September 21, 2021
Boleh Music
Musicology

‘World Music Day 2021’ Dibalik Perayaan Setiap Tanggal 21 Juni

South Jakarta – World Music Day atau Hari Musik Sedunia dirayakan pada tanggal 21 Juni setiap tahun untuk menghormati para musisi dan penyanyi atas karunia musik, yang memberikan imajinasi dan kehidupan pada segalanya. Dunia tanpa musik tidak akan berarti bagi banyak orang dan Hari Musik Sedunia diperingati untuk merayakan kekuatan dari seni ini. Diikenal juga dengan nama Fête de la Musique, festival ini dirayakan untuk memotivasi para musisi pemula, muda, dan profesional untuk tampil. Lebih dari 120 negara merayakan Hari Musik Dunia dan menyelenggarakan konser publik gratis di taman, stadion, dan tempat umum. Pencinta musik menyelenggarakan berbagai konser dan acara musik pada hari istimewa ini.

Namun, untuk tahun ini, karena pandemi, perayaan Hari Musik Dunia hanya diadakan secara sederhana dan kemungkinan pertemuan publik yang besar tampaknya sangat tidak mungkin. Di masa normal, banyak organisasi dan perusahaan musik akan menyelenggarakan konser, kompetisi, dan festival online pada Hari Musik Sedunia.

Hari Musik Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 1982 di Solstice di Prancis. Menteri Seni dan Budaya Prancis saat itu, Jack Lange dan Maurice Fleuret, memulai Fete de la Musique di Paris. Fleuret, yang memainkan peran penting dalam memulai hari untuk merayakan musik, adalah seorang komposer Prancis, jurnalis musik, penyelenggara festival, dan produser radio. Dan sejak itu, musik menjadi sangat populer di berbagai negara di dunia. Berawal pada Oktober 1981, Maurice Fleuret yang menjadi Direktur Musik dan Tari di Kementerian Kebudayaan atas permintaan Jack Lang. Dia menerapkan refleksinya pada praktik musik dan evolusinya: “musik di mana-mana dan konser di mana-mana”. Ketika dia menemukan, dalam sebuah studi di tahun 1982 tentang kebiasaan budaya Prancis, bahwa diantara lima juta orang, satu dari dua orang muda, memainkan alat musik, dia mulai memimpikan cara untuk membawa semua orang keluar ke jalanan. Ini pertama kali terjadi pada tahun 1982 di Paris sebagai Fête de la Musique.

Tujuan Fête de la Musique adalah untuk mempromosikan musik dengan dua cara:

  1. Musisi amatir dan profesional didorong untuk tampil di jalanan, di bawah slogan “Faites de la musique”.
  2. Banyak konser gratis diselenggarakan, membuat semua genre musik dapat diakses oleh publik.

Dua hal yang harus digarisbawahi oleh organisasi resmi Fête de la Musique di Paris adalah bahwa semua konser harus gratis untuk umum, dan semua pemain menyumbangkan waktu mereka secara gratis. Ini juga berlaku untuk sebagian besar kota yang berpartisipasi. 

Hari Musik Sedunia diperingati untuk menyediakan musik gratis bagi semua pecinta musik dan menyediakan platform bagi musisi amatir dan profesional untuk menunjukkan bakat mereka kepada dunia. Hal ini dirayakan untuk menyoroti pentingnya musik dan bagaimana itu bermanfaat bagi pikiran dan tubuh manusia. Banyak penelitian dan ahli telah menunjukkan bahwa musik membantu mengurangi stres, memberikan tidur yang lebih baik dan membuat kita terus berjalan. Terapi musik telah membuktikan keajaiban bagi orang-orang yang berjuang melawan masalah mental dan juga dapat membantu seseorang untuk berolahraga lebih baik. Dengan jenis musik yang tepat, orang dapat berkonsentrasi pada pekerjaan mereka dan juga tampil lebih baik.

Related posts

Motorhead Rilis Ulang Album ‘Ace Of Spades’ Dalam Bentuk ‘Deluxe Boxset’

Qenny Alyano

Kepedulian Industri Musik Nasional Melalui “Indonesia Music Movement 2021′

Qenny Alyano

Inilah 20 Lagu Natal Terlaris Sepanjang Masa

Qenny Alyano