August 20, 2022
Boleh Music
What's New

Berdarah Indonesia BLOODMOON Rilis Single “Deeper”

South Jakarta – Produser elektronik dan vokalis kelahiran Indonesia BLOODMOON (aka Dougy Mandagi dari band Melbourne The Temper Trap) hari ini mengumumkan EP perdananya, ‘Giving Up Air’, via Future Classic bekerja sama dengan Eat Your Own Ears Recordings dan Liberation Records. Untuk merayakan pengumuman ini, BLOODMOON merilis trek terbaru dari EP ini, “Deeper”.

“Deeper” adalah lagu ketiga dari EP yang akan datang tersebut, menggabungkan falsetto khas Dougy dengan produksi dari produser asal Skotlandia, Pariah. Lagu ini dirilis menyusul kolaborasi terbarunya dengan sesama warga Berlin Bearcubs, ‘All In Place’, serta single debutnya yang viral “Disarm” – sebuah lagu yang pertama kali muncul sebagai soundtrack FIFA 2022 awal tahun ini dan mendapat banyak penggemar berbulan-bulan sebelum perilisan resminya. Sejak itu, “Disarm” telah mengumpulkan lebih dari 2 juta streams dan telah didukung di seluruh DSP dan radio termasuk pemutaran dari R1, R2 dan BBC 6Music serta pujian internasional dari KCRW dan triple j. Di luar proyek BLOODMOON, momen besar Dougy baru-baru ini adalah viralnya lagu klasik The Temper Trap, “Sweet Disposition”, di TikTok, berkat sebuah cover gitar instrumental (sekarang telah ditonton lebih dari 3 juta kali). Single kolaborasi “Love Lost” Temper Trap yang berenergi di album anumerta Mac Miller juga saat ini mengumpulkan lebih dari 1 juta streams dalam sehari di Spotify dan memperkenalkan suara Dougy yang khas kepada audiens yang sama sekali baru.

Berbicara tentang EP tersebut, Dougy menjelaskan: “Saya bangga akhirnya merilis dan membagikan karya ini, yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan saya dalam 2 tahun ke belakang. Rasanya membebaskan ketika tahu bahwa lagu-lagu ini tidak lagi hanya milik saya, namun milik semua orang yang merasa terhubung dengannya. Saat itulah keajaiban yang sebenarnya terjadi.”

Artwork EP ‘GIving Up Air’ – Bloodmoon ( foto : istimewa )

Bertransformasi dari bocah Indonesia yang tumbuh besar di Amerika, menjadi seorang remaja dengan aksen Amerika yang kental di sebuah sekolah menengah di Bali, dan kemudian menjadi satu-satunya penyanyi Asia di kancah indie rock awal 2000-an Melbourne yang homogen, Dougy selalu merasa seperti orang asing. Setelah The Temper Trap mengukuhkan diri sebagai salah satu musisi internasional terbesar Australia pada dekade ini, dengan 1 juta album terjual di seluruh dunia, sertifikasi platinum di Amerika Serikat dan Inggris, nominasi BRITS, juga 2 album yang menduduki peringkat #1 di tangga lagu ARIA dan 4 penghargaan ARIA di dalam negeri, Dougy memutuskan untuk hiatus di tahun 2016, mencari sesuatu yang baru dan dekat dengan dirinya. Setelah sejumlah pengalaman yang mengubah hidup di klub ternama Berghain — Dougy memantapkan diri untuk menjalankan passion di ranah musik elektronik.

Dalam pembuatan EP perdana BLOODMOON yang terinspirasi dari musik elektronik ini, Dougy mundur kembali ke masa lalunya sebagai cara untuk memahami arah musik baru dan berani yang dijalaninya sekarang. Untuk pertama kalinya, dia merasa nyaman mengungkapkan kisah hidupnya yang luar biasa. Bukan bermaksud untuk menjadi misterius, dia hanya tidak pernah merasa sisi dirinya tersebut berkaitan dengan proyek-proyek musik sebelumnya. Bagi Dougy, ini menandai momen full circle dalam evolusi musiknya, dimulai dengan menjadi seorang bocah Indonesia yang terobsesi dengan musik dan kini sebagai seorang dewasa yang mencari tanpa henti, yang akhirnya tampaknya telah menetap di tempat yang tepat. Memang, setelah bertahun-tahun bepergian, Dougy kini berada di rumahnya.

(SPR)

Related posts

BCL Kembali Melangkah Dengan “Love Story”

Qenny Alyano

JogjaROCKarta Festival 2022 Siap Digelar Dengan Konsep dan Tempat Baru

Qenny Alyano

Supergrup PANTHEPACK Rilis Debut Album ‘The Pack’

Qenny Alyano