. “Lagu ini tuh semacam ‘bucin song’ tapi bucinnya tuh gak bodoh, I love you but I’m not stupid enough for my self to blinded by you, dan ini semacam confident boost, gue tau lo suka gue karena gue emang keren, my man got exquisite taste coz he know damn well it aint just the face, i’m complimenting him for liking me, bucin tapi gak bego smart bucin, it’s me knowing that im attractive type of song basically”. Secara musik “Apple of My Eyes” adalah lagu bisa menarik perhatian dari pertama kali kita mendengarkannya dan membuat kita ingin mendengarkannya berkali – kali. Suara Mea Shahira yang mengalun lembut dan menenangkan bersautan dengan rap Matter Mos yang mengalir.

Artwork single “Apple of My Eyes” – Mea Shahira & Matter Mos ( foto : istimewa )

Dalam menjalani karir musiknya, Mea Shahira mengaku banyak terinsipiasi dan look up kepada para penyanyi new R&B saat ini. Jehne Aiko dan Sza adalah dua nama yang paling berpengaruh, cara mereka mengambil notasi yang repetitive dan nge flow adalah sesuatu yang Mea terapkan dalam penulisan lagunya. Sambil menyelesaikan kuliahnya pada bidang Information Technology di Amsterdam, dengan sangat tekun Mea juga ingin berhasil dalam karir musiknya. Tampil secara live di panggung memang bukanlah hal baru bagi Mea. Pada masa SMA secara rutin Mea bersama teman – teman pada skena Hip Hop dan R&B rutin mengisi acara pada sebuah café di Jakarta Selatan. Proses rekaman di studio juga menjadi hal yang paling dinikmati Mea dalam bermusik. Banyak hal spontan dan menyenangkan terjadi di studio rekaman, bagian akhir dari lagu “Apple of My Eyes” dimana Mea, Matter Mos dan semua yang ada di studio bernyanyi ceria Nananana, Ayyyyy Nananana, Ayyyy adalah salah satu hal spontan yang mereka lakukan.

Mea berharap “Apple of My Eyes” disukai oleh banyak orang dan bisa menjadikan lagu ini sebagai ‘feel good song’, lagu yang menularkan kegembiraan. Saat ditanya kapan saat paling tepat mendengarkan “Apple of My Eyes” Mea menggambarkan perjalanan menuju tempat keluar malam untuk bertemu teman– teman adalah situasi yang pas untuk lagu ini.

Pada hari Senin, 22 Februari 2021 “Apple of My Eyes” akan dirilis dalam format visualizer 3D CGI Art yang dibuat oleh Limmy Lee di channel YouTube Mea Shahira. Visualizer ini menggambarkan indahnya jatuh cinta dengan konsep “The Garden of Eden” dengan unsur Ancient, Flowers, and Heaven. Interpretasi “Garden of Eden” dibawa melalui desain bangunan kuno khas mitologi Dewa Olympus, dengan tambahan elemen visual bunga-bunga untuk memperkaya visual “Garden of Eden”. Mencampur ide Reality-Imagination, sekaligus Ancient-Future untuk menguatkan konsep semua hal bisa terjadi ketika kita jatuh cinta. Konsep ini dituangkan dalam beberapa abstract scene seperti manekinmanekin yang melayang, floating human, dsb. Secara lighting technique juga mencampur ancient culture dengan modern culture melalui neon color palette.

Sebelum merilis “Apple of My Eyes” Mea Shahira bersama MTRLS Studio membuat live studio session, total Mea menyanyikan 12 lagu. Selain membawakan dua single miliknya Mea menggunakan kesempatan ini untuk menyanyikan lagu – lagu favoritnya. Tidak hanya tampil sendiri Mea juga berkolaborasi dengan Cantika Abigail, Swain Mahisa dan tentu saja Mattermos. Mereka membawakan lagu dari Jehne Aiko, Taylor The Creator, Ariana Grande, Sza dan masih banyak lagi. (SPR)

Mea Shahira foto : istimewa )

Related posts

Musisi Singapura Nathan Hartono Lepas Single “I’m Fine”

Qenny Alyano

Nuansa Elektronika R&B Di Single Baru Steffani BPM “About Last Night”

Qenny Alyano

Tampil Di ‘Tonight Show’ Pierre Fitz Ungkap Pengalaman Belajar Musik Di Amerika

Boleh Music