December 5, 2021
Boleh Music
Musicology

Titiek Puspa Beri Perhatian Untuk Sesepuh dan Nasionalisme Anak Indonesia

South Jakarta – Setelah beberapa waktu lalu merilis lagu “Dua Sejoli”, penyanyi legendaris segala zaman, Titiek Puspa, akan segera meluncurkan video musik untuk single tersebut. Ditemui saat di sela-sela proses pengambilan gambar yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada hari Kamis (7/10), Titiek Puspa yang saat ini berusia 83 tahun tersebut mengungkapkan tentang kegiatan pembuatan video musik lagu “Dua Sejoli” tersebut,

“Hari ini saya sebetulnya dalam keadaan sakit, tetapi karena saya sudah janji dengan banyak orang dan ini sudah yang kedua, karena dulu COVID jadi dipindah sampai sekarang, jadi sekarang saya datang walaupun dalam keadaan gak sehat, gak enak, jadi aku paksakan datang karena ya sudah mendesak juga. Nah, saya buat lagu ini ‘Dua Sejoli’, tadinya tuh dibikin sama gitaris Tohpati, musiknya kayak tahun 30-an, kayak gitu. Bikin ini jadi simfoni ya musiknya, aransemennya agak di ‘classic’ kan, jadi bebas.

Sementara Eyang Titiek juga menjelaskan di balik pembuatan lagu tersebut, “Saya akan memberikan musik ini kepada para sesepuh. Karena orang tua yang seumur saya itu yang bukan orang seniman musik dengar musik anak sekarang suka kaget-kaget. Jadi itu selain memberikan ingatan, bahwa dulu beliau tuh juga muda-muda, berkasih-kasihan, bercinta-cintaan, sampai sekarang supaya bisa ingat terus. Jadi nih sengaja, untuk orang sepuh-sepuh.”

Titik Puspa juga tidak melupakan untuk memasukkan semangat nasionalisme baik dalam lagu barunya maupun video musik yang sedang dalam pengerjaan, “Walaupun di depan barat, tapi harus ada nasionalisme. Aku tuh pengen Nasionalisme itu dipulihkan kembali, itu tuh supaya apa ? Kembalilah, Indonesia tuh indah. Jadi rasa nasionalisme itu kurang sekarang.:

Meskipun demikian, Titiek Puspa ternyata masih mengikuti musik era sekarang, “Kemarin diajak sama, siapa ?, Kapur Barus, ,eh Dipha Barus. Lagu-lagu anak-anak sekarang yang masih enteng-enteng masih bisa (diikuti). Tapi kalo yang sudah ‘out of book’ gitu udah bingung. Itu aku pernah nonton di tivi itu musik DJ sama Orkestra, satu lagu tuh setengah jam. Aku coba kuat gak saya, satu setengah jam tuh wes sedan, udah gak kuat lagi. Bagus, yang nonton banyak. Jadi musik sekarang tuh begitu yang orang-orang tua udah bingung. Jadi tak kasih lagu itu biar bisa terkenang.”

Penyanyi kelahiran 1 November 1937 tersebut juga menyampaikan perhatian dan keprihatinan dengan kondisi anak-anak Indonesia saat ini, “Saya kepengennya untuk anak-anak. Saya kepengen ada panggung yang main tuh anak-anak, anak-anaknya orang tua tidak mampu. Karena anak orang tua tidak mampu, dia tidak akan menyekolahkan kemana-mana, kalau mereka dikumpulkan, terus diajarkan seni budaya dari Sabang sampai Merauke, tapi dikeluarkannya yang mengkini (kekinian). Nah yang 70 persen tuh seni budaya, yang 30 persen tata krama, agama, bahasa, sejarah sama teknologi. Saya kepengennya ada teater untuk anak-anak. Kepengen mengembalikan mereka itu, punya rasa nasionalisme.”

Related posts

Mantan Pemimpin EMI dan Capitol Records Bhaskar Menon Tutup Usia

Qenny Alyano

Begini Persiapan Jelang Konser Ed Sheeran Di Jakarta

Qenny Alyano

JOOX Siarkan Langsung Konser “One World: Together at Home” 19 April 2020

Boleh Music