October 3, 2022
Boleh Music
Musicology What's New

‘Kaset Awards’ Apresiasi Jurnalis Musik Untuk Pelaku Industri Musik Indonesia

South Jakarta – Di tengah semakin berkembangnya dunia musik tanah air, maka juga semakin bermunculan pula karya-karya musik baru dan juga pelaku yang terlibat. Sayangnya banyak juga karya-karya musik tersebut yang kurang  mendapat perhatian dan apresiasi dari pendengar karena minimnya informasi dari media terutama media yang mengulas tentang musik. Meskipun di era digital sekarang ini untuk mendapatkan informasi apapun sangat mudah, namun peran serta dari para jurnalis masih diperlukan terutama dalam hal pembentukan opini dan juga penghargaan akan sebuah karya musik demi eksistensi para pelaku musik tersebut.

Dengan adanya penghargaan yang diberikan kepada pembuat karya musik, diharapkan akan memicu musisi dan pelaku musik untuk konsisten berkarya. Atas dasar itulah, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Musik menyelenggarakan ‘Kaset Awards’, sebuah penghargaan kepada pelaku industri, musik terutama dalam hal ini adalah artis dan karyanya, di tahun 2022 ini. Kurasi untuk ‘Kaset Awards’ sebenarnya telah berjalan sejak bulan April 2022 lalu. Adapun kategorisasi yang telah berjalan saat ini adalah Pendatang Baru Terbaik, Solois Pria Terbaik, Solois Wanita Terbaik, Band Terbaik, Kolaborasi Terbaik, Soundtrack Lagu Terbaik, Artwork Terbaik, Videoclip Terbaik, Konser Terbaik dan Festival Musik Terbaik. Ke depannya tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya kategorisasi di penghargaan ‘Kaset Awards’.

Dalam acara konferensi pers yang berlangsung pada hari Senin (22/8) di kantor Deteksi Production, di bilangan  Jakarta Selatan, hadir Andre Stroo selaku inisiator penghargaan ‘Kaset Awards, Mahdesi Iskandar sebagai pengurus database ‘Kaset Awards’ dan juga Harry ‘Koko’ Santoso sebagai penasehat. Dalam kesempatan tersebut, Andree Stroo mengungkapkan,

Konferensi pers peluncuran ‘Kaset Awards’ di kantor Deteksi Production di Jakarta Selatan ( foto : Gunawan Giok )

 

“Awalnya kita bikin jaringan,  ketemu dari Whatssapp dan pertemanan, saya menawarkan konsep untuk membuat sebuah awards musik versi jurnalis. Kenapa namanya kaset? Sebenarnya sih saya iseng aja menawarkan namanya kaset, karena pertimbangan saya waktu industri musik marak-maraknya itu, masih menggunakan kaset dan sangat ikonik di industri musik. Selain itu profesi jurnalis itu sebelum ada smart phone juga ketika merekam atau interview selalu menggunakan kaset. Akhirnya teman-teman juga setuju akhirnya kita bikin. Saya pikir kalau wartawan nulis tentang musik, pengetahuan tentang musik lebih luas, jadi saya pikir kenapa tidak membuat award versi wartawan. Semakin banyak jurnalis yang tergabung akan semakin bagus. Kalau banyak award kayaknya akan semakin semarak industri musik.”

Sementara Harry ‘Koko’ Santoso juga memberikan pandangan, “Kompetisi itu justru menciptakan pasar. Sebagai pekerja musik saya terima kasih bisa ada di sini,terima kasih juga bisa menjadi bagian ekosistem musik di Indonesia untuk lebih baik. Untuk lebih baik salah satu syaratnya adalah kompetisi. Kompetisi menciptakan pasar dan yang teman-teman  buat ini pasar penghargaan, ini lebih menarik lagi, karena ini menjadi sebuah tanggung jawab. Saya apresiasi media juga berani mengambil tanggung jawab. Tidak banyak orang berani mengambil tanggung jawab. Memberikan penghargaan itu kan sebuah tanggung yang tidak kecil. Jadi ini terobosan baru mengambil tanggung jawab betapa pentingnya musik di negeri ini sehingga media pun mengambil tanggung jawab.”

Mahdesi Iskandar dari tim database juga menjelaskan, “Kita mulai dari April jadi sekitar udah 5 bulan berjalan. Dalam 5 bulan itu kita sudah memantau rilisan-rilisan musik yang ada di Indonesia. Kemudian dari rekan-rekan jurnalis memberikan feedback, masukan-masukan, mana yang pantas untuk jadi nominasi. Kemudian setiap bulannya memilih rilisan-rilisan terbaik sesuai 10 kategori.”

Konsep yang diusung dalam penghargaan ‘Kaset Awards’ adalah setiap jurnalis musik yang telah tergabung dalam Jaringan Jurnalis Musik, mempunyai hak untuk mensubmit setiap bulannya, kandidat dan suatu karya musik yang menurutnya pantas untuk dimasukkan, sesuai subjektivitas sang jurnalis. Rilisan yang telah disubmit oleh jurnalis harus sesuai dengan bulan rilisan, misalnya di bulan Agustus, jurnalis tersebut mengajukan rilisan yang menurutnya terbaik di bulan tersebut. Di akhir setiap bulan, semua jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Musik, memilih dengan sistem voting semua rilisan yang telah disubmit. Pilihan yang paling banyak dipilih oleh jurnalis yang tergabung di Jaringan Jurnalis Musik menjadi yang terbaik di bulan tersebut. Nantinya di akhir periode tahunan dari penghargaan ‘Kaset Awards’ akan diumumkan untuk mendapat piala penghargaan ‘Kaset Awards’. Saat ini sudah sekitar 45 jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Musik dan masih terbuka untuk terus bertambah jumlahnya.

Related posts

Legenda Pop Minang Elly Kasim Tutup Usia

Qenny Alyano

22 Tahun Berkarya Andien Gelar Konser Virtual Gratis

Qenny Alyano

RAMENGVRL Tertawakan Kenyataan Lewat Single “FACTS”

Qenny Alyano