August 20, 2022
Boleh Music
Editor's Picks Event & Community Flash News What's New

Jazz Gunung Bromo Digelar Juli 2022 Hadirkan Musik Jazz Sampai Etnik

South Jakarta – Komitmen terhadap kontribusi ekonomi kreatif dan pariwisata dibuktikan oleh PT Jazz Gunung Indonesia (JGI) selama pandemi berlangsung. Tahun 2020 dan 2021 secara berturut-turut digelar Jazz Gunung Ijen dan Jazz Gunung Bromo sebagai rangkaian Jazz Gunung Series dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Upaya tersebut terus dilaukkan PT JGI untuk menggerakan perekonomian sektor budaya, musik, dan pariwisata di tengah-tengah situasi pandemi yang kini menuju endemi. Saat ini kondisi sudah mulai membaik dan Jazz Gunung Series siap untuk memberikan kontribusinya di beberapa daerah lainnya selain Bromo dan Ijen (Jawa Timur) seperti Samosir (Sumatera Utara), Gunung Burangrang (Bandung), Gunung Slamet (Semarang), dan beberapa gunung di kota lainnya yang akan dimulai pada tahun 2023.

Dalam acara konferensi pers yang digelar pada hari Selasa (5/7) dan bertempat Institut Français Indonesia (IFI), hadir dalam kesempatan tersebut  Sigit Pramono dan Butet Kartaredjasa (Founder Jazz Gunung Indonesia), Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) yang hadir secara virtual, Jahja Setiaatmadja (Presdir BCA), Charlotte Esnou (Atase Kebudayaan Prancis IFI), Achmad Albar dan Ian Antono (Pengisi acara JGB 2022) dan  Bintang Indrianto dan Dewa Budjana (Kurator Jazz Gunung Bromo 2022).

Founder Jazz Gunung, Sigit Pramono dan Butet Kartaredjasa menyerahkan Jazz Gunung Award 2021 kepada Glenn Fredly yang diserahkan langsung ke Juiza Patty, adik kandung Glenn Fredly ( foto : istimewa )

 

Dari kiri ke kanan – Ranitya Nurlita (Moderator Press Conference), Bintang Indrianto (Kurator Jazz Gunung Bromo 2022), Dewa Budjana (Kurator Jazz Gunung Bromo 2022), Ian Antono (Penampil Jazz Gunung Bromo 2022) ( foto : QB )

 

“Kami yakin apa yang dilakukan Jazz Gunung berdampak pada berputarnya roda pereokonomian tiap wilayah diselenggarakannya Jazz Gunung nanti. Tahun ini penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo akan memasuki tahun ke-14 dan tahun depan akan mulai digelar di berbagai wilayah gunung lainnya,” ungkap founder PT JGI dan ketua Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono.

Founder Jazz Gunung Indonesia Butet Kartaredjasa juga mengungkapkan, “Di Jazz Gunung, Gunung tidak hanya menyajikan keindahan Indonesia tapi musiknya juga keren. Jadi Djaduk (almarhum) pernah mengatakan ‘supaya bisa teridentifkasi yang dimaksudkan Jazz Gunung itu seperti apa, disamping kita berproses mencari ke-Indonesiaan di dalam Jazz itu, salah satu pintu masuknya melalui kekuatan bebunyian etnik.”

Achmad Albar dan Ian Antono yang juga didampuk menjadi salah satu pengisi acara ‘Jazz Gunung Bromo 2022 juga mengungkapkan, “Saya bersama Ian Antono, kayaknya nih surprais sekali ya, kami jarang sekali berkolaborasi dengan Jazz terutama sekali ini digabungkan dengan musik tradisional Banyuwangi. Suatu pengalaman yang bagus sekali buat kami. Mudah-mudahan kesempatan ini bisa kami lakukan dan mendapat respon yang bagus dari masyarakat. “

Untuk memulai rangkaian Jazz Gunung Series tersebut, PT JGI akan memulainya dengan Jazz Gunung Bromo 2022 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort, Probolinggo, Jawa Timur dari tanggal 22-23 Juli 2022 mendatang dengan kapasitas penonton yang sudah bisa kembali normal yaitu 2000 penonton namun tetap dengan prokes sesuai aturan yang berlaku.

Jazz Gunung memang memiliki spirit yang begitu mendalam untuk menyajikan musik jazz dengan warna Indonesia. Salah satu penggagasnya, almarhum Djaduk Ferianto yang menanamkan nilai ini, “saudara saya itu bukan meninggal atau mati, bagi saya dia gugur dalam perjalanan menemukan musik Indonesia salah satunya lewat Jazz Gunung,” ujar Butet Kartaredjasa dalam acara yang sama.

