April 20, 2021
Boleh Music
Gearsician What's New

Adrian Adioetomo Rilis “Burning Blood, Cold Cold Ground” Dari Album Baru

South Jakarta = Musisi dan gitaris tanah air, Adrian Adioetomo. kembali meluncurkan karya terbarunya di tahun 2021 berjudul “Burning Blood, Cold Cold Ground”. Single yang  tayang di YouTube pada 25 Februari, 2021 ini berbicara tentang daya-tarik gravitasi kemurkaan dan bagaimana seseorang bisa terhisap ke dalamnya sehingga menderita pada akhirnya. Liriknya  menggambarkan kesan ketidak-pedulian terhadap segalanya, termasuk diri sendiri.

Single “Burning Blood, Cold Cold Ground” menjadi langkah awal Adrian Adioetomo yang akan merilis album terbarunya dalam waktu dekat ini. Secara musik, permainan gitarnya masih mengandalkan slide Delta-blues dan Bluegrass seperti pada musik Americana, namun ditabrakkan dengan avant-garde pada aransemen dan pilihan soundnya. Ini dilakukan dengan memposisikan gitar akustik yang jernih dengan sound distorsi elektrik. Bagian melodi vokalnya  banyak mengambil referensi dari ‘lolongan’ khas Delta Blues yang kesan ‘polos’nya memberi kesan kontradiktif agar seimbang.

Artwork single “Burning Blood, Cold Cold Ground” – Adrian Adioetomo ( foto : istimewa )

Single ini adalah lagu pertama di album baru Adrian yang tak berjudul dan berisi 14 lagu , kendati ia mengutip kata-kata “Violent Love, Gentle Kill”. Album ini sendiri akan dilepas 3 hari setelah perilisan singlenya dan bisa didapatkan di seluruh outlet Demajors dan juga melalui website resminya. Dengan membeli rilisan fisik ini, nanti juga bisa mendapatkan versi digitalnya dengan menggunakan barcode yang terdapat dalam album fisik tersebut.

Adrian telah dikenal sebagai perintis kebangkitan skena blues dan pionir Delta Blues Indonesia. Penampilannya telah melibatkan antara lain Jubing Kristianto dan Kartika Jahja selain juga kiprahnya memainkan rock bersama Franki “Pepeng Naif” Indrasmoro di band Raksasa . Walau sering disebut sebagai seorang “Delta bluesman”, gaya bermusiknya memadukan rock, alternative, dan ‘dark country’. Pada 2017, ia meraih Anugerah Musik Indonesia award untuk lagunya “Tanah Ilusi.” Kepada pendengarnya, ia melambangkan sesuatu yang lain: seorang penyendiri, menggores jejaknya, menggapai tanah tak terjamah seraya tetap membawa kedua tradisi: blues Amerika dan tanah kelahirannya. Dalam album ini, ia menemukan cara baru untuk tetap berpijak pada kenyataan sembari membiarkan perasaan-perasaan tak terucap untuk bergulir jauh, seperti gulma kering di gurun Mojave.

Related posts

Didi Kempot Sang ‘Godfather of Broken Heart’ Berpulang Di Usia 53 Tahun

Qenny Alyano

“12 Tahun Terindah” Lagu Pertama BCL Setelah Kepergian Suami Ashraf Sinclair

Qenny Alyano

Budi Padukone Gitaris OM PMR Tutup Usia

Qenny Alyano