December 5, 2021
Boleh Music
Musicology What's New

HIVI!, Ify Alyssa, Gerald Situmorang, Sri Hanuraga Bersatu Untuk “Rintik Hujan”

South Jakarta – Grup musik HIVI! yang beranggotakan Febrian, Ilham, Neida dan Ezra bersama dengan musisi Gerald Situmorang, Pianis Sri Hanuraga dan vokalis Wanita,  Ify Alyssa, merilis single kolaborasi berjudul “Rintik Hujan” pada hari Rabu, 24 November 2021. Bercerita tentang seseorang yang sedang sangat mendambakan waktu tenang dan bahagia saat hujan, lagu ini mengambil nuansa intimate acoustic yang menenangkan dan sangat cocok didengarkan terutama
saat hujan dan saat beristirahat.

“Rintik Hujan” merupakan single hasil aransemen ulang dan pengisian lirik dari lagu instrumental karya Gerald Situmorang dan Sri Hanuraga yang berjudul sama. Lirik ditulis oleh Febrian Nindyo, Neida Aleida, dan Ify Alyssa, sementara musiknya diproduseri oleh Gerald Situmorang dan Ezra Mandira. Lagu ini juga sekaligus menjadi single pertama yang mengawali rangkaian perilisan single-single lain di masa depan, guna menyambut album kolaborasi mereka, ‘Bermain Rintik Di Musim Hujan’, yang akan dirilis di tahun 2022.

“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sangat menyukai hujan dengan segala nuansanya, sekaligus berharap bisa memiliki dan menikmati waktu rehat sejenak saat hujan di tengah kesibukannya agar mampu bekerja atau berkegiatan dengan lebih baik. Cocok banget buat para pecinta hujan yang sedang hectic, bekerja keras, dan mendambakan waktu istirahat. Semoga lagunya juga bisa jadi ‘istirahat’ atau ‘penenang yang baik bagi pendengarnya”, ujar penulis lirik yang juga salah satu personil HIVI!, Febrian.

Artwork single “Rintik Hujan” (by Dani Effendi)

“Harapannya teman teman bisa merasakan apa yang ingin kita sampaikan melalui lagu ini. Semoga lagu ini bisa memberikan kehangatan dan menjadi teman di kala hujan turun, serta teman dalam segala kondisi menuju tujuan yang baik”, ujar penyanyi dalam lagu yang juga vokalis HIVI!, Ilham.

“Rintik Hujan” adalah lagu instrumental yang saya tulis di tahun 2016, spesifik untuk dimainkan duet dengan gitar dan piano bersama Sri Hanuraga. Kali ini di tahun 2021, tidak disangka lagu ini ternyata bisa berevolusi dengan adanya lirik baru yang menjadi satu padu dengan melodinya yang lahir dari ide Febri, lalu dikembangkan bersama Neida, Ify dan Ezra. Lirik yang disampaikan bercerita tentang dinamika kehidupan, dan ini sangat menjadi satu dengan komposisi “Rintik Hujan” dimana lagu tersebut juga memiliki dinamika musikal yang juga penuh naik dan turun. Sangat menyenangkan dan mengharukan mendengar hasil evolusi, kolaborasi dari performance dari Hivi!, Ify Alyssa dan juga saya serta Sri Hanuraga untuk lagu “Rintik Hujan” versi terbaru ini!”. ujar Gerald Situmorang.

Hivi!, Gerald Situmorang, Ify Alyssa dan Sri Hanuraga foto :

Untuk mengawali perilisan single “Rintik Hujan”, mereka juga merilis video mini series #BermainRintikDiMusimHujan. Berkolaborasi dengan Candi Soeleman sebagai Director, mini series ini tediri dari 3 episode yang mengambil judul “Bermain Hujan” (karya Ify Alyssa), “Rintik Hujan” (karya Gerald Situmorang dan Sri Hanuraga), dan “Musim Hujan” (karya HIVI!). Mini series mengambil cerita prequel dari kisah Bumi & Bulan, karakter yang ada di video klip lagu HIVI!, “Bumi dan Bulan”, serta mengambil tema besar seputar pengenalan diri lebih dalam dan bijak, toxic relationship dan evaluasi, rasa syukur, dan pentingnya beristirahat dan menganalisa dengan baik tentang apa yang sedang terjadi di dalam diri dan sekitar kita. Seluruh karakter dan cerita diperankan sendiri oleh HIVI!, Gerald Situmorang, Sri Hanuraga, dan Ify Alyssa.

