October 3, 2022
Boleh Music
New Comers

Djo Proyek Musik Aktor Stranger Things, Joe Keery Rilis Album ‘DECIDE’

South Jakarta – Djo, proyek musik dari aktor, produser, dan penulis lagu, Joe Keery,  merilis album studio ke-2-nya, ‘DECIDE’. Album ‘DECIDE’ merupakan sebuah titik penting di perjalanan hidup Joe. Membahas seputar pendewasaan, hubungan antar manusia, dan bagaimana Joe berusaha menavigasikan kehidupannya di dunia yang penuh dengan teknologi, album ‘DECIDE’ merangkum kumpulan cerita kehidupan Joe selama umur 20annya. Ambisi Joe dalam mengolah berbagai sound akhirnya mengubah introspeksi diri yang ia alami menjadi karya yang nyata dalam bentuk musik synth berlapis yang serba memukau dan emosional.

‘DECIDE’ dirilis setelah kesuksesan album perdananya, ‘TWENTY TWENTY’, yang dirilis pada 2019 dan mendapatkan respon positif dari industri musik dunia termasuk NME yang memberikannya empat bintang. Sebuah album yang disetir oleh permainan gitar, ‘TWENTY TWENTY’ merupakan album pertama dari proyek solonya sejak ia meninggalkan band psych-rock asal Chicago, Post Animal. Joe — yang dikenal melalui perannya sebagai pemeran Steve Harrington di seri Netflix Stranger Things — mulai bermusik sejak remaja dan menghabiskan dua tahun bersama Post Animal, sebelum akhirnya beralih ke proyek musik solonya, Djo. ‘DECIDE’ diproduksi oleh Joe bersama dengan musisi Adam Thein selama pandemi dan direkam di Sound Factory di Los Angeles.

DJO foto : istimewa )

“Prosesnya sangat panjang,” ujar Joe. “Pada saat itu aku tidak menyadarinya, namun saat aku melihat ke belakang, anda dapat dengan jelas mendengar bahwa album ini dibuat selama masa pandemi — aku tidak tahu apakah kami akan membuat segalanya secara detail jika semuanya dilakukan secara tatap muka, mungkin kami akan mencapai suatu titik dan malah mengerjakan hal lain. Namun karena kami semua terjebak di rumah masing-masing, kami terus mengerjakannya lebih dalam lagi.”

Selama proses pengerjaan ‘DECIDE’ yang panjang, Joe mengabaikan semua aturan dan membongkar semua batas yang ada, bereksperimen dengan berbagai genre dan teknik sambil terus mengeksplor ranah musik pop yang tidak terbatas. Hasilnya adalah lagu-lagu cutting edge seperti “Runner” dan “Gloom” yang memadukan sonik berskala IMAX dengan kreativitas khas musik yang dilahirkan dari sebuah kamar tidur.

“Aku mencoba untuk mengerjakan album ini lewat cara-cara paling kreatif,” ujar Djo. “Teknik paling utama yang aku coba di album ini adalah dengan mengerjakan hal-hal yang sebenarnya adalah kebalikan dari yang seharusnya dikerjakan. Mungkin itu terdengar sebagai ide yang buruk namun juga berpotensi menjadi sesuatu yang unik dan berbeda.”

Joe menghabiskan banyak waktu menulis lirik-lirik di album ‘DECIDE’ yang merangkum pengalaman-pengalaman pribadinya yang bersifat universal. Dari nuansa bahagia di lagu “On and On” hingga “Figure You Out”, ‘DECIDE’ merangkum kumpulan cerita semasa umur 20-annya dan membahas tema-tema seputar pendewasaan dan pengembangan diri yang dapat diterima oleh orang-orang dari segala umur.

“Aku hanya berusaha untuk mengatakan apa yang ada di pikiranku dan meninggalkan sebuah ide hanya karena ide tersebut terdengar klise,” ujarnya. “Banyak lagu-lagu di album ini membahas tentang bagaimana kita tumbuh dewasa. Tentang waktu yang telah berlalu dan mengerjakan banyak hal sendiri. Realisasi bahwa semuanya menjadi lebih baik saat kita mempunyai pendirian dan membuat berbagai kesalahan, daripada menunggu banyak hal untuk terjadi.”

Saat dunia berangsur kembali normal secara perlahan, Joe dan Adam kemudian membawa musik yang telah mereka buat bersama di rumah masing-masing ke Sound Factory di Los Angeles selama 10 hari masing-masing di bulan September dan Desember 2021 bersama rekan kolaborator mereka yaitu drummer Teddy Matthews. Muncul semangat yang berbeda dan menyegarkan saat mereka berpindah lokasi yang kemudian mendorong mereka untuk terus berkreasi dan mencoba hal-hal baru. Beberapa lagu, termasuk lagu antemik “End of Beginning” yang menjadi highlight album ini, dibuat dari nol di studio. Sering kali juga Djo menyadari bahwa lagu-lagu yang telah mereka tulis hanya membutuhkan sedikit bantuan teknologi untuk akhirnya diselesaikan.

