March 4, 2021
Boleh Music
New Comers

Mothern Usung Musik Electronic 90-an Lewat EP ‘beforelight’

South Jakarta – Unit rock elektronik, Mothern, yang dihuni Pandu Priyanto (vokal/gitar) dan Rastafarian (vokal/synthesizer) resmi merilis album perdana bertajuk ‘beforelight’ secara digital pada 19 Februari 2021.  Mothern melanjutkan eksplorasi mereka dengan memadukan genre musik rock dan electronic yang menjadi kekuatan mereka. Duo produser yang dinaungi oleh Sun Eater Coven ini menuangkan segala kontemplasi dan pengalaman personal mereka ke dalam album ini. 

“Ekspektasi, kekecewaan, kekesalan, dan pada akhirnya mengikhlaskan semua yang telah terjadi menurut gue adalah siklus pendewasaan manusia pada umumnya. Waktu masa produksi beforelight, gue dan Rasta pun melalui fase yang sama dan akhirnya tertuang ke dalam album ini,” jelas Pandu.

Meski dibuat berdasarkan emosi serta pengalaman Rasta dan Pandu yang berbeda, delapan lagu yang terkandung dalam beforelight mempunyai benang merah yang sama, yaitu percakapan dengan diri sendiri. Salah satunya adalah lagu “Tunnel”, yang dibuat berdasarkan pengamalan pribadi Rasta.

Tunnel adalah salah satu lagu yang personal banget buat gue. Terkadang gue denial dan bilang sama diri gue sendiri kalau gue lagi nggak apa-apa. Padahal, it’s okay not to be okay,” ungkap Rasta.

Perpaduan musik rock dan electronic yang terasa halus merupakan esensi yang menarik dari beforelight.  Mothern berhasil menjahit rock alternatif, sentuhan melodi vokal emo dan sub-genre musik elektronik seperti psytrance, house, techno, dan drum n’ bass ke dalam musik mereka dengan baik.

“Setelah rilis EP ‘Afterdark’, gue sama Pandu ngulik beberapa musik baru yang belum pernah kita bikin sebelumnya untuk mengerjakan beforelight. Beberapa musisi yang akhirnya nyantol dan akhirnya menjadi blueprint album ini di antaranya Nine Inch Nails, The Chemical Brothers, Daft Punk, dan Underworld,” ungkap Rasta.

Artwork EP ‘beforelight’ – Mothern ( foto : istimewa )

Dari segi pemilihan suara dan instrumen yang digunakan, suasana musik di dalam album beforelight terasa lebih ‘terang’ dibandingkan dengan EP pertama Mothern yang berjudul ‘Afterdark’ (2018). Perubahan ini pun terjadi seiring berjalannya eksplorasi Mothern dalam mencari genre-genre baru yang mereka temui, yang kemudian dijahit sedemikian rupa agar menggambarkan cerita yang ingin Pandu dan Rasta sampaikan.

Penggarapan ‘beforelight’ sendiri memakan waktu satu tahun dari akhir 2019 sampai akhir 2020. Selama penggarapan mereka mengajak musisi lain untuk berkolaborasi, salah satunya solois Denisa dalam lagu “Circles”. Selain itu, Pandu mengingat ada satu kolaborasi yang unik dengan drummer Ian Maciak dalam lagu “I Won’t Be Around”. Kolaborasi berawal ketika secara tidak sengaja Pandu menemukan beat drum karya Ian di Instagram.

“Pas lagi scrolling Instagram, si Ian baru upload satu video dia lagi nge-drum, dan gue suka banget polanya. Gue coba jamming sama video itu sambil main keyboard, dan ternyata enak. Akhirnya gue memutuskan untuk kontak Ian buat pakai video drum itu buat gue sampling,” kata pria yang karib disapa Cung ini. Secara keseluruhan, ‘beforelight’ merupakan album perdana dari Mothern yang menarik. Selain berisikan ragam genre musik yang dipadukan dengan baik, pendewasaan Mothern dalam pembuatan musik mereka menjadi alasan mengapa album ini patut untuk didengarkan.

Mothern, terdiri dari Pandu Priyanto (vokal & gitar) dan Rastafarian (vocal & synthesizer), adalah salah satu talenta Jakarta yang dapat berpindah antara dua dunia berbeda; festival rock ber-oktan tinggi dan techno/psytrance rave party dengan musik yang terkadang organik dan terkadang elektronik. Duo produser musik ini telah menguasai beberapa kancah musik di Jakarta dari EP pertama mereka yang bertajuk ‘Afterdark’ (2018). Perpaduan antara instrumen organik yang agresif serta soundscape dan arpeggio modular elektronik dari Mothern telah menarik perhatian sesama musisi dan bahkan idola mereka.

TRACK LIST:

  • Steady

Written & Composed by Dion ‘Mashiro’ Andrew

Produced & Arranged by Pandu Priyanto & Rastafarian

 

  • Cascade

Produced & Composed by Pandu Priyanto

Lyrics by Pandu Priyanto & Matter Mos

Arranged by Pandu Priyanto & Rayhan Noor

Co-Produced by Johanes Abi

Verse by Matter Mos 

Vocals by Pandu Priyanto

Guitars by Rayhan Noor & Pandu Priyanto

Keyboards by Tristan Juliano

Percussions by Zakari Danubrata

Bass by Johanes Abi

 

  • Circles

Produced & Composed by Pandu Priyanto & Rastafarian

Co-Produced by Rodrigo Leeroy

Lyrics written by Pandu Priyanto

Mixed by Wisnu Ikhsantama Wicaksana 

Features vocals by Denisa Dhaniswara

Bass played by Wisnu Ikhsantama Wicaksana

 

  • Staring at The Sun

Produced & Composed by Pandu Priyanto & Suryo Dwisaksono

Lyrics by Pandu Priyanto & Marshella Safira

Additional Guitar SFX by Redy Mahendra S.

 

  • I Won’t Be Around

Produced, Composed, and Lyrics written by Pandu Priyanto

Bass by Johanes Abi

Drums by Ian Maciak

 

  • Erak

Produced, Composed, and Lyrics written by by Pandu Priyanto & Rastafarian

 

  • Heirloom

Produced & Composed by Rastafarian

Co-Produced by Heston Prasetyo

Lyrics by Muhammad Rafif, Herald Reynaldo & Rastafarian

Vocals by Muhammad Rafif & Herald Reynaldo

 

  • Tunnel

Produced, Composed, and Lyrics Written by Rastafarian

Co-Produced by Gibran A. Yusuf

Mixed by Johanes Abi

Choirs by Irvan Novananda, Made Candra Ayu Sekartini, Virdania Rahmanti

Artwork by Aleyandra Rizka
Teaser Motion by Daniel Wiradinata
Graphic Design by Sahid Permana
Visualizer by Yudhistira Israel
Photos by Dani Huda

(SPR)

Related posts

Siapkan Debut Album Band Malang Tirant Lepas “Senandika”

Qenny Alyano

Konsisten Berkarya Solois Bona Luncurkan Single Baru “Ku Berikan Bahuku”

Qenny Alyano

Nuansa Elektronika R&B Di Single Baru Steffani BPM “About Last Night”

Qenny Alyano