January 27, 2023
Boleh Music
What's New

Komposer dan Penata Musik Film Tya Subiakto Rilis Single “Hubunganku”

South Jakarta – Mendengar nama Tya Subiakto mungkin akan lebih teringat akan sosok komposer yang telah banyak menangani ilustrasi musik untuk film-film ternama Indonesia. Namun ternyata Tya juga mahir dalam karya cipta lagu. Di tahun 2022 ini, Tya Subiakto meluncurkan single baru berjudul “Hubunganku” yang dirilis pada 24 November lalu dimana di lagu tersebut Tya menyanyikannya sendiri. Lagu “Hubunganku” tercipta dalam proses Tya membangun studio sendiri di tahun 2006 dimana ia membuat proyek lagu tersebut selama dalam penantian selama 3 bulan.

Berawal dari lirik  yang merefleksikan pengalaman Tya menghadapi perceraian pertama di tahun 2005 yang mejadi awal tercitap lagu “Hubunganku”. Butuh waktu yang lama untuk bisa merilis lagu “Hubunganku” karena larangan sang Ayah untuk menjadi penyanyi solo.  Dalam prosesnya, Tya yang saat ini juga menjadi pengajar di Universitas Prasetiya Mulya, kemudian membuat aransemen sendiri untuk lagu “Hubunganku”. Setelah sesi rekaman  rampung, lagu tersebut mengalami proses mixing dan mastering yang dikerjakan oleh alrmahum Harry Widodo, salah satu sound engineer terbaik di Indonesia yang juga pernah mengerjakan beberapa album band ternama seperti Slank, Dewa 19, Roxx, Edane dan masih banyak lagi.

Lagu “Hubunganku” sendiri berkisah tentang kegalauan seorang perempuan dalam menghadapi dilema percintaan. Menghadapi seorang lelaki yang hanya bisa pamer, bahwa lelaki itu sudah punya pacar. Namun kebanggaan sang lelaki tidak sesuai dengan perilakunya, hingga perempuan itu merasa cinta yang diterimanya palsu.

Tya Subiakto dilahirkan di Jakarta, 2 Maret 1979. Pengaruh musik dan filmnya sebagian besar dipengaruhi oleh ayahnya, Subiakto Priosoedarsono sejak ia masih kecil. Mulai belajar musik sejak usia tiga tahun. Jurusan utamanya di Sekolah Musik Yayasan Pendidikan Musik, salah satu sekolah musik terbaik di Jakarta, adalah piano klasik. Tya kemudian membuat banyak jingle sejak 1997, dan menjalankan orkestra sendiri sejak 1998, yang dikenal sebagai T&T Orchestra. Pada tahun 2007, Tya mulai memasuki industri perfilman dimana ia  bekerja untuk banyak film hingga saat ini. Pengaruh caranya bercerita ia pelajari dari sahabatnya, Hanung Bramantyao,  seorang sutradara yang selalu bekerja sama Tya hingga saat ini.

Beberapa film dimana Tya terlibat dalam penggarapan musiknya diantaranya adalah “Ayat-Ayat Cinta” ( 2008), “Perempuan Berkalung Sorban” ( 2009), “Sang Pencerah” (2010), “Purple Love” (2011), “Di Bawah Lindungan Ka’bah” ( 2011), “Tendangan Dari Langit” (2011), “Habibie & Ainun” ( 2012), “Soekarno” (2013), “Merry Riana; Mimpi Sejuta Dollar” (2014), “Surga Yang Tak Dirindukan” (2015), “Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)” (2016), “Ayat Ayat Cinta 2” (2017), “Sultan Agung : Tahta, Perjuangan, Cinta” (2018), “Twivortiare” (2019), “Habibie & Ainun 3” (2019), “Sejuta Sayang Untuknya” (2020), “Dear Imamku” (2021) dan masih banyak lagi.

Selain sebagai musisi, Tya  Subiakto juga telah melahirkan beberapa karya tulis diantaranya ‘Panggil Aku Mama’ (Novel), ‘Kutunggu Jandamu (Antology) – with The Writers’ ,’Anak Tak Bernama’ (2022) yang akan segera terbit ‘Call Me Mother’.

Related posts

‘Jazz Gunung Bromo 2022’ Menikmati Alunan Musik Dari Ketinggian 2000 MDPL

Qenny Alyano

Cerita Sepasang Sepatu Di Balik Video Musik The Rain “Upaya Maksimal”

Qenny Alyano

Teza Sumendra Rilis “The Intro(vert)” Dari Album ‘Midnight Notion’

Qenny Alyano