August 20, 2022
Boleh Music
Musicology

Rangkuman Perjalanan Musik Iman Fattah Dalam Buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’

South Jakarta – Nama Iman Fattah mungkin sudah tidak asing bagi sejumlah musisi dan juga penggiat skena musik indie di awal tahun 2000-an. Berbagai prestasi dan jejak telah ditorehkan oleh putra dari bassist band rock legendaris, Godbless, Donny Fattah. Dalam perjalanan musiknya, Iman sempat bergabung dengan band LAIN, Zekan and The Popo, Toilet Sounds dan Raksasa sampai saat ini. Selain itu, Iman juga berkecimpung di dunia sound design di sebuah pertunjukan opera, ‘ONROP MUSIKAL’ karya Joko Anwar. Mengisi scoring untuk film ‘Janji Joni’ dan menjadi produser musik untuk Kartika Jahja pernah menjadi bagian dari perjalanan musik Iman.

Perjalanan musikal seorang Iman Putra Fattah tersebut kemudian terangkum dalam buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’. Buku diterbitkan pada bulan Juni 2022 oleh Arung Wacana, sebuah penerbit buku independen asal Yogyakarta. Buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’ merupakan memoar perjalanan Iman Fattah yang terbagi dalam 7 bab sebagai seorang musisi, seniman, sound designer, produser musik hingga terlibat di program Seniman Mengajar. Dalam acara bedah buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’ yang berlangsung pada 11 Juli 2022 di Creative Hall, M Bloc Space, Jakarta, hadir Iman Fattah (penulis buku), Aris Setyawan (editor buku), Ubiet Raseuki (Etnomusikolog) dan Wendi Putranto (moderator M Bloc Space). Dalam kesempatan tersebut, Iman mengungkapkan,

Bedah buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’ di Creative Hall, M Bloc Space, Jakarta. ( foto : QB )

 

“Gua belajar gitar agak telat ya, baru sekitar tahun 2000-an. Dulu gue lebih tertarik game dan anime. Tapi dari kecil sudah menyukai musik terutama dari ayah. Waktu LAIN itu awal-awal ya, gue sadar gue menyandang nama besar. Kalo orang tahu gue anak Donny Fattah, kita akan selalu berada di bayang-bayang orang tua kita. Makanya di album pertama LAIN, gue gak pake nama Fattah. Biar dilihat kita sebagai karya kita, jangan kita sebagai anaknya siapa. To be honest waktu itu gue terbebani. Makanya gue banyak menuliskan pengalaman gue, karena di era-era itu, gue seorang musisi juga loh, gue mempunyai karya juga. Jadi lihatlah gue dengan karya gue. Mungkin 7 tahun baru gue bisa embrace karena sebelumnya gue selalu denial. Di sini (buku) lebih ke gue sebagai musisi punya perjuangan juga, gimana era-era itu skena kita di musik di Jakarta. konteksnya seperti apa, apa yang terjadi di masa itu, gue berjuang seperti apa itu beda dengan perjuangan bokap gue. Itu kenapa di buku ini gue gak banyak menyinggung keluarga.”

Yang menarik dalam setiap bab dalam buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’, Aris Setyawan selaku editor memberikan catatan dengan kata Coda, “Buku ini prosesnya butuh 2 tahunan akhirnya bisa cetak. Awalnya diminta sebagai editor aja. Setelah saya baca, proses editing jalan, Imam meminta, ‘kayaknya lebih asik kalau lo ikutan nulis, akan ada perspektif lain untuk setiap bab apa yang gue cerita. Proses gitu aja ngalir aja, kita tektokan karena mas Iman masih di LA (Los Angeles) saya di Jogja. Yang saya tangkap ini bukan cuman memoar personal. Makanya saya semangat karena konteksnya bisa luas sekali. Karena kita tidak hanya membicarakan skena tapi juga musik Indonesia pada umumnya. Itulah yang bikin ada coda-coda.”

Buku ‘Rupa Suara : Catatan Perjalanan Bebunyian’ bisa dipesan dan didapatkan di https://www.rupasuara.com/ dengan harga Rp 85 ribu.

Kika Wendi Putranto ( Moderator M Bloc Space ), Iman Fattah ( Penulis Buku ), Aris Setyawan ( Editor Buku ) dan Ubiet Raseuki ( Etnomusikolog ) ( foto : QB )

Related posts

Mencari Talenta Asia Tenggara Sony Music Entertainment Luncurkan OFFMUTE

Qenny Alyano

‘[NGADU] Ngajak Duel’ Goodnight Electric & .Feast Hadir Di Youtube

Qenny Alyano

Simak Daftar Lengkap Nominasi BRIT Awards 2020

Qenny Alyano