“Senang sekali kembali akting dengan suasana baru dan pertama kali punya peran sebagai orang kantoran, dan tersentuh juga dengan banyak pesan yang disampaikan mini series ini” ujar Ify Alyssa.

“Harapannya agar teman teman yang menyaksikan bisa mendapatkan pengertian dari suasana hujan yang lebih beragam dan semoga walau langitnya kelabu, tetap bisa berpikir poisitif.” ujar Neida, salah satu vokalis HIVI!.

HIVI!

HIVI! ( foto : istimewa )

HIVI! merupakan grup musik beraliran pop Indonesia yang terbentuk sejak 2009. Pada tahun 2012, HIVI! mengeluarkan debut album dengan judul ‘Say Hi! To HIVI!’ dengan single pertama yang berjudul “Indahnya Dirimu” dan disusul oleh “OrangKetiga”, “Curi-Curi”, “Selalu di hati”, “Mata Ke Hati”, dan “Heartbeat”. Dalam perjalananan menuju album ke-dua, HIVI! mengeluarkan dua single lagi pada tahun 2015, yang bertajuk “Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi” serta “Sama Sama Tahu”. Grup musik yang beranggotakan Ilham Aditama (vokal), Febrian Nindyo Purbowiseso (vokal/gitar), Ezra Mandira (vokal/gitar) serta Nadhia Aleida (vokal) merilis Album ke-2 nya yang berjudul Kereta Kencan pada bulan Maret tahun 2017. HIVI! telah sukses meraih piala “Album of the year” versi Indonesia Choice award dan membuahkan lagu yang digandrungi masyarakat seperti “Pelangi, Merakit Perahu, serta “Remaja”.

Album ke-3 HIVI! yaitu ‘CERITERA’ dirilis pada tahun 2019 sekaligus juga dengan menggelar konser CERITERA di MBLOC SPACE JAKARTA. Album ini berisikan single andalan antara lain “Jatuh Bangkit Kembali!”, “Satu-Satunya”, “Bumi & Bulan”, “Pemuda” dan “Tersenyum Untuk Siapa” yang diaransemen versi Akustik untuk OST dari Film “MARIPOSA” ditahun 2020

Gerald Situmorang

Gerald Situmorang ( foto : istimewa )

Gerald Situmorang (dikenal juga dengan nama GeSit; lahir di Jakarta, 31 Mei 1989) adalah musisi asal Indonesia yang dikenal sebagai gitaris jazz pada awalnya, lalu juga menjadi bassist rock di grup band Barasuara. Gerald mengenal musik sejak 13 tahun, ia lalu membuat duo gitar akustik bernama Sketsa pada tahun 2005.

Debut album sebagai soloist yaitu “Solitude” dirilis pada bulan September 2016 dan juga dirilis di Jepang dengan label Inpartmaint Inc. pada Juli 2017, yang mendapatkan penghargaan “Karya Produksi Instrumentalia Terbaik” untuk lagu “Familiar Song” dari AMI Awards di tahun 2017.

Album solo kedua Gerald “Dimensions” yang dirilis pada bulan September 2017, banyak menggunakan sound elektronik, memperoleh 3 penghargaan dalam setahun yaitu “Karya Produksi Instrumentalia Terbaik” untuk lagu “Dice”, “Album Choice of the Year” dari 40th Jazz Goes To Campus serta “Instrumental Album of The Year” dari Indonesian Choice Awards 2018. Gerald juga aktif dalam memproduseri artis lain, Ia sudah bekerja sama dengan Monita Tahalea, Asteriska, Ify Alyssa, Isyana Sarasvati, Afgan dan Rendy Pandugo. Di tahun 2019 Gerald merilis dua album bersama Barasuara yaitu ‘Pikiran dan Perjalanan’ dan bersama Sri Hanuraga yaitu ‘Meta’, dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan untuk album solo ketiga-nya. Di tahun 2021 Gerald juga merilis EP yang berjudul ‘Saga’. Situasi pandemi yang serba terbatas tidak menutup Gerald untuk terus berkarya.

