January 27, 2023
Boleh Music
Event & Community What's New

‘Distorsi KERAS Magnumentary’ : Pesta Musik Cadas Jelang Akhir Tahun

South Jakarta – Setelah menggelar roadshow di sejumlah kota  di Indonesia seperti Bandung, Medan danJakarta, festival musik keras ‘Distorsi KERAS Magnumentary’ mencapai puncaknya pada hari Sabtu, 3 Desember 2022 di Parkir Barat JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. Semenjak siang hari sejumlah penggemar musik cadas yang didominasi dengan kostum hitam-hitam telah memadati venue acara meskipun harus berpanas-panasan di bawah terik matahari. ‘Distorsi KERAS Magnumentary ini, juga menjadi festival musik besar yang digelar di ibukota Jakarta menjelang tutup tahun 2022.

Terdapat 2 panggung besar yang berdiri sejajar dengan jarak sekitar 300 meter antar panggung yang dipisahkan oleh jajaran kotak kontainer. Panggung sebelah kiri penonton yang diberi nama Distorsi Stage menampilkan sejumlah penampil yaitu Jamrud, Pee Wee Gaskins, Rocket Rockers, NTRL, 510, Closehead, L.Y.O.N, Taring, KILMS, Anarcute, Fingerprint, Thirteen, Eirene, Supercharger dan Knife. Sementara panggung sisi kanan penonton yang bertajuk Keras Stage menampilkan Seringai, Burgerkill, Revenge The Fate, Killing Me Re:union, Alone At Last, Avhath, Summerlane, For Revenge, Bongabonga, Piston, Turbidity, Straight Answer, Sweet As Revenge (SAR), KGHC, Leaving The Nemesis dan Dispencer.

Di bawah terik Matahari sekitar pukul 1 siang, Fingerprint yang di tampil di Distorsi Stage tetap semangat menampilkan karya-karya mereka yang bernuansa metalcore dan hardcore. Sementara di Keras Stage, unit hardcore asal Jakarta, Straight Answer yang tampil usai Sweet As Revenge, langsung membuat cuaca yang panas menjadi semakin panas. Dikomando oleh sang vokalis Aca, SA menggelontorkan karya-karya mereka seperti “Ini Saatnya”, “Menolak Tunduk”, “Hantam Prasangka Buruk” dan satu cover dari Cock Sperrer, “We’re Coming Back” yang didahului sepotong lagu “Terlalu Manis” milik Slank. Usai Straight Answer, giliran Turbidity megambil alih panggung Keras dan bersamaan Taring di panggung Distorsi.

Bongabonga ( foto : QB )

 

Straight Answer ( foto : QB )

 

KILMS ( foto : QB )

 

Re::union ( foto :QB )

Memang di ‘Distorsi KERAS Magnumentary’ ini penonton benar-benar harus memilih untuk penonton band kesayangan mereka karena setiap lineup tampil nyaris dalam waktu bersamaan. Karena harus memilih maka bisa jadi penonton tersebut tidak bisa menyaksikan setiap penampil secara penuh. Semakin sore jumlah massa yang datang juga semakin ramai. KILMS yang tampil di Distorsi Stage juga memberikan kejutan dengan mengundang sejumlah musisi tamu seperti Aiu Ratna, Phopira dan Angga Tetsuya. Menampilkan musisi tamu tidak hanya dilakukan KILMS yang siang itu menutup penampilan dengan single “Numb”, namun juga 510 yang mengundang mantan vokalis Killing Me Inside, Savira Razak.

Bongabonga yang tampil di Keras Stage juga menjadi lineup yang ditunggu-tunggu oleh penonton. Band yang sebagian besar adalah personil band Darksovls tersebut tampil dengan dandanan ala band black metal dan langsung membawakan karya-karya mereka debut self tittle album seperti “Api Imaji”, “Balada Bonga”, “Kontrol”, “Pasukan Berani Mati” (cover Betrayer/Thrashline) dan ditutup dengan “Suara Sudra”. Sementara NTRL yang tampil  usai break Adzan Maghrib disambut dengan rintik-rintik hujan yang mulai turun. NTRL juga tidak lupa membawakan lagu teranyar mereka, “Kita”. Bersamaan dengan NTRL, Alone At Last juga tampil penuh energi bahkan sang vokalis turun ke tengah penonton yang tengah melakukan circle pit. Sepanjang acara ketika waktu jeda antar penampil di setiap panggung, diputar potongan film dokumenter ‘GAUNG CADAS : Magnumentary of Heavy Music yang mengangkat tema geliat musik cadas di 3 daerah di Indonesia yaitu Banda Aceh, Sukabumi dan Tangerang.

‘Distorsi KERAS Magnumentary’ yang digelar oleh Rich Music bisa menjadi agenda pertunjukan musik keras yang wajib dihadiri ke depannya. Sayangnya di penyelenggaraan tahun ini tidak adanya media center atau media room untuk para awak media  bisa melakukan tugas mereka menjalankan liputan. Selain itu rundown acara juga mengalami perubahan jadwal yang agak meleset dari yang telah diumumkan. Namun demikian, penyelenggaraan Distorsi KERAS Magnumentary patut mendapat apresiasi karena hanya menampilkan lineup band lokal yang besar di skena musik bawah tanah di tanah air tanpa menghadirkan lineup band internasional. Hal ini membuktikan bahwa band-band cadas tanah air mempunyai massa yang besar dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

L.Y.O.N ( foto :QB )

 

Closeheaad ( foto :QB )

 

Sweet As Revenge ( foto : QB )

 

Alone At Last ( foto : QB )

Related posts

Candlebox Lepas Single “My Weakness” Dari Album ‘Wolves’

Qenny Alyano

Sukses Berlangsung 3 Hari Begini Keseruan PJF 2022

Qenny Alyano

Barry Likumahuwa Rilis Vinyl Album ‘Passion Purpose Integrity’

Qenny Alyano