September 28, 2022
Boleh Music
New Comers

Duo Synth Pop St. Lucia Rilis Single Baru “Take Me Away” Dari Album ‘Utopia’

South Jakarta – Duo synth-pop suami-istri Jean-Philip Grobler (kelahiran Afrika Selatan) dan Patti Beranek (kelahiran Jerman), St. Lucia, hadir dengan single baru mereka “Take Me Away” yang diambil dari album keempat mereka yang telah ditunggu-tunggu, ‘Utopia’, yang akan segera dirilis pada 7 Oktober 2022 melalui Nettwerk.

“Take Me Away” mengalun bersama suara tepuk tangan dan senandung falsetto penuh energi dengan sentuhan produksi bernuansa trip-hop. Pesan tentang cara menangani depresi dan menjaga kesehatan mental dalam lagu ini diwarnai dengan perpaduan nuansa synth-pop, yacht rock, dan electronica yang penuh semangat. Dengan penekanan pada produksi dan pop murni, lagu ini terinspirasi oleh irama musik santai dari akhir tahun 90-an dan awal 2000-an, dan terinspirasi oleh beberapa musisi seperti Bent, Zero 7, dan beberapa rekaman kompilasi dari Café Del Mar.

“Aku telah berjuang melawan depresi sepanjang hidupku, tetapi aku menemukan bahwa jalan keluar terbaik dari siklus itu adalah dengan mengungkapkan pikiranku dan berbicara dengan seseorang tentang hal itu,” kata vokalis Jean-Philip Grobler. “Ketika kita berada di tempat yang tertekan, mudah untuk merasa malu dan merasa seperti kita bukanlah orang yang baik karena merasakan hal seperti itu. Hal terburuk yang aku temukan, adalah membiarkan siklus pemikiran itu terkurung di dalam diri kita sendiri karena dengan cara itu ia bernanah dan masuk ke lingkaran penuh pikiran negatif. Tetapi ketika aku berbicara dengan orang-orang tentang hal itu dan membiarkan perasaan itu lepas, aku menyadari bahwa setiap orang berurusan dengan hal-hal yang sama dan itu benar-benar normal — bagaimana setiap perasaan memiliki tujuan masing-masing. Jadi di situlah lirik ‘When you’re walking alone, tell me all of your secrets’ masuk. Ketika seseorang berjalan sendirian atau tertekan, penting untuk membantu mereka mengungkapkan pikiran mereka. Inilah mengapa terapi sangat berharga dan membantu.”

“Take Me Away” merupakan kelanjutan dari single St.Lucia sebelumnya, “Hey Now.” Didorong oleh aransemen elegan dan synth yang hangat, lagu “Hey Now” yang penuh emosi merupakan lagu pengingat yang membangkitkan semangat, terlebih dalam chorus lagu tersebut yang berbunyi, “Hey now, well it only takes a second fall, but it only takes a minute to start over again.” “Hey Now” adalah sebuah lagu yang mendorong kita untuk terus bangkit kembali meski kita sedang terpuruk. Single utama yang telah dirilis sebelumnya, yaitu “Touch”, diwarnai dengan alunan bass yang catchy seraya pendengar dibawa ke refrain rock yang penuh nuansa riang. Lagu ini juga dilengkapi dengan video klip bergaya 80an yang disutradarai oleh Nicole Lipp dan menampilkan penari/aktor queer Liv Mai bersama Canyon Carballosa, seorang advokat yang inspiratif baik untuk komunitas queer maupun autistik.

St. Lucia – Take Me Away Single Artwork

Tentang album baru mereka yang akan dirilis bulan depan, Jean-Phillip berbagi, “Kami sangat bersemangat untuk menyingkap babak berikutnya dari era musik kami: ‘Utopia’. ‘Utopia I’ merupakan bagian pertama dari album ini, seperti sisi A, dan rilisan baru kami yang akan datang, ‘Utopia II,’ merupakan bagian kedua album ini, seperti sisi B (seperti masa-masa vinyl dulu). Karya kami melanjutkan perjalanan dan pencarian kami akan makna ‘Utopia’ melalui semua suka, duka, dan ironi dari keberadaan modern kita. Ikutlah dengan kami selama beberapa bulan ke depan untuk menelusuri perjalanan mencari utopia ini lebih lanjut.”

St. Lucia tetap setia dengan apa yang mereka kuasai: menggelar live show yang luar biasa di mana saja mulai dari Coachella hingga Kansas City, dan membagikan musik synth-pop yang serba berkilau dan penuh kegembiraan. Album perdana mereka, ‘When The Night’, masuk ke chart Billboard Top 200 Albums dan mencapai posisi #6 di chart Album Heatseekers Billboard. Album selanjutnya, ‘Matter’, menampilkan single hit “Dancing On Glass“, dan menjadi momentum mereka berkolaborasi dengan Jack AntonoffRAC, dan lainnya. Dua tahun kemudian, album ‘Hyperion’ mewakili puncak karya kreatif mereka dan meraih pujian dari Billboard yang menggambarkan album ini sebagai album yang “buoyant” dan PopMatters menyebutnya “it feels revelatory.”

Nuansa disko warna-warni yang dipadukan dengan gaya funk tahun 70-an, dan pop 80-an, album ‘Utopia’ yang akan datang adalah koleksi musik synth yang berkilau dengan irama penuh kegembiraan yang telah menjadi identitas musikalitas mereka yang menantang konsep genre. Terinspirasi oleh berbagai musisi seperti David Bowie, The Weeknd, Daft Punk, hingga Parcels, St. Lucia berkolaborasi dengan Chris Zane [Passion Pit, The Walkmen] untuk membawa karya mereka yang penuh kilau ke tingkat sonik yang lebih tinggi lagi.

(SPR)

St. Lucia – Hey Now _ Photo Credit Gabrielle Kannemeyer

Related posts

Berdarah Singapura Inggris dhruv Taklukkan Dunia Dengan “double take”

Qenny Alyano

Okin Ungkapkan Kegelisahan Lewat Single “Bersama Melangkah”

Qenny Alyano

Duo Azure Ray Siapkan Album Baru Rilis MV “Bad Dream”

Qenny Alyano