Ify Alyssa

Ify Alyssa ( foto : istimewa )

Ify Alyssa merupakan wanita kelahiran Bandung, 6 Desember 1996. Ia mulai bernyanyi sejak umur 4 tahun, dikenal pertama kali saat mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV tahun 2008. Semenjak itu, ia membintangi beragam serial TV pada tahun 2011-2017. Saat ini Ify sedang merintis solo karirnya dalam industri musik. Beberapa lagu ciptaannya yang ia rilis antara lain berjudul “Gitar” (2017), “Seirama” (2018), “Sisa Hari” (2019), “Dua Insan” ft. Adhitia Sofyan (2019), dan “What About Us? (2020)” dan sudah merilis album solonya yang berjudul ‘Pelita Lara’. Lagunya berhasil menjadi soundtrack film seperti ‘Teman Tapi Menikah 2 (Dua Insan)’, ‘EL The Movie’ (Gitar), Ost ‘Eggnoid (Eggy)’ dan yang terbaru Ost. ‘Ali & Ratu-Ratu Queens’ di tahun 2021 (Sisa Hari). Ify juga mendapatkan 2 nominasi AMI untuk lagunya “Dua Insan” bersama Adhitia Sofyan. Ify cukup sering berpartisiasi dalam festival bergengsi tanah air seperti Java Jazz Festival, We The Fest, Jazz Traffic, Kick Fest, dan masih banyak lagi.Selain bermusik, Ify Alyssa juga memiliki ketertarikan dalam bidang fashion dan hal yang bersangkutan dengan lifestyle serta personalitynya.

.

Sri Hanuraga ( foto : istimewa )

Sri “Aga” Hanuraga lahir di Jakarta 24 Desember 1985. Aga mengenal musik sejak umur 13 tahun. Karir profesionalnya dimulai ketika ia bermain sebagai kibordis grup “The Young All Star” pada AMI Sharp Awards 2002. Pada tahun 2005 ia melanjutkan studinya di Conservatorium van Amsterdam hingga tahun 2011, lulus program S2 dengan predikat “summa cum laude” (10 with distinction). Ia juga memenangkan sejumlah kompetisi internasional dan tampil di festival jazz internasional antara lain soloist prize pada East Of Eastern Jazz Festival di Nijmegen (Belanda) tahun 2006, juara dua kompetisi piano nasional Belanda YPF jazz Piano Competition 2009, Dutch Jazz Day 2010 dan berbagai festival lainnya di Paris, Nice, Cannes, Monaco, belgia, Hungaria, jerman, Israel, Polandia dan Romania.

Pada tahun 2015 ia merilis album solonya berjudul “To The Universe” yang mendapat penghargaan album of the year dari JGTC Festival 2015, Beehype dan majalah Tempo. Album ini juga mendapat penghargaan AMI Awards untuk “the best jazz instrumental artist”. Album solo Aga berikutnya, “Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi: Indonesia Volume 1” mendapat nominasi AMI Awards 2017. Pada tahun 2019 ia merilis tiga album bersama grup SimakDialog (Gong), Gerald Situmorang (META) dan “Sri Hanuraga Trio Feat. Dira Sugandi: Indonesia Vol.2”. Album META dan Gong sama – sama mendapat nominasi AMI Awards 2019 untuk album jazz terbaik dan yang berhasil membawa pulang  penghargaan tersebut adalah album Gong. Aga juga aktif melakukan kolaborasi dengan sejumlah seniman dari disiplin lain seperti sastrawan Goenawan Mohamad, Seno Gumira Aji Darma, Adimas Imanuel dan performance artist Melati Soeryodharmo.

Related posts

Musica Studio’s 51 Tahun di Industri Musik Indonesia

Qenny Alyano

Siap Rilis Album Baru Slipknot Luncurkan Video Musik ‘Solway Firth’

Qenny Alyano

Rich Brian Rilis MV “New Tooth”Terinspirasi Film ‘The Raid’

Qenny Alyano