May 20, 2022
Boleh Music
Musicology

Mengenang 15 Tahun Kepergian Chrisye Musica Rilis Vinyl Album ‘Sabda Alam’

South Jakarta – Siapa yang tidak mengenali salah satu sosok musisi paling legendaris di tanah air yang satu ini, dialah (Alm.) Chrismansyah Rahadi atau yang kita kenal dengan nama Chrisye. Tak terasa, tepat 15 (lima belas) tahun sudah berlalu sejak kepergiannya pada tanggal 30 Maret 2007 silam. Namun, karya-karyanya yang lintas generasi masih tetap mengudara dan dinikmati oleh banyak masyrakat Indonesia maupun di luar negeri hingga saat ini.

Baru saja mengeluarkan sebuah lagu unreleased dari (Alm.) Chrisye yang berjudul “Yang Kusayang” di tanggal 25 Maret kemarin, kali ini giliran album legendaris ‘Sabda Alam’ yang dihadirkan dalam format vinyl atau piringan hitam. Hal ini dilakukan Musica Studio’s dalam upaya untuk terus mengapresiasi karya-karya dari (Alm.) Chrisye. Album “Sabda Alam” dulunya rilis pada tahun 1978 dan diproduksi oleh Musica Studio’s. Album ini merupakan penanda sebagai album solo pertama dari (Alm.) Chrisye bersama Musica Studio’s, setelah sebelumnya (Alm.) Chrisye sempat melejit lewat lagu “Lilin-Lilin Kecil” di ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors Rasisonia 1977 dan juga membuat album ‘Jurang Pemisah’ bersama (Alm.) Yockie Suryo Prayogo, serta album soundtrack legendaris ‘Badai Pasti Berlalu’. ‘Sabda Alam’ direkam di studio Musica dengan menggunakan double tracking. Album ini menampilkan (Alm.) Chrisye pada vokal, gitar dan bass. (Alm.) Yockie Suryo Prayogo pada piano akustik dan keyboard, juga Keenan Nasution pada drum dan perkusi. Untuk aransemennya dikerjakan oleh (Alm.) Chrisye dan (Alm.) Yockie Suryo Prayogo.

Lagu-lagu di ‘Sabda Alam’ terasa ada banyak upaya pembaharuan dari segi musik dan melodi. Sangat berbeda sekali dengan melodi lagu-lagu yang dirilis pada masa itu. Dari segi lirik juga tampak bahwa Guruh Sukarno Putra dan (Alm.) Junaedi Salat banyak menggunakan bahasa-bahasa yang pada saat itu masih jarang dipakai. Hal ini terlihat dengan adanya catatan footnote bertuliskan arti dari kata-kata yang belum banyak dipakai tersebut yang tertera di dalam sampul kaset. Oleh karenanya, lagu-lagu yang ada di album ini pun sarat akan nuansa romansa dan melankolis. Album ini berhasil mencetak banyak hits, antara lain “Sabda Alam”, “Juwita”, “Kala Sang Surya Tenggelam”, “Smaradhana” dan “Anak Jalanan”.

Pasha Chrismansyah mengungkapkan, “Buat saya album “Sabda Alam” adalah album yang sangat legendaris karena ini adalah album pertamanya papa sebagai solois. Lagu-lagu di album ini banyak yang everlast, masih sering dikenang di era sekarang. Terbukti lagu “Sabda Alam” sendiri aja udah beberapa kali di cover secara rekaman oleh penyanyi / musisi lain. Belum lagi lagu-lagu yang lain yang gak kalah terkenalnya, seperti “Juwita”, “Kala Sang Surya Tenggelam”, “Smaradhana” dan “Anak Jalanan”. Menurut saya, lagu-lagu tersebut tingkat populernya termasuk dalam best of-nya papa.”

“Saya setuju kalau “Sabda Alam” dibilang sebagai album yang setara tingkat legend-nya dengan album “Badai Pasti Berlalu” dan “Jurang Pemisah”. Dan yang saya tahu juga di komunitas kolektor vinyl, album ini adalah salah satu album yang must have, ya karena memang se-legend itu materi lagu-lagu dan nilai sejarah album ini di musik Indonesia.”, lanjut Pasha, anak dari mendiang (Alm.) Chrisye.

Album “Sabda Alam” memang diterima dengan sangat baik sekali dan laris di dunia musik tanah air. Pada tahun 2007, album ini mendapat peringkat #51 (nomor lima puluh satu) di dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik yang diterbitkan dalam majalah Rolling Stone Indonesia. Dan di tahun 2009, lagu “Anak Jalanan” juga masuk ke dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia di peringkat #72 (nomor tujuh puluh dua).

Terdapat 10 (sepuluh) lagu dalam album ‘Sabda Alam’, antara lain:

Side A
1. Juwita (cipt: Yockie Suryo Prayogo /
Junaedi Salat)
2. Sabda Alam (cipt: Chrisye / Junaedi
Salat)
3. Smaradhana (cipt: Guruh Sukarno
Putra)
4. Duka Sang Bahaduri (cipt: Yockie Suryo
Prayogo / Junaedi Salat)
5. Cita Secinta (cipt: Yockie Suryo
Prayogo / Chrisye / Junaedi Salat)

Side B
1. Kala Sang Surya Tenggelam (cipt:
Guruh Sukarno Putra)
2. Nada Asmara (cipt: Yockie Suryo Prayogo / Junaedi Salat)
3. Citra Hitam (cipt: Yockie Suryo Prayogo / Junaedi Salat)
4. Adakah (cipt: Christ Kayhatu / Tommy & Marie)
5. Anak Jalanan (cipt: Guruh Sukarno Putra)

“Tentunya ini suatu kebanggaan buat saya, bisa melanjutkan “tongkat estafet” untuk terus menjaga “warisan” berharga dari (Alm.) Ayah saya dan tentunya legenda (Alm.) Chrisye. Jadi, pelahiran kembali album ini sangat berarti untuk saya dan Musica.” ungkap Ibu Indrawati Widjaja atau yang lebih akrab disapa dengan Ibu Acin selaku Executive Producer dari Musica Studio’s.

Ibu Acin juga menambahkan, “Perilisan vinyl “Sabda Alam” ini merupakan kabar baik untuk semua penikmat musik Indonesia, terutama pecinta karya-karya (Alm.) Chrisye, yang sangat banyak hits-nya. Dan vinyl ini juga layak dimiliki sebagai collectible item yang istimewa dengan jumlah yang terbatas.”

Vinyl ‘Chrisye – Sabda Alam’ dirilis pada tanggal 30 Maret 2022 dan bisa didapatkan di official store Musica Studio’s www.musicamerch.id, Shopee www.shopee.co.id/musicaofficial dan Tokopedia www.tokopedia.com/musicastudios.

Untuk official audio dari album ‘Sabda Alam’ sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital seperti Langit Musik, Spotify, Resso, Apple Music, Youtube Music dan JOOX. Untuk official video clip dapat disaksikan di YouTube channel “Musica Klasik” dan “Musica Studio’s”. Untuk official video karaoke dapat dinikmati di YouTube channel “Musica Karaoke”

(SPR)

Related posts

Jim Steinman Komposer Lagu Hits Meatloaf, Bonnie Tyler dan Air Supply Meninggal Dunia

Qenny Alyano

Bekraf Kerja Sama Dengan BPJS Perhatikan Kesejahteraan Musisi

Qenny Alyano

Setelah Ambon Konferensi Musik Indonesia Siap Digelar Di Bandung

Qenny Alyano