September 21, 2021
Boleh Music
Editor's Picks Flash News What's New

Inilah 10 Lagu Mancanegara Bertema Bulan September

South Jakarta – Bulan September sepertinya bisa jadi membawa banyak arti untuk banyak musisi. Banyak judul lagu yang menjadi judul lagu dengan menggunakan kata bulan September. Bulan September sendiri di banyak negara menjadi puncak dari musim panas menjelang memasuki musim gugur yang biasanya terjadi di bulan Oktober. Mungkin hal itulah menjadi inspirasi bagi beberapa penyanyi dan musisi bulan September menjadi sesuatu yang spesial untuk mereka. Di Indonesia sendiri ada lagu “September Ceria” yang merupakan karya James F Sundakh yang dipopulerkan oleh penyanyi Vina Panduwinata.

Berikut ini adalah 10 lagu mancanegara bertema bulan September.

10. “September Sun” – Type O Negative

Lagu ini merupakan single dari band gothic metal Type O Negative dari album ‘Dead Again’ di tahun 2007. Lagu yang berdurasi hampir sepuluh menit itu diedit menjadi hanya 4½ menit untuk perilisan single. Single ini dirilis pada 14 Januari 2008″September Sun” adalah single terakhir band yang dirilis sebelum meninggalnya sang vokalis Peter Steele.

9. “Lonely September” Plain White T’s 

Diambil dari album ‘Stop’ milik grup musik asal Villa Park, Illinois, Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2001. Menceritakan tentang seseorang yang sedang sendirian dan memikirkan orang yang sangat spesial.

8. “September” – James Arthur

Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, James Arthur,  mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa lagu ini mengisahkan tentang kisah cintanya dan kisah beberapa orang lain. “Ini sedikit tentang saya, sedikit cerita dan seperti beberapa lagu lain yang mungkin pernah Anda dengar dari saya, saya juga memasukkan beberapa hal fiksi di sana juga.” Lagu ini diambil dari album ‘ It’ll All Make Sense in the End’ yang segera dirilis.

7. “Make It Stop (September’s Children)” – Rise Against

“Make It Stop (September’s Children)” adalah singel kedua dari album studio keenam band rock Rise Against, Endgame. Single ini dirilis ke outlet musik digital pada 30 Mei 2011. Dalam sebuah artikel untuk Punknews.org, vokalis Tim McIlrath mengungkapkan bahwa “Sejumlah peristiwa adalah katalis untuk pembuatan Make It Stop, mulai dari kejadian bunuh diri pada September 2010, hingga penggemar kami sendiri yang menyuarakan ketakutan dan ketidakamanan mereka dari waktu ke waktu. Pesannya adalah: Ini bisa menjadi lebih baik, itu menjadi lebih baik, berikan kesempatan untuk menjadi lebih baik, jangan mengakhiri hidup Anda sebelum waktunya.”

6. “The September of My Years” – Frank Sinatra

Lagu “The September of My Years” adalah lagu tentang nostalgiayang digubah pada tahun 1965 oleh Jimmy Van Heusen, dengan lirik oleh Sammy Cahn, dan diperkenalkan oleh Frank Sinatra sebagai judul lagu dari albumnya tahun 1965 dengan judul yang sama. Frank Sinatra yang ketika itu akan berusia 50 tahun pada bulan Desember 1965. Baik ‘September of My Years’ maupun ‘A Man and His Music’ memenangkan Grammy Award untuk kategori Album of the Year.

5. “Blame It On September” – Allstar Weekend

Dibawakan oleh grup musik yang mendapatkan popularitasnya dari jaringan televisi Disney Channel dan terdiri dari dari vokalis Zachary “Zach” David Porter, bassis Cameron Quiseng, drummer Michael Allen Martinez, gitaris Nathan Darmondy, dan gitaris Tom Norris. Lagu ini diambil dari album kedua dan terakhir Allstar Weekend, ‘All The Way’ di tahun 2011.

