April 20, 2021
Boleh Music
What's New

The Panturas Hadirkan Nuansa Melayu Di Lagu “Tafsir Mistik”

South Jakarta – Memasuki tahun 2021, grup musik The Panturas, kembali meluncurkan single terbaru berjudul “Tafsir Mistik”. Band rock kontemporer asal Jatinangor, Jawa Barat tersebut merilis single barunya mengikuti single sebelumnya “Balada Semburan Naga” sekaligus menjadi jembatan album kedua mereka. Berbeda dengan single “Balada Semburan Naga”dimana mereka menjelajahi melodi kolosal Mandarin dan mengawinkannya dengan celotehan cablak tembang gambang kromong Betawi, di lagu  “Tafsir Mistik” nada Melayu dipadukan bersama harmoni gitar musik Gipsi yang unik berpadu dengan irama Arabic.

Lagu “Tafsir Mistik” menyuguhkan simfoni yang baru dan segar, tidak saja bagi para pendengarnya, tapi juga terhadap The Panturas sendiri sebagai sang empunya lagu. Mereka menantang kebiasaan lama membawakan nomor-nomor surf rock bertempo cepat dengan menciptakan sesuatu yang relatif lebih lambat, bahkan tergolong mendayu, dalam usaha meneladani langgam pop Melayu. 

Dalam keterangannya sang bassist Bagus ‘Gogon’ Patria mengungkapkan, “‘Tafsir Mistik’ termasuk salah satu karya The Panturas yang beritme paling pelan. Buat kami ini gaya baru karena memainkan kord gitar yang terus berganti tangga nada. Dengan intro Melayu lalu di bagian tengah dimasukkan karakter musik Gipsi/Balkan. Kami tidak ingin menjadi monoton dengan menciptakan lagu-lagu surf rock yang puritan,”  

Sementara sang frontman Abyan Zaki Nabilio yang akrab disapa Acin menjelaskan, “Yang merasa idealisme mereka paling benar. Tidak melihat kepada relativisme budaya. Bahwa benar atau salah itu tergantung dari kacamata kita masing-masing, bukan sesuatu hal yang mutlak. Daripada menghakimi, mendingan kita menghargai proses bagaimana mereka bisa mencapai pemahaman ‘benar atau salah’ tersebut,” jelasnya.

Artwork single “Tafsir Mistik” – The Panturas ( foto : istimewa )

Di lagu “Tafsir Mistik”  ada sosok seorang pemain gitar gypsy-jazz asal Prancis, Django Reinhardt dimana Acin mengaku begitu terobsesi sehingga dorongan kreatif yang timbul dirasakan bersifat personal. Ia yang membuat kerangka dasar, berkutat dengan solo gitar, pula memikirkan liriknya. Acin mengatakan, melalui lagu ini bandnya memastikan kalau surf rock juga mampu menerabas batas-batas klasifikasi sebagai suatu genre musik. 

“The Panturas sudah tahu apa yang ingin mereka lakukan terhadap lagu-lagunya. Buah yang dihasilkan sudah matang, gue tinggal mengeluarkan sari-sarinya saja sebagai produser. Ketika berada di studio, satu-satunya hal yang mereka pikirkan adalah musiknya. Tidak ada hal lain,” cetus Lafa Pratomo yang dikenal sukses menangani lagu dan album dari sederet musisi seperti Danilla, Polka Wars, Sal Priadi, Nadin Amizah serta Mondo Gascaro.

“Kami akan merayakan keragaman budaya. Ibarat sebuah kapal yang tengah mengarungi archipelago Nusantara, musik yang tersaji nomadik jenisnya, dari Broadway sampai ke Semenanjung Arab. Fusion dari surf rock, punk, garage, waltz, Mandarin, Balkan, hingga ritmik Melayu,” pungkas Bagus ‘Gogon’ Patria. 

The Panturas adalah  Abyan Zaki Nabilio (vokal/gitar), Rizal Taufik (gitar), Bagus ‘Gogon’ Patria (bass), Surya Fikri Asshidiq (drums).

Nama artis: The Panturas

Judul lagu: Tafsir Mistik

Label rekaman: LaMunai Records

Tanggal Rilis: 5 Maret 2021

Related posts

J.Lo X Maluma Rilis “Pa Ti + Lonely”

Qenny Alyano

BBC Umumkan 50 Lagu Britpop Terlaris Sepanjang Masa

Qenny Alyano

Kanda Brothers Lepas Single Dan MV “Cintaku Untuknya”

Boleh Music