June 28, 2022
Boleh Music
Musicology

Platform Festival Suara Hadir Sebagai Jembatan Artis Cover Dengan Pencipta Lagu

South Jakarta – Di era digital sekarang ini, semua hal bisa dilakukan dan didapatkan dengan mudah termasuk dalam hal berkarya musik. Sayangnya masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan karya musik tidak mendapat perhatian serius sehingga bisa merugikan pencipta karya musik termasuk karya lagu. Berkaca dari kasus  hukum yang terjadi antara PT Nagaswara Publisherindo yang mewakili pencipta lagu Yogi Adi Setiawan dan Pian Daryono selaku pencipta dan pemegang hak lagu “Lagu Syantik” yang populer dibawakan oleh penyanyi Siti Badriah beberapa waktu lalu dengan Gen Halilintar. Seperti diketahui, Gen Halilintar sempat memproduksi ulang dan mengkomersilkan “Lagu Syantik” dan merubah lirik aslinya tanpa izin dan sepengetahuan dari pencipta lagu dan juga pihak publishing lagu tersebut.

Setelah melalui serangkaian proses pengadilan hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA) sejak tahun tahun 2018 lalu, akhirnya di tingkat PK ( Peninjauan Kembali) Mahkamah Agung mengabulkan gugatan PT Nagaswara Publisherindo atas Gen Halilintar terkait pelanggaran Hak Cipta lagu “Lagu Syantik”. Tidak tanggung-tanggung, pihak Gen Halilintar pun harus membayar ganti rugi atas tindakannya tersebut. Dari kasus yang terjadi tersebut, PAMPI atau Prakarsa Antar Musik Publishing Indonesia yang menjadi wadah dari beberapa publisher lagu termasuk PT Nagaswara Publisherindo, melakukan kerja sama dengan  platform digital bernama ‘Festival Suara’.

Festival suara adalah suatu platform perizinan untuk mempermudah para konten creator untuk dapat memilih dan membawakan atau mengover lagu-lagu dan karya musik dari artis, musisi dan pencipta lagu yang tergabung di asosiasi PAMPI. Cukup dengan mengakses www.FestivalSuara.com untuk menjadi anggota, para konten creator yang ingin mengcover lagu-lagu di platform tersebut bisa dengan aman tanpa harus kuatir dengan akan berurusan dengan masalah hukum yang mungkin bisa terjadi ke dapannya. Platfom Festival Suara juga menjadi jembatan antara konten creator dan artis cover dengan para pencipta lagu yang karya mereka sudah terdaftar dengan publisher musik. Dalam konferensi pers peluncuran platform ‘Festival Suara’ yang berlansung pada Kamis siang (19/5) di kantor Nagaswara Jakarta, hadir Rahayu Kertawiguna selaku CEO Naga Swarasakti, CEO of Cerdas Solusi Indonesia – Bagus Trisakti, Perwakilan Asosiasi PAMPI – Edi Haryatno, Josbi Lawform – Yosi Muyadi dan juga pencipta lagu “Lagu Syantik” – Yogi RPH.

Konferensi pers peluncuran platform ‘Festival Suara’ di kantor Nagaswara, Jakarta ( foto :QB )

Dalam kesempatan tersebut, Rahayu Kertawiguna juga sempat menyinggung tentang perkembangan kasus gugatan “Lagu Syantik” di pengadilan. “Jangan pernah menyerah. Saya sempat tidak percaya ketika dinyatakan Nagaswara kalah. Sempat depresi bagaimana caranya mencari keadilan bagaimana caranya memenangkan akan hak cipta ini. Mencari keadilan sampai ke tingkat PK. Saya juga enggak percaya di situ bisa menang. Ini anugerah jika kita tidak pernah menyerah.”

Sementara Bagus Trisakti dari Cerdas Solusi Indonesia menjelaskan tentang platform ‘Festival Suara’, “Festiaval Suara bukan lembaga kolektif. Festival Suara dibentuk sebagai platform untuk mempermudah. Jadi cover itu perbolehkan asal berijin. Festival Suara menyedikan platformnya untuk bagaimana mengurus izin penggunaan lagu. Mempermudah, kita cukup dengan satu kali submit daftar semua publishing yang sudah menjadi partner dari Festival Suara, seluruh lagu atau karya ciptanya sudah bisa langsung digunakan.”

Related posts

‘Indonesia Orchestra & Ensemble Festival (IOEF)’ 2019 Festival Orkestra Pertama Dan Terbesar Di Asia Tenggara Kembali Digelar

Boleh Music

Dayglow Ungkap Tuntas Album Terbarunya Saat Media Junket

Qenny Alyano

Mengenang Karya Yockie Suryo Prayogo, Musica Studio’s Rilis Vinyl ‘Penantian’

Qenny Alyano