Sejumlah penampil telah dipersiapkan diantaranya Blue Fire Project feat. Achmad Albar dan Ian Antono, Pusakata, Duo Weeger, Irsa Destiwi & Nesia Ardi, SweetSwingNoff, Ring of Fire Project feat. Jogja Hiphop Foundation, Andien, Gilang Ramadhan Komodo Project, Andre Dinuth, dan Aditya Ong.

Penyelenggara memberikan potongan harga tiket untuk yang mengambil tiket terusan 2 hari pertunjukkan. Untuk penjualan tiket bisa didapatkan di jazzgunung.com dengan tarif 1 hari di kelas Tribune Rp500.000, VIP Rp750.000, dan VVIP Rp1.250.000. Sementara untuk tarif 2 hari/terusan Tribune Rp800.000, VIP Rp1.200.000, dan VVIP Rp2.000.000.

PT JGI mengapresiasi langkah kementerian pariwisata yang terus mendorong industri ini terus berjalan dan bangkit kembali setelah melewati masa pandemi. “Jazz Gunung Bromo 2022 ini akan menjadi contoh yang baik untuk musik dan pariwisata dengan adanya beberapa Badan Otorita di beberapa wilayah Indonesia. Sukses selalu untuk Jazz Gunung Bromo 2022” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno yang menyempatkan hadir secara virtual dalam Press Conference hari ini.

Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Repubilk Indonesia menghadiri jumpa pers Jazz Gunung Bromo 2022 secara virtual ( foto : istimewa )

 

Bangkit Kembali

Antusias yang ditunjukkan para pengisi acara serta penonton menyambut kembalinya digelar konser dan dihadiri dengan kapasitas 100% serta banyaknya festival musik yang diselenggarakan menjadi dorongan untuk Jazz Gunung Series untuk dapat kembali menyelenggarakan rangakaiannya di tahun ini sampai tahun mendatang.

“Rangkaian Jazz Gunung Series adalah jawaban atas bangkitnya industri ekonomi kreatif dan pariwisata karena dapat melibatkan para stakeholder di bidang seni dan budaya serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata, untuk itu BCA senantiasa mendukung program ini sejak beberapa tahun lalu,” ungkap direktur BCA, Antonius Widodo.

Jazz Gunung Bromo sudah menjadi salah satu National Calendar of Event dari Kemenparekraf. Dalam kondisi pandemi, festival ini terbukti mampu beradaptasi dan memberikan dampak yang berarti bagi ekosistemnya.

Penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2022 untuk memulai rangkaian Jazz Gunung Series akan menjadi bukti kebangkitan pariwisata Indonesia sekaligus kebangkitan perekonomian nasional karena mampu menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seperti hotel, restoran, pedagang, penyewaan mobil, dan pelaku industri wisata lainnya di kawasan Probolinggo.

Seluruh rangkaian kegiatan Jazz Gunung Bromo 2021 didukung oleh BCA, Kemenparekraf, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Jiwa Jawa Resort Bromo, Java Banana Bromo. Pada kesempatan tersebut, panitia PT Jazz Gunung Indonesia (JGI) juga diadakan  penyerahan Award Jazz Gunung Bromo 2021 kepada almarhum Glenn Fredly yang akan diberikan ke pihak keluarga.

Tentang Jazz Gunung Indonesia

Jazz Gunung Indonesia merupakan sebuah konsep perhelatan konser jazz bernuansa etnik yang diselenggarakan di amfiteater terbuka, tempat destinasi wisata, kawasan pegunungan yang sejuk. Tujuannya agar musik dan musisi jazz dapat tampil sekaligus mempromosikan tempat wisata yang indah.

Jazz Gunung Indonesia mulai digelar pada tahun 2008 dengan tajuk Jazz Gunung Bromo. Kemudian 3 tahun yang lalu di kawasan Ijen, Banyuwangi juga digelar dengan tajuk Jazz Gunung Ijen. Saat ini Jazz Gunung telah menjadi rangkaian atau series dengan bertambahnya Jazz Gunung Burangrang dan Jazz Gunung Toba. Nantinya rangkaian Jazz Gunung Indonesia ini juga akan bertambah dengan Jazz Gunung Slamet di Purwokerto dan Jazz Gunung Ungaran di Semarang.

(SPR)

Related posts

Audrey Tapiheru Kembali Dengan EP ‘Locklove’

Qenny Alyano

Fariz RM Gelar Konser Intim Virtual Dari Deheng Hills

Qenny Alyano

Konsep Baru Dira Sugandi Hadirkan Single “Back In Time”

Qenny Alyano