4. “September” – Daughtry

Merupakan single ketiga dan terakhir dari album kedua Daughtry ‘Leave This Town’ di tahun 2009. Lagu ini ditulis bersama oleh Chris Daughtry dan Josh Steely dan dilepas pertama kali pada  1 Juni 2010, melalui RCA Records. Lagu balada bertempo sedang ini terinspirasi oleh kenangan masa kecil Chris yang tumbuh bersama saudaranya di Lasker, North Caroline, Amerika Serikat. Lagu ini dibawakan pada musim kesembilan American Idol pada 12 Mei 2010.

3. September Song – JP Cooper

Penyanyi dan penulis lagu Inggris, JP Cooper, merilis single ini yang diambil dari debut album ‘ Raised Under Grey Skies’ di tahun 2017. Dirilis sebagai unduhan digital di Inggris Raya pada 16 September 2016 melalui Island Records. Lagu ini berhasil mencapai puncak di nomor 7 di UK Singles Chart, dan juga mencapai 10 besar di Irlandia dan Swedia. Lagu ini ditulis oleh Cooper, Jon Hume, Alex Bunker dan Mr Hudson. Berbicara tentang lagu tersebut, Cooper berkata,

“‘September Song’ secara singkat adalah tampilan nostalgia, polos pada romansa remaja – mungkin salah satu roman pertama Anda. Melihat ke belakang sebagai orang dewasa sekarang pada betapa hal-hal sederhana saat itu, memilikinya saat-saat, seperti, ‘Aku ingin tahu apa yang sedang dilakukan orang itu sekarang.’ Di Inggris, September adalah saat Anda kembali ke sekolah setelah liburan. Jadi itulah idenya, orang ini telah merindukan gadis ini sepanjang musim panas – dia adalah lagu September, itulah yang dia nantikan. Kami hanya ingin menulis sebuah lagu itu benar-benar manis dan polos, tidak terlalu seksual atau semacamnya.”

2. “September” – Earth, Wind & Fire

Bagi penggemar musik classic disco yang besar di tahun 70-an pasti familiar dengan grup musik Earth, Wind & Fire (EW&F atau EWF). Lagu “September” dirilis sebagai single pada tahun 1978 oleh ARC/Columbia Records. Awalnya dimasukkan sebagai trek untuk album ‘The Best of Earth, Wind & Fire, Vol. 1’, “September” meraih sukses secara komersial dan mencapai No 1 di US Billboard Hot R&B Songs chart, No 8 di US Billboard Hot 100 dan No 3 di UK Singles Chart. Lagu “September” ditulis oleh Maurice White, Al McKay dan Allee Willis. “September” menjadi salah satu kesuksesan komersial terbesar dalam karir Earth, Wind & Fire.

1. “Wake Me Up When September Ends” – Green Day

Lagu ini menjadi salah satu anthem terbesar band punk asal California, Green Day. Dirilis pada 13 Juni 2005, sebagai single keempat dari album studio ketujuh Green Day, ‘American Idiot’ yang dirilis pada tahun 2004. “Wake Me Up When September Ends” ditulis oleh vokalis Billie Joe Armstrong tentang ayahnya, yang meninggal karena kanker kerongkongan pada bulan September 1982 ketika Billie berusia 10 tahun. Pada satu titik, ia menjuluki lagu itu sebagai lagu yang paling otobiografi yang pernah dia tulis hingga saat itu. Di Amerika Serikat, lagu tersebut menjadi simbolis setelah Badai Katrina, di mana lagu tersebut didedikasikan untuk para korban bencana, dan juga dianggap sebagai dedikasi untuk para korban serangan 11 September yang terjadi pada tahun 2001. Lagu ini mendapat sertifikasi platinum oleh Recording Asosiasi Industri Amerika.

Related posts

Gloria Estefan Kembali Luncurkan Single Baru “Cuando Hay Amor”

Qenny Alyano

Begini Kiat Tantri ‘Kotak’ Menghadapi Bulan Ramadhan

Qenny Alyano

J.Lo X Maluma Rilis “Pa Ti + Lonely”

Qenny Alyano