“Kami memulai sesi studio kami dengan tujuan untuk merekam ulang banyak bagian,” ujar Joe. “Namun saat kita merekam ulang banyak bagian dari lagu yang sudah ada, kita mencoba untuk menangkap sesuatu yang dirasakan beberapa bulan atau tahun yang lalu. Mungkin hasilnya tidak sempurna namun sangat berkarakter.”

Setelah menghabiskan beberapa tahun terakhir di rumah, Joe dengan penuh semangat siap membawakan musik Djo secara langsung di atas panggung, dimulai dari sejumlah penampilan di festival musik musim panas ternama. Tantangannya kali ini adalah bagaimana membawakan energi serba komputerisasi album ‘DECIDE’ di panggung secara langsung.

“Jujur rasanya penuh tantangan,” ujar Joe. “Aku ingin menggelar tur dengan delapan musisi namun tidak memungkinkan untuk saat ini. Kami jumlahnya 5 orang dan dengan teknologi yang ada, kami dapat menampilkan 90% materi yang ada di album ini. Ada bass, gitar dan drum yang dimainkan secara live, tiga orang memainkan keyboard dan semuanya melompat ke sana kemari.”

Setelah menghabiskan tiga tahun terakhir menggarap album ‘DECIDE’, Joe Keery telah memikirkan langkah selanjutnya sebagai Djo. Seperti semangat yang disuarakan lewat album barunya, Joe tidak akan pernah merasa puas — ia akan selalu melihat jauh ke depan untuk terus mencari hal-hal baru.

“Gol selanjutnya adalah untuk menangkap sebuah bagian kecil dari hidupku,” ujar Joe. “Rasanya menarik saat semuanya dikerjakan di depan komputer selama tiga tahun terakhir dan membuatku ingin mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda. Seperti duduk di dalam ruangan dengan sebuah gitar, menulis banyak lagu, merekam lagu-lagu, dan menghasilkan sesuatu. Memulai sesuatu tanpa ekspektasi apa pun, mungkin dengan sebuah ide dan membiarkan semuanya mengalir secara organik. Rasanya seperti mencoba sesuatu yang tidak pasti dengan penuh kepercayaan, namun itu lah yang membuat semuanya terasa seru.”

Sejak perilisan ‘TWENTY TWENTY’ dan single-single berikutnya, musik Djo telah menorehkan banyak prestasi. #Djo telah mengumpulkan hampir 102 juta klik di TikTok, meraih lebih dari 171 juta stream secara global, serta mendapatkan lebih dari 212.000 pencarian Shazam“Change” dan “Gloom” juga masuk di tangga lagu Spotify Viral 50 di Amerika SerikatSelandia Baru, Irlandia, dan Australia. Djo telah tampil live sepanjang tahun 2022 membawakan lagu-lagu dari ‘DECIDE’ di berbagai panggung ternama seperti festival musik Lollapalooza, Shaky Knees, Boston Calling, Bottle Rock. Joe merilis sendiri semua musiknya melalui label AWAL.

“Aku ingin membuat sesuatu yang dapat menggerakkan semua orang,” ujar Djo. “Sesuatu yang terdengar besar. Namun tujuannya selalu untuk menulis lagu-lagu bagus yang banyak orang akan selalu ingat yang dapat didengarkan berkali-kali dan menemukan hal-hal berbeda tiap kali mereka mendengarnya.”

Album ‘TWENTY TWENTY’ milik Djo dihujani banyak pujian berkat gaya penulisan lagunya yang hipnotik dan nuansa rock klasik yang kental. Pada 2020, Djo memberikan kejutan dengan merilis single bernuansa funk berjudul “Keep Your Head Up” yang menjadi momentumnya menjelajahi dimensi sound yang berbeda. Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi Djo dengan musisi dan engineer musik Adam Thein yang bertanggung jawab untuk mixing album ‘TWENTY TWENTY’ dan membawa album tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Keduanya mulai menulis bersama pada 2019 dan berlanjut hingga awal masa pandemi pada 2020. Mereka saling bertukar ide secara virtual dan melakukan proses mixing dan producing lewat panggilan video dan screen sharing. Uniknya, masa karantina membuat mereka semakin kreatif. Selama berbulan-bulan mereka terus bertukar melodi, ritme, dan ide sambil terus menyeimbangkan antara dua hal penting — semangat musikalitas yang detail dan spontanitas yang penuh keseruan.

Djo – DECIDE Cover Artwork foto : istimewa )

‘DECIDE’ TRACK LIST:

1) Runner

2) Gloom

3) Half Life

4) Fool

5) On and On

6) End of Beginning

7) I Want Your Video

8) Climax

9) Change

10) Is That All It Takes

11) Go For It

12) Figure You Out

13) Slither

(SPR)

Related posts

Dari Lampung Sevres Luncurkan Single dan Video Musik “Run Endlessly”

Qenny Alyano

Analogmodular Ungkap Rasa Bosan Lewat “3 Hari Lupakan Dunia”

Qenny Alyano

Susah Move On Jemimah Cita Ungkap Lewat Debut “Separuh”

Qenny Alyano