September 21, 2021
Boleh Music
Musicology

Dayglow Ungkap Tuntas Album Terbarunya Saat Media Junket

South Jakarta – Setelah meluncurkan album studio keduanya ‘Harmony House’ beberapa waktu lalu, musisi Amerika, Sloan Struble atau dikenal dengan Dayglow, menceritakan tentang album barunya tersebut bersama dengan beberapa media di Indonesia. Dalam acara media junket bersama Love Da Indonesia tersebut, Dayglow menceritakan berbagai macam hal mulai dari latar belakang album ‘Harmony House’  sampai dengan cerita saat ia tampil di festival musik ‘Lollapalooza 2021’ lalu. Mengenai  album ‘Harmony House’, Dayglow mengungkapkan,

“Saya banyak mendengarkan musik tahun 70-an, 80-an. Saya mencoba menaruh banyak hal itu dalam musik saya. Cara lain untuk melakukan itu dengan banyak menonton acara TV dan film lama dimana tidak banyak orang sekarang melakukan itu. Tantangan pertama kepada diri saya dalam pembuatan ‘Harmony House’ adalah saya ingin menulis seperti soundtrack sebuah sitkom (komedi situas) yang tidak pernah ada, seperti itulah ‘Harmony House, namanya seperti sitkom, sangat jelas mulai dari awal sampai akhir.”

Sementara mengenai musisi yang mempengaruhi dalam pembuatan ‘Harmony House’, Dayglow mengungkapkan, “Saya pikir yang mempengaruhi saya, bagaimana semua bintang pop 80-an dengan saat ini, itu yang membuat saya tertarik mereka sangat artistik dan kreatif dan masyarakatnya tidak seperti itu hari ini, dan bagaimana kultur pop telah berubah. Saya tertarik dengan band new wave seperti Duran-Duran dan semacamnya, saya suka Whitney Houston, saya suka Paul Simon, dia artis favorit saya. Saat sekarang anda harus jadi penghibur dulu baru membuat musik sementara di tahun 80-an anda harus membuat musik dulu baru memikirkan untuk menjadi seorang penghibur.”

Media Junket Dayglow dengan rekan media dari Indonesia ( foto : La Da Indonesia )

Dalam soal produksi Dayglow menjelaskan, “Banyak hal produksi tahun 80-an yang menggunakan banyak peralatan dari tahun 80-an seperti synthesizer dan keyboard, merekamnya dengan analog, saya benar-benar banyak belajar bagaimana album itu dibuat. Saya pastinya sangat hati-hati dan melakukan pendekatan sejujur mungkin karena integritas audio sangat penting berharap soundnya yang dihasilkan sangat otentik.”

Dayglow yang saat ini sedang mempersiapkan tur di Amerika Utara juga menceritakan tentang pengalamannya saat tampil di festival musik Lollapalooza beberapa waktu lalu,  “Saya mendapatkan banyak hal menyenangkan saat tampil.  Tetapi saya masih berpikir saya lebih senang melakukan pertunjukan saya sendiri. Saya pikir menyenangkan tampil dengan sedikit penonton yang saya bisa kendalikan dibanding tampil di banyak orang yang tidak tahu musik saya,”

Pada kesempatan tersebut, Dayglow juga menjelaskan perbedaan peralatan yang ia gunakan saat rekaman dan saat tampil di atas panggung, “Saya melakukan pendekatan saat tampil live dan rekaman dengan sangat berbeda. Ketika rekaman di studio, saya menggunakan cara analog sebisa mungkin. Tetapi ketika saya lagi tur saya membawa  peralatan sesedikit mungkin, seringan mungkin. Karena sekarang ini, anda bisa mendapatkan sound yang bagus dengan mudah setidaknya itu opini saya. Karena saya pernah menggunakan banyak pedal board dan setiap terjadi hal yang salah harus mensetting ulang. Sekarang saya menggunakan efek pedal Helix Line 6 yang sangat digital dan saya menyukainya. Kami tidak harus membawa ampli atau banyak efek pedal. Saya menyukai Helix Line 6 dan gitar Fender Stratocaster. Untuk mic saya tidak mempunyai mic panggung spesial, yang biasa digunakan Shure SM 58.”

Dayglow juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak sabar untuk menjalani tur mendatang dan bila ada kesempatan untuk tampil di Indonesia pastinya ia akan memasukkan dalam jadwal turnya mendatang.

Related posts

Belajar Two-Handed Tapping Ala Billy Sheehan

Angga Foster

Inilah Daftar Musisi Dengan Penghasilan Tertinggi Di 2019 Versi Forbes

Qenny Alyano

Legenda Musik Country Kenny Rogers Meninggal Dunia Di Usia 81 Tahun

Qenny Alyano